Dugaan Keterlibatan Pj Bupati Langkat dalam Pengadaan Smart Board Rp. 50 Milyar dinas Pendidikan

- Jurnalis

Jumat, 6 Desember 2024 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berikut adalah ilustrasi yang menggambarkan situasi investigasi terkait proyek pengadaan Smart Board, dengan nuansa rahasia dan simbol pengaruh tersembunyi. ( photo ilustrasi)

Catatan : Yong Ganas

Langkat – METROLANGKAT.COM

Kasus pengadaan Smart Board di Dinas Pendidikan Langkat yang bernilai miliaran rupiah mengarah pada dugaan keterlibatan Penjabat (Pj) Bupati Langkat.

Proyek ini disinyalir tidak hanya melibatkan jajaran Dinas Pendidikan semata, tetapi juga didesain sejak tahap perencanaan anggaran di APBD-P Kabupaten Langkat.

Indikasi Desain Sejak Awal

Proses pengadaan Smart Board tampak dilakukan secara terencana jauh sebelum pengesahan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) pada 5 September 2024.

Fakta bahwa Surat Pesanan (kontrak) langsung dibuat hanya seminggu setelah APBD-P disahkan, yaitu pada 12 September 2024, menunjukkan kemungkinan adanya koordinasi yang intens antara Dinas Pendidikan dan pihak yang memiliki akses ke perencanaan anggaran.

“Proses pengadaan ini terlihat dirancang sedemikian rupa sejak tahap perencanaan APBD-P.

Penempatan anggaran untuk Smart Board sepertinya sudah diarahkan oleh pihak tertentu, sehingga proses lelang atau pengadaan terlihat tergesa-gesa tetapi serba siap,” ujar seorang sumber yang meminta anonimitas.

Peran Pj Bupati Langkat dalam Pengaturan Anggaran

Sebagai pemimpin eksekutif, Pj Bupati Langkat memiliki kewenangan strategis dalam menyetujui dan mengarahkan penyusunan APBD, termasuk revisinya melalui APBD-P.

Dalam kasus ini, ada dugaan bahwa anggaran pengadaan Smart Board, yang mencapai Rp 17,9 miliar, telah “diamankan” sejak tahap perencanaan oleh oknum di lingkaran Pj Bupati.

Baca Juga :  Polres Langkat Tangkap Pencuri Besi Jembatan: Ancaman Serius bagi Fasilitas Umum!

“Penganggaran proyek ini dalam APBD-P tidak mungkin terjadi tanpa restu kepala daerah, apalagi dalam jumlah besar.

Sangat mungkin, proyek ini sudah dipetakan sejak awal, bahkan sebelum pembahasan resmi APBD-P,” kata Syahrial, Direktur LSPI.

Syahrial juga menambahkan bahwa percepatan pengesahan APBD-P dan minimnya pembahasan mendalam mengenai proyek ini di DPRD Langkat menjadi tanda adanya dorongan dari otoritas tertinggi untuk meloloskan anggaran tersebut.

Kontrol dalam Eksekusi Proyek
Setelah anggaran disahkan, dugaan keterlibatan Pj Bupati semakin menguat dalam eksekusi proyek.

Kepala Dinas Pendidikan Langkat, Saiful Abdi, yang menjadi Pengguna Anggaran (PA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), disebut-sebut bekerja atas arahan pihak tertentu.

Bahkan, informasi yang beredar menyebutkan bahwa akun PA/PPK Saiful Abdi dalam pengadaan Smart Board dikendalikan oleh oknum yang ditunjuk langsung oleh “penguasa”.

“Kadis Pendidikan sudah menjadi tersangka kasus korupsi PPPK sejak awal September 2024.

Namun, ia tetap ditugaskan sebagai PA/PPK untuk proyek besar seperti ini.

Sangat aneh jika tidak ada campur tangan dari pihak lebih tinggi untuk memastikan proyek ini berjalan,” ungkap Syahrial.

Dugaan “Keuntungan” dan Hubungan dengan Pihak Ketiga
Pengadaan Smart Board menggunakan sistem e-purchasing melalui e-katalog, yang sebenarnya dirancang untuk meminimalisasi manipulasi harga.

Namun, fakta bahwa harga satuan nyaris tidak berbeda dengan yang tercantum di e-katalog, serta pilihan vendor yang terkesan diarahkan, memunculkan dugaan adanya “keuntungan” yang mengalir ke pihak tertentu.

Baca Juga :  50 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi Digagalkan di Asahan, Polda Sumut Bongkar Jaringan Lintas Negara

Beberapa pihak menduga, keuntungan ini mengarah pada oknum-oknum yang memiliki akses langsung ke lingkaran Pj Bupati, yang bertindak sebagai pengendali proyek di balik layar.

Keterlibatan DPRD dan Potensi Penyalahgunaan Kekuasaan

Sebagai lembaga yang berfungsi mengawasi eksekutif, DPRD Langkat seharusnya lebih kritis dalam menyetujui anggaran yang masuk dalam APBD-P.

Namun, minimnya pembahasan mendalam terkait proyek ini memunculkan spekulasi adanya “pengamanan” dari tingkat legislatif yang juga dimobilisasi oleh Pj Bupati.

Desakan Penyelidikan dan Transparansi
Sejumlah elemen masyarakat dan organisasi mendesak agar Polda Sumut segera memeriksa peran Pj Bupati dalam pengadaan ini, mulai dari proses penyusunan APBD-P hingga pelaksanaan pengadaan.

Selain itu, penting untuk menyelidiki dugaan keterlibatan pihak ketiga yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

“Jika terbukti ada keterlibatan Pj Bupati, maka ini bukan hanya soal pelanggaran administrasi, tetapi sudah masuk ranah penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi yang sistematis,” tegas Syahrial.

Kasus ini menjadi ujian besar bagi integritas pemerintahan Langkat dan komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi.

Akankah ini diusut hingga ke akar, atau justru berhenti di tengah jalan? Publik Langkat menanti jawabannya. Ikutin terus liputanya. (BERSAMBUNG)

 

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Razia Gabungan di Hotel Binjai, Tiga Pengunjung Positif Narkoba Direhabilitasi
Curi Lembu Warga Salapian, Pasangan Kekasih Terjungkal ke Parit Dikejar Massa
Ricky Anthony Apresiasi Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Medan
Dipergoki Mencuri Sawit, Pria di Wampu Ancam Warga dengan Kelewang, Kasus Dilaporkan ke Polisi
Operasi Antik Toba 2026: Polres Binjai Bongkar 23 Kasus Narkoba, 28 Tersangka Dibekuk
Empat Terduga Pelaku Pengeroyokan Polisi Diduga Dilepas Polisi, Polres Binjai Disoal
Warga Ngaku Laporan Maling Ditolak Polisi, Kini Dipanggil Gegara ‘Hakimi’ Pelaku
THM Phantom Direkom Tutup Usai Digerebek, Polisi Temukan Dugaan Peredaran Narkoba
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:38 WIB

Razia Gabungan di Hotel Binjai, Tiga Pengunjung Positif Narkoba Direhabilitasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:37 WIB

Curi Lembu Warga Salapian, Pasangan Kekasih Terjungkal ke Parit Dikejar Massa

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:47 WIB

Ricky Anthony Apresiasi Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Medan

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:10 WIB

Dipergoki Mencuri Sawit, Pria di Wampu Ancam Warga dengan Kelewang, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:58 WIB

Operasi Antik Toba 2026: Polres Binjai Bongkar 23 Kasus Narkoba, 28 Tersangka Dibekuk

Berita Terbaru

Kabar Desa

Kapolres Langkat Bedah Rumah Lansia, Ibu Ginah Haru Terima Kunci

Selasa, 16 Jun 2026 - 06:25 WIB