22 Korban Kebakaran Terra Drone Teridentifikasi dan Dipulangkan ke Keluarga

- Kontributor

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reporter: Ari Anggara Sr

JakartaMETROLANGKAT.COM

Seluruh 22 jenazah korban kebakaran kantor Terra Drone Indonesia di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, dinyatakan telah teridentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri Kramat Jati.

Proses identifikasi selesai pada Rabu (10/12/2025) sore dan langsung dilanjutkan dengan pemulangan sejumlah jenazah kepada pihak keluarga.

Dari data resmi tim DVI, 22 korban tewas tersebut terdiri dari:

  • 15 perempuan
  • 7 laki-laki

Seluruh korban diketahui merupakan karyawan yang berada di dalam gedung saat kebakaran. Dua identitas yang sempat menjadi perhatian publik karena telah lebih dulu diberitakan media nasional, yakni:

  • Rufaidha Lathiifunnisa, 22 tahun
  • Novia Nurwana, 28 tahun, diketahui tengah hamil tujuh bulan saat insiden terjadi
Baca Juga :  Pemerintah Tapteng Kerahkan Seluruh Jajaran untuk Penanganan Bencana

Proses identifikasi dilakukan dengan metode forensik lengkap, antara lain pencocokan sidik jari, dental record, pemeriksaan medis, serta verifikasi barang pribadi milik korban.

Tim DVI menyatakan seluruh jenazah kini telah terverifikasi secara akurat dan tak lagi menyisakan jenazah tanpa identitas.

Informasi dari sumber kepolisian mengungkapkan bahwa kebakaran dipicu ledakan baterai litium di lantai pertama gedung, yang disebut digunakan sebagai lokasi penyimpanan sekaligus pengujian baterai drone.

Ledakan memunculkan api yang kemudian menyebar dengan cepat ke lantai atas, disertai kepulan asap pekat yang membuat banyak karyawan terjebak.

Saat insiden terjadi, gedung dalam kondisi ramai karena memasuki jam istirahat kerja. Upaya pemadaman api melibatkan 101 personel pemadam kebakaran dengan dukungan 28 unit mobil damkar. Api baru berhasil dipadamkan setelah beberapa jam.

Baca Juga :  Prof Djohar Arifin Klarifikasi: Gelar Datuk Mulia Perkasa Sudah Saya Kembalikan Sejak 2021

Pada malam harinya, jenazah-jenazah korban mulai dipulangkan ke keluarga masing-masing setelah proses administrasi dan pemulasaraan selesai dilakukan.

Tangis haru mewarnai ruang duka RS Polri ketika petugas mulai menyerahkan peti jenazah satu per satu.

Sejumlah keluarga tampak terpukul, terlebih setelah menunggu proses identifikasi selama beberapa hari.

Pihak Terra Drone Indonesia disebut masih menyiapkan pernyataan resmi mengenai tindak lanjut penanganan korban dan evaluasi internal perusahaan.

Tim Telisik.co.id akan terus memantau jalannya investigasi, termasuk hasil pemeriksaan teknis mengenai dugaan ledakan baterai litium dan potensi kelalaian prosedural dalam penyimpanan material sensitif tersebut.(***)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buka Puasa 1.500 Jamaah di Masjid Al-Musabbihin, Rico Waas Minta Doa Warga
Tahanan Kabur dari PN Stabat Tewas Usai Kecelakaan Saat Melarikan Diri ke Aceh
Bobby Nasution Soroti Kesenjangan Rp2,1 T dari Kebutuhan Rp30 T
Fahrudin Koto Terpilih sebagai Ketua ISARAH Kota Binjai
Asap Tebal Picu Kecelakaan Beruntun di Tol Binjai–Langsa
Kena OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dibawa ke Jakarta
Kunker ke Binjai Batal, Jaksa Agung Pilih Lanjut Agenda di Medan
Tinjau Sungai Tukka, Bobby Siapkan Tanggul dan Sabo Dam Cegah Banjir
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:18 WIB

Buka Puasa 1.500 Jamaah di Masjid Al-Musabbihin, Rico Waas Minta Doa Warga

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:14 WIB

Tahanan Kabur dari PN Stabat Tewas Usai Kecelakaan Saat Melarikan Diri ke Aceh

Senin, 9 Maret 2026 - 19:23 WIB

Bobby Nasution Soroti Kesenjangan Rp2,1 T dari Kebutuhan Rp30 T

Senin, 9 Maret 2026 - 13:11 WIB

Fahrudin Koto Terpilih sebagai Ketua ISARAH Kota Binjai

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:20 WIB

Asap Tebal Picu Kecelakaan Beruntun di Tol Binjai–Langsa

Berita Terbaru