Pakar Ungkap Dari Kebiasaan Makan Bisa Gambarkan Sifat Asli Kamu

- Jurnalis

Minggu, 18 Agustus 2024 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto ilustrasi perempuan sedang makan buah.(int)

Poto ilustrasi perempuan sedang makan buah.(int)

METROLANGKAT.COM

Setiap orang memiliki kebiasaan makan yang bervariasi. Ada yang suka makan dengan cepat, tapi nggak sedikit juga yang makan dengan lambat sambil menikmati tontonan misalnya. Kamu tipe yang mana, Ladies?

Bukan sekadar kebiasaan, cara makan seseorang ternyata bisa menggambarkan sifatnya yang sebenarnya lho. Pakar perilaku makanan di Los Angeles dan pendiri firma penelitian soal perilaku makanan, Juliet Boghossian menyebut bahwa kita bisa membuat kesimpulan tentang kepribadiannya dari kebiasaan makannya.

“Kebiasaan yang berhubungan dengan makanan sebenarnya dapat mengungkapkan aspek kepribadian dan kecenderungan perilaku seseorang,” ujar Juliet seperti dikutip dari Huff Post.

Kita pasti memiliki setidaknya satu orang terdekat dengan kebiasaan ini. Di mana saat semua orang selesai dengan makanannya, dia masih berkutat dengan piringnya yang penuh. Menurut Juliet, slow eater biasanya adalah orang yang suka memegang kendali dan tahu bagaimana cara menghargai hidup. Mereka juga dianggap cenderung percaya diri dan lebih tenang.

Tapi, bisa juga orang-orang yang makan dengan perlahan sesekali hanya karena mereka sedang berada di suasana hati yang buruk. Sehingga mereka tidak memiliki energi bahkan untuk makan pun.

Baca Juga :  “Kapus Pematang Cengal Diduga 4 Tahun Jalankan Pungli Sistematis

Orang yang makan dengan lambat mungkin merasa tertinggal oleh rekannya. Namun psikolog di New York University, Julia Hormes mengungkapkan bahwa ada manfaat kesehatan dari kebiasaan makan itu.

“Makan dengan lambat berhubungan dengan penurunan asupan energi, peningkatan rasa kenyang, dan tingkat kenikmatan makanan yang lebih tinggi,” ungkap Julia.

Bisa dikatakan orang-orang ini kerap berpetualang terhadap apa yang dimakannya. Mereka tidak ragu untuk mencoba berbagai makanan yang terlihat menarik. Menurut Juliet, kebiasaan ini menunjukkan sisi keterbukaan seseorang dalam mencoba hal baru dengan keluar dari zona nyaman.

Tidak ada yang salah dengan kebiasaan itu. Namun psikolog Phil Mutz mengingatkan agar kamu tidak membawa orang lain ke dalam kebiasaan itu, karena setiap orang memiliki preferensi bahkan pantangan tertentu dalam makanan.

“Hati-hati, jangan menekan orang lain untuk mencoba banyak makanan seperti dirimu. Tidak semua orang bisa berpetualang dan cocok dengan makanan,” imbuh Phil.

Baca Juga :  Pertamina Regional Jawa Dukung Kesehatan Masyarakat Adat Baduy

Seorang picky eater mungkin tidak pernah lepas dari makanan kesukaan dan yang paling tidak disukainya di masa kanak-kanak. Kemungkinan mereka cenderung tidak menyukai masakan asing, misalnya hanya bisa mengonsumsi apa yang diberikan ibunya.

Menurut Julia, seseorang dengan kebiasaan makan ini terkadang memiliki masalah neurotik atau food neophobia, yakni keengganan untuk mencoba makanan baru. Kebiasaan ini juga bisa menunjukkan sifat tertentu darinya.

“Termasuk pencari sensasi, kecemasan, hingga neurotisisme yang merupakan pengalaman emosional yang negatif terhadap suatu hal. Mereka yang memiliki neophobia tinggi cenderung mengasosiasikan makanan yang dihindari karena rasa jijik,” tutur Julia.

Mereka disebut dengan kaum isolasionis. Seseorang dengan kebiasaan makan ini akan mendekati piringnya secara perlahan dan menghabiskan satu jenis makanan dulu sebelum berpindah ke makanan lainnya.

“Dia adalah orang yang sangat berorientasi pada detail dan selalu memikirkan segala sesuatunya secara menyeluruh,” imbuh Phil.

Senada dengan itu, Juliet juga menyebut kebiasaan ini menunjukkan kecenderungan sifat disiplin sekaligus keras kepala dalam menyelesaikan sesuatu.(kum/yong)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Sakit Bertaraf Internasional di Sumut, Tetap Layani Pasien BPJS
Kolaborasi Korpri dan Biofarma, ASN Sumut Antusias Ikuti Vaksinasi Kanker Serviks
Zakiyuddin Ajak Relawan Edukasi Keunggulan RS Pemerintah di Medan
Mengenal Lebih Dekat Profesi Bidan Indonesia: Peran Penting dalam Kesehatan Bangsa
Perkuat Layanan Terapi Sel, OG Hospital Gandeng RSPAD Gatot Soebroto
Lima Dokter Specialias Disekolahkan , RSUD Nias Barat Naik Kelas
Wabup Tiorita Hadiri Capping Day Akbid Langkat, 27 Mahasiswa Resmi Kenakan Cap
Rp7 Triliun Warga Sumut Berobat ke Luar Negeri, Bobby Nasution Tantang RS Tingkatkan Layanan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 17:35 WIB

Rumah Sakit Bertaraf Internasional di Sumut, Tetap Layani Pasien BPJS

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:38 WIB

Kolaborasi Korpri dan Biofarma, ASN Sumut Antusias Ikuti Vaksinasi Kanker Serviks

Selasa, 21 April 2026 - 17:32 WIB

Zakiyuddin Ajak Relawan Edukasi Keunggulan RS Pemerintah di Medan

Jumat, 6 Maret 2026 - 19:57 WIB

Mengenal Lebih Dekat Profesi Bidan Indonesia: Peran Penting dalam Kesehatan Bangsa

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:10 WIB

Perkuat Layanan Terapi Sel, OG Hospital Gandeng RSPAD Gatot Soebroto

Berita Terbaru