Hari Ulos Nasional 2026, Rico Waas Bidik Pasar Dunia untuk Tenun Lokal

Metro Langkat

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan, Airin Rico Waas, menegaskan pentingnya memperkuat ekosistem industri fashion berbasis budaya. (Ist)

MEDAN – metrolangkat.com

Perayaan Hari Ulos Nasional menjadi puncak kemeriahan Medan Fashion Culture Festival (MFCF) 2026 di Atrium Sun Plaza Medan, Sabtu (17/10/2026). Mengusung tema Ulos in Innovation, ajang ini tidak sekadar merayakan warisan budaya, tetapi juga membuka peluang bagi produk tenun dan industri kreatif lokal untuk menembus pasar nasional hingga internasional.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan, Airin Rico Waas, menegaskan pentingnya memperkuat ekosistem industri fashion berbasis budaya. Mulai dari pembinaan desainer, peningkatan kualitas produk, penguatan perajin hingga perluasan akses pemasaran dinilai menjadi kunci agar karya lokal mampu bersaing di pasar global.

Rico Waas mengatakan, Kota Medan memiliki potensi besar dalam pengembangan kriya Nusantara melalui kreativitas desainer, perajin, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, produk berbasis budaya memiliki nilai seni dan sejarah yang harus diperkenalkan lebih luas agar masyarakat semakin bangga menggunakan produk dalam negeri.

“Target kita adalah bagaimana mengembangkan kriya Nusantara yang diproduksi dari Kota Medan. Banyak desainer dan UMKM kita memiliki karya kreatif dengan nilai sejarah puluhan hingga ratusan tahun. Karya-karya bernilai tinggi ini perlu diketahui masyarakat luas agar mereka bangga, sekaligus membawa pesan ke kancah global bahwa produk berkualitas tinggi ini datang dari Indonesia,” ujar Rico.

Ulos Harus Hidup di Tengah Masyarakat

Rico menegaskan, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui seremoni tahunan. Ulos harus tetap digunakan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak tergerus zaman.

Baca Juga :  Program Mudik Gratis Pemko Medan Diserbu Warga,4000 Kursi Habis Hitungan Jam

Bagi masyarakat Batak, Ulos memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan kasih sayang, doa, kelahiran, kebahagiaan, hingga pernikahan. Nilai tersebut menjadi identitas budaya yang perlu dijaga, sekaligus dapat diperkenalkan melalui inovasi desain busana modern.

“Tak kenal maka tak sayang. Kalau kita sudah mengenal akar budaya dan sejarah Ulos, tentu kita akan semakin mencintainya,” ungkap Rico.

Untuk memperluas pasar, Pemko Medan menyiapkan pembinaan berkelanjutan, pelatihan peningkatan kualitas produk, serta kolaborasi dalam berbagai pameran di luar daerah. Jejaring kerja sama sister city dengan sejumlah negara juga direncanakan menjadi salah satu jalur promosi produk UMKM Medan ke pasar internasional.

Rico berharap, pengembangan industri fashion berbasis budaya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama para perajin dan pelaku UMKM yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi.

Airin Dorong Desainer Medan Tembus Panggung Internasional

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Medan, Airin Rico Waas, mengatakan MFCF 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi pelaku industri kreatif dari Medan maupun Jakarta.

Melalui peragaan busana, diskusi, dan pertukaran pengalaman, para desainer lokal diharapkan memperoleh inspirasi baru sekaligus meningkatkan kualitas karya agar mampu bersaing di tingkat yang lebih luas.

“Melalui kolaborasi ini, para desainer dan pelaku industri kreatif di Medan dapat saling berbagi pengalaman dan memperoleh inspirasi baru. Visi kami dalam lima tahun ke depan adalah membawa ekosistem fashion Kota Medan tidak hanya berkiprah di tingkat nasional, tetapi juga menembus panggung internasional,” tutur Airin.

Menurutnya, perkembangan industri fashion tidak hanya bergantung pada kreativitas desainer. Dukungan perajin wastra, pembuat aksesori, pelaku UMKM, hingga jaringan pemasaran juga berperan penting dalam membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Rico Waas: Budaya Jangan Kalah oleh Teknologi

Ketika penggunaan wastra Nusantara semakin meluas, peluang ekonomi juga terbuka bagi perajin Ulos, Uis Karo, Tenun Melayu, serta pelaku usaha aksesori dan produk pendukung lainnya.

Karena itu, Dekranasda Kota Medan terus berupaya membuka ruang promosi bagi produk lokal. Dalam MFCF 2026, stan Dekranasda menampilkan beragam produk, mulai dari busana, tas, aksesori, kerajinan tangan hingga kuliner. Produk wastra dari Bhayangkari turut meramaikan pameran tersebut.

Airin juga mengingatkan bahwa inovasi harus tetap menghormati filosofi dan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Tradisi dan modernitas bisa berjalan bersama. Namun, setiap inovasi harus tetap menghormati makna, filosofi, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” ucapnya.

MFCF Jadi Ruang Promosi Wastra Nusantara

MFCF 2026 berlangsung pada 13–18 Oktober 2026 dengan menghadirkan parade busana, peragaan fashion, tarian etnik Batak, diskusi mengenai fashion dan wastra, serta penampilan pelajar dan alumni sekolah desain mode.

Keterlibatan desainer muda menjadi bagian dari upaya mendorong regenerasi sekaligus memberikan ruang bagi talenta lokal untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik.

Pada puncak acara, Rico Waas bersama Airin Rico Waas menyerahkan cenderamata kepada desainer Edward Hutabarat dan Torang Sitorus. Kegiatan juga diisi dengan talk show yang menghadirkan kedua tokoh tersebut sebagai narasumber.

Melalui MFCF 2026 bertema Ulos in Innovation, Pemko Medan dan Dekranasda berharap pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi kreatif.

Harapannya, Ulos, Uis Karo, Tenun Melayu, dan berbagai produk wastra Nusantara tidak hanya menjadi kebanggaan budaya, tetapi juga semakin dikenal di pasar nasional dan internasional serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan para perajin dan pelaku UMKM.(wis)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lestarikan Uis Karo dengan Gedokan, Penenun Karya Bunda Berharap Perhatian Pemko Binjai
Angkat Pesona Tenun Karo ke Panggung Modern, Airin Rico Waas Resmikan Gallery Torose
Festival Lampion Vihara Setia Buddha Binjai Digelar 25 September, Ada Pawai Keliling dan Lucky Draw
Walikota Rico Waas Dukung Merdang Merdem 2026: Jangan Sampai Adat dan Kesakralan Hilang
Tiorita Perkuat Sinergi dengan Tokoh Melayu, Dorong Pembangunan Berbasis Budaya di Langkat
Acara GEMES 2026 Dinilai Tak ‘Merakyat’, Dinas Pariwisata Medan Dikritik Habiskan Rp2,5 Miliar
Di Tengah Gempuran Budaya Modern, Ricky Anthony Pilih Jaga Warisan Leluhur
Wabup Tiorita Tutup Gebyar Muharam, Desa Pantai Gemi Raih Juara Umum
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Hari Ulos Nasional 2026, Rico Waas Bidik Pasar Dunia untuk Tenun Lokal

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Lestarikan Uis Karo dengan Gedokan, Penenun Karya Bunda Berharap Perhatian Pemko Binjai

Minggu, 20 September 2026 - 17:09 WIB

Angkat Pesona Tenun Karo ke Panggung Modern, Airin Rico Waas Resmikan Gallery Torose

Senin, 14 September 2026 - 13:01 WIB

Festival Lampion Vihara Setia Buddha Binjai Digelar 25 September, Ada Pawai Keliling dan Lucky Draw

Selasa, 8 September 2026 - 19:42 WIB

Walikota Rico Waas Dukung Merdang Merdem 2026: Jangan Sampai Adat dan Kesakralan Hilang

Berita Terbaru