Lawan Institute Minta APH Gerak Cepat Audit Dana Desa Sei Musam Kendit

Metro Langkat

- Jurnalis

Minggu, 8 Juni 2025 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar : Kordinator Lingkar Institute Sumatera Utara, Abdul Rahim.(ist)

Langkat – Metrolangkat.com

Dugaan penyimpangan Dana Desa di Desa Sei Musam Kendit, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, menjadi sorotan tajam dari Abdul Rahim, Koordinator Lawan Institute Sumatera Utara.

Ia menilai kasus ini sebagai ancaman serius terhadap integritas tata kelola keuangan negara di tingkat desa.

“Ini bukan sekadar kelalaian administratif. Ini dugaan korupsi yang terang-terangan, memakai program fiktif sebagai kedok. Uang negara dirampok secara halus,” tegas Rahim, Jumat (7/6).

Ia mempertanyakan logika pengadaan alat penggilingan padi dan jagung di desa yang tidak memiliki lahan sawah.

“Kalau tidak ada sawah, kenapa beli penggilingan padi? Ini jelas akal-akalan,” katanya.

Baca Juga :  "Musrenbang Kecamatan Secanggang: Pj. Bupati Langkat Tekankan Pembangunan Berkelanjutan dan Prioritas Masyarakat"

Abdul Rahim juga mengecam sikap diam Kepala Desa yang enggan memberi klarifikasi ke media.

“Diam di tengah dugaan korupsi adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. Itu bukan sikap netral, tapi indikasi kuat adanya yang ditutupi,” tambahnya.

Lawan Institute mendesak Kejaksaan Negeri Langkat dan Polres Langkat segera bertindak.

Mereka juga menekankan pentingnya dukungan terhadap pernyataan Presiden Prabowo pada Hari Lahir Pancasila: korupsi harus diberantas dari pusat hingga desa.

“Ini momentum bagi aparat hukum untuk buktikan keberpihakan pada rakyat, bukan pada para pelaku manipulasi anggaran,” ucap Rahim.

Ia juga mendesak Dinas PMD Langkat tidak hanya bersembunyi di balik meja birokrasi. “Turun ke lapangan, periksa penggunaan anggaran Rp173 juta itu.

Baca Juga :  Tiorita Turun Tinjau Pengerjaan Jalan Kampung Nangka–Kepala Sungai Secanggang

Jangan biarkan manipulasi lolos hanya karena tidak ada pengawasan serius,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendorong audit menyeluruh oleh BPKP dan Inspektorat Daerah, serta penguatan kanal pelaporan masyarakat berbasis digital. “Warga harus berani bersuara.

Mereka berhak tahu dan mengawasi ke mana uang mereka digunakan,” kata Rahim.

Menutup pernyataannya, Abdul Rahim menyebut korupsi di desa sebagai kejahatan moral dan politik. “Tak layak kompromi.

Tempat pelaku adalah ruang sidang, bukan ruang musyawarah,” pungkasnya. (Yong)

 

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Camat Hairul Amin Ritonga Turun Langsung Sambangi Rumah Penyandang Disabilitas
FGD Pematang Jaya Perkuat Kamtibmas, Pencurian Sawit hingga Soroti CSR
Tiorita Turun Tinjau Pengerjaan Jalan Kampung Nangka–Kepala Sungai Secanggang
Tanjung Mulia Raih Juara II Sumut, Tiorita: Jadi Motivasi Desa Lain
Puluhan Tahun Menanti, Ujang Suhardi Akhirnya Punya Rumah Layak Huni
Kapolres Langkat Bedah Rumah Lansia, Ibu Ginah Haru Terima Kunci
Ricky Anthony Peduli Rakyat, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Salapian
Temui Massa Aksi Damai, Bupati Syah Afandin Pastikan Jalan Air Hitam Jadi Prioritas Pemkab Langkat
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:10 WIB

FGD Pematang Jaya Perkuat Kamtibmas, Pencurian Sawit hingga Soroti CSR

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Tiorita Turun Tinjau Pengerjaan Jalan Kampung Nangka–Kepala Sungai Secanggang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Tanjung Mulia Raih Juara II Sumut, Tiorita: Jadi Motivasi Desa Lain

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Puluhan Tahun Menanti, Ujang Suhardi Akhirnya Punya Rumah Layak Huni

Selasa, 16 Juni 2026 - 06:25 WIB

Kapolres Langkat Bedah Rumah Lansia, Ibu Ginah Haru Terima Kunci

Berita Terbaru