Videonya Viral..! Polisi Amankan Pelajar Berseragam Pramuka yang Hajar Dua Remaja di Langkat

- Jurnalis

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan gambar : RY (16) dan Sy (16) pelajar berseragam Pramuka yang menghajar Bima dan Nazril saat dimintai keterangan oleh penyidik Unit PPA Polres Langkat, Sabtu (25/10) sore.(yong)

Keterangan gambar : RY (16) dan Sy (16) pelajar berseragam Pramuka yang menghajar Bima dan Nazril saat dimintai keterangan oleh penyidik Unit PPA Polres Langkat, Sabtu (25/10) sore.(yong)

LANGKATMETROLANGKAT.COM

Suara tawa sekelompok pelajar berseragam Pramuka di tepi jalan Dusun VII, Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, tiba-tiba berubah jadi amarah.

Dari kejauhan, dua remaja tampak melintas perlahan menaiki sepeda motor tua. Motor itu tersendat-sendat, seperti kehabisan bensin.

Salah satu di antara mereka, Bima (16), mencoba menarik gas lebih tinggi agar mesin tak mati. Tapi saat itulah, tawa mengejek dari arah sekelompok pelajar itu terdengar. Ia mengabaikan, mencoba berlalu.

Namun belum sempat jauh, langkah beberapa pelajar mendekat cepat, menghadang, dan… amarah pun meledak.

“Aku sama Nazril naik kereta (sepeda motor–red). Karena keretanya tua, sering nyendat-nyendat kayak kehabisan bensin. Waktu keretanya nyendat, kugas tinggi, takut mati keretanya.

Waktu itulah mereka (pelajar–red) ngetawain,” tutur Bima, mengingat kembali kejadian yang menimpanya bersama rekannya Nazril (15).

Beberapa pukulan menghantam tubuh mereka. Video singkat berdurasi sekitar 30 detik yang merekam aksi kekerasan itu kemudian viral di media sosial, memicu kemarahan publik. Pelajar berseragam Pramuka tampak memukuli dua remaja tanpa perlawanan berarti.

Baca Juga :  Darurat Narkoba, Mahasiswa Tuntut Kapolres Labuhanbatu Dicopot

Video tersebut cepat beredar dari satu akun ke akun lain. Warganet mengecam keras aksi kekerasan yang dianggap mencoreng nama dunia pendidikan dan Pramuka itu.

Mengetahui video tersebut ramai diperbincangkan, Polres Langkat bergerak cepat. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) langsung berkoordinasi dengan Polsek Hinai dan Polsek Tanjungpura.

Tak butuh waktu lama, dalam hitungan jam, identitas para pelaku dan korban berhasil diketahui.

Dua pelaku utama berinisial Ry (16) dan La (16) keduanya warga Tanjungpura, bersama satu rekannya yang turut berada di lokasi, berhasil diamankan. Polisi juga membawa dua korban dan beberapa saksi ke Polres Langkat untuk dimintai keterangan.

Sabtu (25/10) sore, ruang Unit PPA Polres Langkat tampak sibuk. Di dalamnya, pemeriksaan terhadap para pelaku, korban, dan saksi masih berlangsung.

Baca Juga :  Antar Keponakan Pulang, Wanita Ini Malah Dituduh Membunuh Demi Asuransi 5 Miliar

Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, langsung turun tangan. Ia menginstruksikan jajarannya menangani kasus ini secara profesional dan transparan.

“Kita sudah amankan pelaku dan korban untuk dimintai keterangan. Kasus ini tetap kita proses sesuai hukum yang berlaku,” tegas AKBP David Triyo Prasojo.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras tentang maraknya kekerasan di kalangan pelajar. Dari ejekan kecil di jalan, berujung pada pemukulan dan trauma yang membekas.

Sementara masyarakat Langkat berharap kasus ini menjadi pelajaran, agar seragam Pramuka yang seharusnya simbol kedisiplinan dan kebersamaan, tidak lagi ternoda oleh amarah remaja yang tak terkendali.

Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan terhadap para pihak masih berlangsung di Polres Langkat. Polisi terus mendalami motif serta peran masing-masing pelaku dalam video kekerasan yang kini telah menjadi perhatian luas publik.(Yong)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Razia Gabungan di Hotel Binjai, Tiga Pengunjung Positif Narkoba Direhabilitasi
Curi Lembu Warga Salapian, Pasangan Kekasih Terjungkal ke Parit Dikejar Massa
Ricky Anthony Apresiasi Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Medan
Dipergoki Mencuri Sawit, Pria di Wampu Ancam Warga dengan Kelewang, Kasus Dilaporkan ke Polisi
Operasi Antik Toba 2026: Polres Binjai Bongkar 23 Kasus Narkoba, 28 Tersangka Dibekuk
Empat Terduga Pelaku Pengeroyokan Polisi Diduga Dilepas Polisi, Polres Binjai Disoal
Warga Ngaku Laporan Maling Ditolak Polisi, Kini Dipanggil Gegara ‘Hakimi’ Pelaku
THM Phantom Direkom Tutup Usai Digerebek, Polisi Temukan Dugaan Peredaran Narkoba
Berita ini 245 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:38 WIB

Razia Gabungan di Hotel Binjai, Tiga Pengunjung Positif Narkoba Direhabilitasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:37 WIB

Curi Lembu Warga Salapian, Pasangan Kekasih Terjungkal ke Parit Dikejar Massa

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:47 WIB

Ricky Anthony Apresiasi Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Medan

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:10 WIB

Dipergoki Mencuri Sawit, Pria di Wampu Ancam Warga dengan Kelewang, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:58 WIB

Operasi Antik Toba 2026: Polres Binjai Bongkar 23 Kasus Narkoba, 28 Tersangka Dibekuk

Berita Terbaru

Ekonomi dan Bisnis

Kasus Korupsi MBG Meluas, Sony Sonjaya Sebut Banyak Pihak Terlibat

Kamis, 18 Jun 2026 - 13:06 WIB

Internasional

Hubungan Memanas? Trump Sebut Netanyahu Harus Lebih Bertanggung Jawab

Kamis, 18 Jun 2026 - 11:10 WIB