Foto : Sekitar 65 siswa SMA Negeri 4 Kota Tegal mengikuti kegiatan tersebut bersama Puskesmas Tegal Timur. Sementara itu, kegiatan di SMA Negeri 2 Kota Tegal diikuti sekitar 60 siswa dengan melibatkan Puskesmas Tegal Barat.(ist)
Tegal ~ metrolangkat.com
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 18 Universitas Alma Ata menggelar edukasi pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui program SEHATI atau “Sehat Hari Ini, Bebas PTM di Masa Depan” di dua sekolah menengah atas di Kota Tegal.
Kegiatan berlangsung di SMA Negeri 4 Kota Tegal pada 7 September 2026 dan SMA Negeri 2 Kota Tegal pada 8 September 2026 dengan melibatkan sekitar 125 siswa.
Program tersebut tidak hanya berupa penyuluhan kesehatan, tetapi juga menghadirkan SEHATI Corner sebagai media edukasi yang dapat dimanfaatkan sekolah setelah kegiatan KKN berakhir.
Mahasiswa bekerja sama dengan pihak sekolah dan Puskesmas setempat untuk mengenalkan faktor risiko PTM sekaligus mendorong siswa membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia remaja.
Sekitar 65 siswa SMA Negeri 4 Kota Tegal mengikuti kegiatan tersebut bersama Puskesmas Tegal Timur. Sementara itu, kegiatan di SMA Negeri 2 Kota Tegal diikuti sekitar 60 siswa dengan melibatkan Puskesmas Tegal Barat.
Tenaga kesehatan dari masing-masing Puskesmas memberikan pemahaman kepada siswa mengenai Penyakit Tidak Menular, faktor-faktor risiko, serta pentingnya melakukan langkah pencegahan sejak usia muda.
Edukasi Kesehatan Dimulai dari Cita-Cita Siswa
Rangkaian kegiatan SEHATI diawali dengan permainan bertajuk “Raih Cita-Citamu”. Dalam permainan tersebut, para siswa diminta menuliskan cita-cita yang ingin mereka capai pada masa mendatang.
Melalui aktivitas tersebut, siswa diajak memahami bahwa menjaga kesehatan sejak remaja menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan dan mewujudkan rencana masa depan.
Setelah permainan, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai Penyakit Tidak Menular.
Hasil tahapan tersebut kemudian menjadi bagian dari proses edukasi yang dilanjutkan dengan penyampaian materi dari tenaga kesehatan Puskesmas.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan PTM, faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit, hingga kebiasaan hidup sehari-hari yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan.
Penyuluhan berlangsung secara interaktif. Para siswa diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai kesehatan maupun kebiasaan sehari-hari yang berkaitan dengan upaya pencegahan PTM.
Setelah penyampaian materi dan sesi tanya jawab selesai, siswa kembali mengikuti post-test. Tahapan tersebut digunakan untuk melihat pemahaman peserta setelah memperoleh edukasi sekaligus mengukur peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan Penyakit Tidak Menular.
SEHATI Corner Jadi Media Edukasi Berkelanjutan
Selain edukasi secara langsung, mahasiswa KKN-T Kelompok 18 Universitas Alma Ata membuat SEHATI Corner yang ditempatkan di lingkungan sekolah.
Media tersebut dirancang sebagai sarana informasi kesehatan yang dapat diakses siswa dalam kegiatan sehari-hari. Informasi yang disampaikan berkaitan dengan kehidupan remaja dan langkah sederhana untuk menjaga kesehatan.
Pesan yang ditampilkan antara lain pentingnya mengonsumsi makanan sehat, memperbanyak minum air putih, melakukan aktivitas fisik, mendapatkan waktu tidur yang cukup, serta menghindari kebiasaan yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit tidak menular.
SEHATI Corner ditempatkan di area sekolah agar dapat dengan mudah dilihat dan dimanfaatkan siswa. Salah satu bagian media tersebut juga dapat diperbarui secara berkala menggunakan informasi kesehatan terbaru sehingga tetap relevan meskipun program KKN telah selesai.
Penanggung jawab kegiatan, Roina, mengatakan SEHATI Corner sengaja dibuat agar pesan mengenai kesehatan tidak berhenti setelah penyuluhan selesai.
“Kami ingin siswa tetap bisa mengingat materi yang sudah disampaikan. Jadi kami membuat SEHATI Corner sebagai media edukasi yang bisa digunakan sekolah dalam jangka panjang,” ujar Roina dilansir dari Berita Headline.co.id.
Bangun Kebiasaan Sehat Sejak Remaja
Menurut Roina, pengenalan mengenai pencegahan Penyakit Tidak Menular penting diberikan sejak usia remaja. Kebiasaan hidup sehat perlu mulai dibangun sejak dini agar dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Karena itu, pendekatan program SEHATI tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong siswa memahami hubungan antara kondisi kesehatan saat ini dengan kehidupan mereka pada masa depan.
Program SEHATI merupakan bagian dari kegiatan KKN Universitas Alma Ata dengan Tia Aggeng Kirana, S.Kes., MKM sebagai dosen pembimbing.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa bekerja sama dengan pihak SMA Negeri 2 Kota Tegal, SMA Negeri 4 Kota Tegal, Puskesmas Tegal Barat, serta Puskesmas Tegal Timur.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memberikan edukasi kesehatan kepada siswa sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan PTM sejak usia sekolah.
Melalui program “SEHATI: Sehat Hari Ini, Bebas PTM di Masa Depan”, mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata berharap siswa semakin memahami risiko Penyakit Tidak Menular dan mulai menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Keberadaan SEHATI Corner juga diharapkan dapat terus dimanfaatkan pihak sekolah sebagai media edukasi sehingga pesan mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan PTM dapat disampaikan secara berkelanjutan kepada para siswa.(adv)

















