Acara GEMES 2026 Dinilai Tak ‘Merakyat’, Dinas Pariwisata Medan Dikritik Habiskan Rp2,5 Miliar

Metro Langkat

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Acara Gemes 2026 yang digelar Dinas Pariswisata Medan menuai kritik.(ist)

MEDAN – metrolangkat.com

Gelar Melayu Serumpun (GEMES) XVIII Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Medan menuai kritik dari masyarakat.

Festival budaya yang disebut menghabiskan anggaran sekitar Rp2,5 miliar itu dinilai gagal menghadirkan tontonan yang dapat dinikmati langsung oleh warga.

Pantauan di Lapangan Merdeka Medan, Selasa (30/6/2026) malam, area utama pertunjukan dipagari besi sehingga pengunjung umum tidak dapat mendekati panggung.

Warga yang datang hanya bisa menyaksikan jalannya acara melalui layar videotron yang disediakan panitia.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan sejumlah pengunjung yang merasa acara yang dibiayai dari uang rakyat justru terkesan eksklusif.

“Eksklusif kali kayaknya acara ini. Kami yang mau lihat cuma bisa dari jauh.

Kalau cuma lihat dari layar, untuk apa datang ke sini,” kata Yuni, warga yang mengaku datang dari kawasan Johor.

Baca Juga :  HIPMI Langkat Berbagi 1.000 Takjil, Santuni Anak Yatim dan Gelar Buka Puasa Bersama

Menurutnya, konsep penyelenggaraan seperti itu menghilangkan esensi festival rakyat yang seharusnya dapat dinikmati seluruh masyarakat tanpa sekat.

“Jauh-jauh dari Johor ke sini, cuma lihat acara yang tak ‘merakyat’, untuk apa,” ujarnya.

Kritik senada disampaikan Ridwan, pengunjung lainnya. Ia menilai konsep acara menjadi salah satu penyebab minimnya antusiasme masyarakat.

“Pantas saja sepi acaranya, cuma begini konsepnya,” katanya.

Ridwan juga mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran yang mencapai miliaran rupiah untuk penyelenggaraan festival tersebut.

“Berapa pula uang habis untuk acara hiburan model begini,” ucapnya.

Sorotan masyarakat itu menjadi kritik langsung terhadap Dinas Pariwisata Kota Medan sebagai penyelenggara GEMES XVIII/2026.

Warga berharap evaluasi dilakukan agar festival budaya yang menggunakan anggaran daerah benar-benar dapat dinikmati masyarakat luas, bukan justru terkesan dibatasi.

Baca Juga :  PHR Luncurkan Buku Melayu Lestari, Jaga Warisan Budaya untuk Generasi

Sebagaimana diketahui, GEMES XVIII/2026 berlangsung selama empat hari, sejak 27 hingga 30 Juni 2026 di Lapangan Merdeka Medan

Saat pembukaan, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyebut GEMES bukan sekadar festival hiburan, melainkan upaya melestarikan budaya Melayu di tengah arus modernisasi.

“Yang kita takutkan adalah bagaimana tentang kebudayaan kita.

Apakah kebudayaan akan bisa mengikuti perkembangan zaman?

Namun kami meyakini, kebudayaan Melayu yang menjunjung tinggi adat istiadat, kesantunan,

dan agama ini akan selalu hidup berdampingan bersama kita,” ujar Rico saat membuka kegiatan.

Meski mengusung misi pelestarian budaya, konsep pelaksanaan festival justru menuai kritik karena dinilai tidak memberi ruang yang memadai bagi masyarakat untuk menikmati pertunjukan secara langsung.(wis/rel)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Ulos Nasional 2026, Rico Waas Bidik Pasar Dunia untuk Tenun Lokal
Lestarikan Uis Karo dengan Gedokan, Penenun Karya Bunda Berharap Perhatian Pemko Binjai
Angkat Pesona Tenun Karo ke Panggung Modern, Airin Rico Waas Resmikan Gallery Torose
Festival Lampion Vihara Setia Buddha Binjai Digelar 25 September, Ada Pawai Keliling dan Lucky Draw
Walikota Rico Waas Dukung Merdang Merdem 2026: Jangan Sampai Adat dan Kesakralan Hilang
Tiorita Perkuat Sinergi dengan Tokoh Melayu, Dorong Pembangunan Berbasis Budaya di Langkat
Di Tengah Gempuran Budaya Modern, Ricky Anthony Pilih Jaga Warisan Leluhur
Wabup Tiorita Tutup Gebyar Muharam, Desa Pantai Gemi Raih Juara Umum
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Hari Ulos Nasional 2026, Rico Waas Bidik Pasar Dunia untuk Tenun Lokal

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Lestarikan Uis Karo dengan Gedokan, Penenun Karya Bunda Berharap Perhatian Pemko Binjai

Minggu, 20 September 2026 - 17:09 WIB

Angkat Pesona Tenun Karo ke Panggung Modern, Airin Rico Waas Resmikan Gallery Torose

Senin, 14 September 2026 - 13:01 WIB

Festival Lampion Vihara Setia Buddha Binjai Digelar 25 September, Ada Pawai Keliling dan Lucky Draw

Selasa, 8 September 2026 - 19:42 WIB

Walikota Rico Waas Dukung Merdang Merdem 2026: Jangan Sampai Adat dan Kesakralan Hilang

Berita Terbaru