Tapteng – METROLANGKAT.COM
Niat baik berujung maut. Seorang pria berinisial E Manalu (36) tewas mengenaskan usai mencoba melerai cekcok di sebuah warung tuak di Dusun III, Desa Hudopa Nauli, Kecamatan Kolang, Senin malam (23/2/2026).
Malam itu, warung tuak yang biasanya riuh canda mendadak berubah menjadi arena kekerasan
Adu mulut antara pelaku berinisial DH (40) dan seorang pengunjung lain memantik ketegangan. Korban EM yang berada di lokasi berinisiatif menenangkan suasana.

Ia merangkul DH dan membawanya menjauh dari kerumunan, menuju rumah pelaku.
Namun siapa sangka, langkah damai itu justru menjadi awal petaka.
Di halaman rumah, emosi disebut kembali memuncak. Kontak fisik tak terhindarkan. Dalam hitungan menit, situasi berubah brutal.

DH diduga mengambil kayu sepanjang sekitar 80 sentimeter dan batu sungai yang ada di sekitar lokasi, lalu menghantamkannya ke tubuh korban.
Pukulan keras di bagian kepala dan wajah membuat EM tersungkur. Nyawanya tak tertolong.
Kapolsek Kolang, AKP I.E. Simatupang, membenarkan peristiwa tersebut. Tim Inafis telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa kayu, batu sungai, serta pakaian korban.
Ironisnya, setelah kejadian, DH yang juga mengalami luka di pipi kanan justru mendatangi rumah Kepala Dusun dan menyerahkan diri.
Dari sana, ia dibawa ke Polsek Kolang dan kini ditangani Satreskrim Polres Tapanuli Tengah.
Jenazah korban telah dibawa ke RSUD Pandan untuk autopsi atas permintaan keluarga, guna memperkuat proses hukum.
Kasus ini menyisakan ironi: niat melerai pertengkaran di meja tuak, berakhir dengan darah di halaman rumah. Polisi memastikan penyidikan berjalan dan pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku.(Rel/kdg)


















