Aktivis Hukum Soroti Penggusuran PKL, Nilai Pemko Binjai Abaikan Rakyat Kecil

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Aktivis Hukum Soroti Penggusuran PKL(ist)

Binjai – metrolangkat.com

Aktivis hukum Kota Binjai, Dhani Aulya Lubis, menyoroti kebijakan penggusuran yang dilakukan Pemerintah Kota Binjai melalui Tim Terpadu di sejumlah titik dalam beberapa waktu terakhir.

Dhani menilai, penertiban puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) tanpa disertai solusi alternatif lokasi berjualan menunjukkan kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat kecil.

“Para pedagang digusur tanpa diberikan solusi. Mereka merasa dizalimi, padahal hanya mencari nafkah untuk keluarga. Sementara masih banyak persoalan lain di Kota Binjai yang harus dibenahi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/4).

Ia menegaskan, sebagai kepala daerah, Wali Kota Binjai seharusnya bersikap bijaksana dan menghadirkan solusi, bukan sekadar melakukan penertiban.

Baca Juga :  Ribuan Warga Meriahkan Jalan Santai Hari Bhayangkara ke-80 di Binjai,

“Kalau memang mau ditertibkan, jangan tebang pilih. Banyak pelanggaran lain yang dibiarkan, seperti penggunaan trotoar untuk usaha di sejumlah titik, tapi tidak disentuh,” tegasnya.

Dhani juga menilai, penertiban justru terkesan menyasar masyarakat kecil, sementara pelanggaran lain yang lebih serius belum menjadi prioritas.

“Seharusnya yang ditertibkan lebih dulu itu tempat-tempat yang melanggar aturan berat seperti barak narkoba atau lokasi maksiat, bukan pedagang kecil,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti berbagai persoalan mendasar di Kota Binjai yang dinilai belum tertangani dengan baik, seperti infrastruktur jalan berlubang, persoalan sampah, hingga parkir.

“Masih banyak jalan rusak yang menyebabkan kecelakaan. Belum lagi masalah sampah dan parkir. Ini yang seharusnya menjadi prioritas,” ujarnya.

Baca Juga :  GLCM Rayakan HUT Ke-4 dengan Touring dan Camping di Sembahe View

Dhani juga mengungkap kisah seorang ibu rumah tangga yang lapak usahanya di Jalan Bandung dibongkar. Ia menyebut, ibu tersebut menangis karena merasa dikhianati.

“Ibu itu mengaku pernah menjadi bagian dari tim sukses wali kota, dengan harapan kebijakan akan berpihak pada rakyat kecil. Tapi justru merasa kecewa,” ungkapnya.

Ia berharap Pemerintah Kota Binjai dapat lebih mengedepankan pendekatan humanis dalam menata kota, termasuk membina para pedagang serta menyediakan lokasi yang layak untuk berusaha.

“Penegakan Perda penting, tapi harus dibarengi hati nurani. Masyarakat butuh kerja. Jangan sampai kebijakan justru menambah pengangguran,” pungkasnya. (Kus/red)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPN Hinai Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada Peserta Duta Museum Langkat
Rico Waas Kerahkan Alat Berat dan Tim Medis, Dua Korban Ledakan Grand Polonia Masih Dicari
Sulthan Langkat XIV Temui Ricky Anthony, Perkuat Sinergi Bangun Negeri Bertuah
DPRD Langkat Sepakat Tutup Blue Night, Mahasiswa Kawal Hingga Pembongkaran
KPK Mulai Periksa Saksi Kasus Suap Bupati Langkat Nonaktif, Kadisdik hingga Ketua APDESI Dipanggil
DWP Langkat Bekali Anggota Keterampilan Penanganan Darurat Medis
Nobar Final Piala Dunia 2026, Rico Waas : Sportivitas dan Kebersamaan Kekuatan Medan
PB IMBI-SU Tantang Kapolres Binjai Usut Dugaan CPO Ilegal
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:41 WIB

SPN Hinai Tanamkan Wawasan Kebangsaan kepada Peserta Duta Museum Langkat

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:49 WIB

Rico Waas Kerahkan Alat Berat dan Tim Medis, Dua Korban Ledakan Grand Polonia Masih Dicari

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:27 WIB

Sulthan Langkat XIV Temui Ricky Anthony, Perkuat Sinergi Bangun Negeri Bertuah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:06 WIB

DPRD Langkat Sepakat Tutup Blue Night, Mahasiswa Kawal Hingga Pembongkaran

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:27 WIB

DWP Langkat Bekali Anggota Keterampilan Penanganan Darurat Medis

Berita Terbaru