Foto : Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Binjai menghadapi kendala operasional. Sedikitnya empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan sementara aktivitas pelayanan akibat persoalan pencairan dana bantuan pemerintah dan pembenahan rekening virtual (virtual account).(ist)
BINJAI – METROLANGKAT.COM
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Binjai menghadapi kendala operasional. Sedikitnya empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan sementara aktivitas pelayanan akibat persoalan pencairan dana bantuan pemerintah dan pembenahan rekening virtual (virtual account).
Penghentian sementara tersebut menjadi perhatian karena menyangkut keberlangsungan distribusi makanan bergizi kepada masyarakat, khususnya para penerima manfaat program MBG.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Binjai, Rizqi Afnan Perangin-nangin, membenarkan adanya empat dapur SPPG yang saat ini tidak beroperasi dari total 41 SPPG yang berada di bawah koordinasinya.
“Ada empat dapur (SPPG) di Kota Binjai yang hari ini berhenti sementara beroperasi. Dari jumlah itu, dua dapur karena menunggu pencairan dana dari BGN Pusat, serta dua dapur lagi dikarenakan rekening,” ungkap Rizqi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (4/11/2026) siang.
Meski demikian, terdapat kabar baik bagi dua SPPG yang sebelumnya terkendala pendanaan. Rizqi menyebutkan, dana bantuan untuk kedua dapur tersebut telah dicairkan sehingga diperkirakan dapat kembali menjalankan operasional pada Kamis (5/11/2026).
“Barusan kita dapat kabar kalau dua dapur SPPG yang terkendala pendanaan, yaitu SPPG Limau Mungkur 003 dan satu lagi berada di Kecamatan Binjai Utara, dananya baru dicairkan. Artinya besok mereka bisa kembali beroperasi untuk memenuhi kebutuhan gizi para penerima manfaat,” jelasnya.
Namun, persoalan belum sepenuhnya selesai. Dua SPPG lainnya yang berada di Kecamatan Binjai Utara masih harus menghentikan kegiatan operasional akibat perbaikan virtual account.
Menurut Rizqi, hingga Rabu siang belum ada kepastian mengenai waktu kedua dapur tersebut dapat kembali beroperasi.
“Kedua SPPG tersebut ada perbaikan virtual account. Jadi belum bisa beroperasi sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Pun begitu setiap hari kita follow up terus,” ujarnya.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa keberlangsungan program MBG tidak hanya bergantung pada kesiapan dapur, bahan pangan dan tenaga pelayanan, tetapi juga kelancaran administrasi serta mekanisme penyaluran anggaran.
Di sisi lain, penghentian operasional SPPG, meskipun bersifat sementara, patut menjadi perhatian serius. Sebab, program yang menyangkut pemenuhan gizi masyarakat membutuhkan kepastian pelayanan agar penerima manfaat tidak dirugikan akibat persoalan administrasi maupun pendanaan.
Kini, perhatian tertuju pada penyelesaian kendala rekening virtual dua SPPG di Binjai Utara. Publik tentu berharap persoalan tersebut segera dituntaskan sehingga seluruh dapur dapat kembali beroperasi dan pelayanan MBG berjalan normal.
Sebab, program pemenuhan gizi bukan sekadar urusan administrasi dan pencairan anggaran, melainkan menyangkut hak penerima manfaat yang harus tetap menjadi prioritas. (kus)

















