Tiorita Br Surbakti: Ketika Seorang Ibu Memikul Amanah Satu Juta Harapan Langkat

Metro Langkat

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto  : Ilustrasi Tiorita Br Surbakti  Memikul Amanah Satu Juta Harapan Langkat.(ist)

Oleh: Yong Ganas

LANGKAT – Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana Tuhan menulis jalan hidup seseorang.Ada yang hidupnya mulus. Ada pula yang harus melewati jalan penuh batu, air mata, dan ujian.

Mungkin, jalan hidup seperti itulah yang sedang dijalani Tiorita Br Surbakti. Hari ini ia berdiri sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat. Sebuah jabatan yang bagi sebagian orang tampak bergengsi. Namun bagi Tiorita, jabatan itu justru datang ketika Kabupaten Langkat sedang berada dalam situasi yang tidak mudah.

Ia menerima amanah setelah Bupati Langkat H. Syah Afandin tidak dapat menjalankan tugas karena sedang menghadapi proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sejak saat itu, seluruh beban pemerintahan berada di pundaknya. Padahal yang dipikul bukan hanya jabatan.

Tetapi juga harapan hampir 1,1 juta penduduk Kabupaten Langkat yang tersebar di 23 kecamatan, dari pesisir hingga pegunungan. Beban itu jelas tidak ringan.

Langkat Bukan Kabupaten Kecil

Memimpin Langkat tidak sama seperti memimpin daerah dengan persoalan sederhana. Kabupaten ini memiliki jaringan jalan kabupaten lebih dari 1.500 kilometer. Namun hingga kini, masih banyak ruas jalan yang membutuhkan penanganan serius agar masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman.

Belum lagi persoalan banjir yang berulang, pendidikan, pelayanan kesehatan, kemiskinan, pengangguran, hingga kebutuhan pembangunan desa-desa yang masih terus menunggu perhatian.

Di atas kertas memang APBD Langkat mencapai sekitar Rp2,6 triliun. Angka itu terlihat besar.

Namun ketika harus dibagi untuk membayar gaji pegawai, belanja wajib, pelayanan kesehatan, pendidikan, pembangunan jalan, irigasi, bantuan sosial hingga kebutuhan 23 kecamatan, ruang gerak pemerintah menjadi sangat terbatas.

Baca Juga :  Tiorita Luncurkan Lintas Prima, Urus KTP, Akta Lahir hingga Akta Kematian Kini Bisa di Rumah Sakit

Karena itulah, tidak semua persoalan bisa diselesaikan hanya dalam hitungan bulan.

Di Balik Jabatan, Ada Seorang Ibu

Yang sering dilupakan masyarakat, Tiorita bukan hanya seorang pemimpin. Ia juga seorang ibu. Ia memiliki anak-anak yang tetap membutuhkan kasih sayang. Ia juga seorang istri.

Dan sebagai manusia biasa, ia pernah merasakan salah satu ujian hidup yang mungkin tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Ketika sang suami, Terbit Rencana Perangin Angin, masih menjabat sebagai Bupati Langkat, cobaan besar datang silih berganti.

Suaminya harus berhadapan dengan proses hukum dalam sejumlah perkara yang menyita perhatian nasional.

Belum selesai ujian itu, putra semata wayangnya juga harus menjalani proses hukum.

Bayangkan…

Dalam waktu yang hampir bersamaan, suami dan anak yang sangat dicintainya harus berurusan dengan hukum. Bagi seorang ibu, keadaan seperti itu tentu sangat menghancurkan.

Mungkin banyak orang yang akan memilih menutup diri. Mungkin ada yang menyerah.

Mungkin pula ada yang menyalahkan keadaan. Namun Tiorita memilih jalan yang berbeda.

Ia tetap berdiri.

Tetap menjalani hidup. Tetap menyapa orang dengan senyum.

Tak banyak orang tahu bagaimana ia menyimpan luka itu sendirian.

Takdir Membawanya Kembali ke Panggung

Waktu terus berjalan. Ketika Pilkada Langkat 2024 digelar, Tiorita kembali dipercaya mendampingi H. Syah Afandin.

Pasangan dengan slogan SATRIA berhasil memenangkan Pilkada. Mereka kemudian dilantik Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Kabupaten Langkat.

Namun roda kehidupan kembali berputar. Belum lama menjalankan amanah, badai kembali datang. Syah Afandin tersandung persoalan hukum sehingga Tiorita harus mengambil alih kepemimpinan pemerintahan.

Sejak hari itu pula, berbagai tudingan, bisik-bisik, hingga komentar miring bermunculan. Ada yang mendukung.

Baca Juga :  Haul Tuan Guru Besilam ke-102: Pemerintah Langkat Teguhkan Komitmen Spiritual dan Budaya

Ada pula yang mencibir. Sebagai seorang perempuan, tentu semua itu bukan perkara mudah. Tetapi Tiorita memilih menjawab semuanya dengan kerja.

Terbang ke Jakarta Demi Langkat

Saat banjir besar melanda Langkat, ia tidak tinggal diam. Bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), ia mendatangi kementerian di Jakarta.

Ia mengetuk pintu pemerintah pusat. Ia membawa harapan puluhan ribu warga yang terdampak bencana. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Pemerintah pusat memberikan respons positif terhadap usulan bantuan bagi masyarakat Langkat.

Mungkin tidak semua orang melihat perjuangan itu. Namun begitulah cara seorang pemimpin bekerja. Tidak banyak bicara. Lebih banyak mencari jalan keluar.

Bukan Pemimpin yang Sempurna

Tentu saja Tiorita bukan manusia sempurna. Ia memiliki kekurangan. Ia tidak mungkin mampu menyelesaikan semua persoalan Langkat seorang diri.

Tetapi di tengah keterbatasan anggaran, luasnya wilayah, banyaknya jalan yang harus diperbaiki, serta besarnya harapan masyarakat, ia tetap memilih untuk bekerja. Ia sadar, membangun Langkat bukan pekerjaan satu orang.

Melainkan pekerjaan bersama. Karena itu, yang dibutuhkan hari ini bukan hanya kritik. Tetapi juga doa, dukungan, dan semangat agar roda pemerintahan tetap berjalan. Sebab pada akhirnya, keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya ditentukan oleh dirinya sendiri.

Melainkan juga oleh masyarakat yang mau berjalan bersama. Dan di balik senyum yang selalu menghiasi wajahnya, Tiorita Br Surbakti sedang memikul beban yang mungkin tidak semua orang sanggup memikulnya.

Ia bukan hanya memimpin sebuah kabupaten. Ia sedang menjaga harapan hampir satu juta warga Langkat, sembari tetap menjadi seorang ibu, seorang istri, dan seorang perempuan yang memilih tegar meski berkali-kali diterpa badai.(Red)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiorita Buka MTQ ke-59 Langkat, Cetak Generasi Qurani Menuju Langkat Berkah
18 Tahun Menanti, Tanggul Sungai Wampu Akhirnya Dibangun! Usulan Tiorita Disetujui Bobby, Anggaran Rp14,5 Miliar
Editorial : Di Balik Senyum Tiorita, Ada Badai Kehidupan yang Tak Semua Orang Tahu
Tiorita Ajak Masyarakat Langkat Bersatu Lawan Narkoba, Lindungi Generasi Muda
Tiorita Gandeng Kajati Sumut, Perkuat Benteng Antikorupsi di Langkat
4 Kesalahan Aplikasi Sealant yang Bisa Mempengaruhi Daya Rekat
Tiorita Perkuat Infrastruktur Jalan, Ekonomi Warga Secanggang Makin Lancar
Dari Langkat ke Layar Dunia: Video Pendek Buka Peluang Baru bagi Wisata dan UMKM Lokal
Berita ini 141 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 06:12 WIB

Tiorita Buka MTQ ke-59 Langkat, Cetak Generasi Qurani Menuju Langkat Berkah

Kamis, 5 November 2026 - 12:10 WIB

18 Tahun Menanti, Tanggul Sungai Wampu Akhirnya Dibangun! Usulan Tiorita Disetujui Bobby, Anggaran Rp14,5 Miliar

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:56 WIB

Editorial : Di Balik Senyum Tiorita, Ada Badai Kehidupan yang Tak Semua Orang Tahu

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Tiorita Ajak Masyarakat Langkat Bersatu Lawan Narkoba, Lindungi Generasi Muda

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Tiorita Gandeng Kajati Sumut, Perkuat Benteng Antikorupsi di Langkat

Berita Terbaru