Kontraktor Langkat Kecewa, Bank Sumut Stabat Diduga Tahan Pencairan Dana

- Jurnalis

Rabu, 1 Januari 2025 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkat –METROLANGKAT.COM

Para pemborong dan kontraktor di Langkat mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan Bank Sumut Cabang Stabat.

Pasalnya, proses pencairan dana yang telah dikirimkan oleh BPKAD melalui SP2D sejak Jumat lalu hingga kini belum diterima oleh para kontraktor, diduga karena kelalaian pihak bank.

Salah seorang, Ketua Asosiasi Kontraktor Indonesia Sumatera Utara, menyampaikan keluhannya sekaligus kekecewaanya kepada METROLANGKAT.COM, Selasa, (31/12).

Ia menyoroti keterlambatan pihak Bank Sumut dalam meng-input transaksi, meskipun dana dari BPKAD sudah masuk ke rekening Bank Sumut.

“Dari semalam kita tanya, ‘Oh, belum masuk, Bang, belum masuk,’ karena belum di-input sama pihak Bank. Hari ini, tanggal 31 Desember, kita mau tarik. Ternyata mereka sudah buat pengumuman di tanggal 31 Desember tidak boleh ada transaksi tarik dari Bank Sumut,” ujarnya dengan nada kecewa.

Baca Juga :  Kejar KBMI 2, Bobby Nasution Pacu Bank Sumut Naik Kelas

Kontraktor berbadan tegab ini  menuding, keputusan Bank Sumut untuk menunda transaksi di akhir tahun ini sebagai upaya untuk memperbaiki laporan keuangan mereka.

“Maknanya mereka cuma mengejar dividen biar bagus catatan bukunya di tanggal 31 Desember. Celaka, sementara pemborong sudah punya komitmen mau membayar hutang panglong dan gaji karyawan hari ini,” tegasnya.

Ia juga mengkritisi sistem yang lambat, di pihak Bank Sumut.

Menurut pria yang ramah dengan wartawan ini, SP2D seharusnya dapat diinput lebih cepat, mengingat banyak kontraktor yang bekerja tanpa uang muka dan sangat bergantung pada pembayaran tepat waktu.

“Kami ini sudah kerja tanpa uang muka, tanpa pembayaran. Gila ini di akhir tahun seperti ini. Kalau kontraktor ngamuk, nanti dibilangnya, ‘Kejam.’ Gimana nih Bank Sumut ? perlu berbenah untuk memperbaiki kinerja,” tambahnya.

Baca Juga :  DWP Langkat Bekali Anggota Keterampilan Penanganan Darurat Medis

Rekanan yang telah malang melintang didunia proyek ini juga menyebutkan  pelayanan di BPKAD sudah berjalan sebagaimana mestinya, Sayangnya di pihak Bank Sumut yang lalai, untuk itu kita mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Sumut untuk memastikan pelayanan publik yang lebih baik, terutama dalam hal pembayaran kontraktor yang mendukung pembangunan daerah.

Hingga berita ini ditulis, pihak Bank Sumut Cabang Stabat belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan ini.

Namun, para kontraktor berharap masalah ini dapat segera diselesaikan agar tidak menimbulkan dampak lebih luas pada perekonomian lokal. (Yong)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasasi Akuang Kandas di MA, Vonis 10 Tahun dan Uang Pengganti Rp856,8 Miliar Berkekuatan Hukum
Staf Khusus Menteri IMIPAS Apresiasi Transformasi Lapas Binjai
Siswi Peraih Emas Olimpiade Asia Dapat Beasiswa hingga Rumah dari Bobby
Cuaca Ekstrem Terjang Binjai, Pohon Tumbang Timpa Pedagang Bakso
Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Tampilkan Mobil Hias hingga Ritual Erpangir Ku-Lau
APMPEMUS Apresiasi Ketegasan Ricky Anthony Soal Etika Paripurna
Bobby dan DPRD Sumut Sepakati Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Suami Tersangka Penipuan Minta Propam Poldasu Periksa Penyidik Polres Binjai
Berita ini 139 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Kasasi Akuang Kandas di MA, Vonis 10 Tahun dan Uang Pengganti Rp856,8 Miliar Berkekuatan Hukum

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:27 WIB

Staf Khusus Menteri IMIPAS Apresiasi Transformasi Lapas Binjai

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:54 WIB

Siswi Peraih Emas Olimpiade Asia Dapat Beasiswa hingga Rumah dari Bobby

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:53 WIB

Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Tampilkan Mobil Hias hingga Ritual Erpangir Ku-Lau

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:40 WIB

APMPEMUS Apresiasi Ketegasan Ricky Anthony Soal Etika Paripurna

Berita Terbaru