Foto : Setelah kurang lebih 10 tahun berjibaku dengan kondisi jalan rusak dan bergelombang, warga kini bisa bernapas lega setelah Pemerintah Kota (Pemko) Binjai melakukan pengaspalan ulang.(ist)
BINJAI – METROLANGKAT.COM
Penantian panjang warga Jalan Rambutan Ujung, Kelurahan Bandar Sinembah, Kecamatan Binjai Barat, akhirnya terjawab. Setelah kurang lebih 10 tahun berjibaku dengan kondisi jalan rusak dan bergelombang, warga kini bisa bernapas lega setelah Pemerintah Kota (Pemko) Binjai melakukan pengaspalan ulang.
Perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 400 meter tersebut ditinjau langsung Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi. Kehadiran orang nomor dua di Pemko Binjai itu disambut antusias masyarakat yang selama bertahun-tahun mendambakan akses jalan yang layak.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, pengaspalan membentang dari persimpangan menuju SMP Negeri 10 Binjai hingga simpang kawasan pemakaman umum.
Bagi warga setempat, pengaspalan ini bukan sekadar perbaikan infrastruktur, melainkan jawaban atas penantian panjang yang selama ini mereka rasakan.
Ramli (70), salah seorang warga, mengaku bersyukur melihat jalan di lingkungan tempat tinggalnya kembali mulus. Ia menyebut kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung sekitar satu dekade dan cukup mengganggu aktivitas masyarakat.
“Sudah kurang lebih 10 tahun jalan ini rusak, parah dan bergelombang. Kalau kita lihat sudah diaspal, ini suatu kegembiraan kami sebagai warga di sini,” ujar Ramli.
Warga Minta Portal, Tak Ingin Jalan Kembali Rusak
Meski menyambut gembira perbaikan tersebut, Ramli mengaku masih menyimpan kekhawatiran. Ia berharap Pemko Binjai tidak hanya memperbaiki jalan, tetapi juga memastikan infrastruktur yang baru dibangun itu terjaga dan tidak kembali rusak dalam waktu singkat.
Salah satu langkah yang dinilai mendesak adalah pemasangan portal pembatas kendaraan di pintu masuk kawasan permukiman Jalan Rambutan Ujung.
Menurut Ramli, kendaraan bertonase besar selama ini kerap melintasi jalan tersebut. Mulai dari truk pengangkut pasir hingga tronton yang membawa alat berat jenis ekskavator atau beko, yang disebutnya milik oknum pemborong setempat.
Kondisi itu dikhawatirkan dapat mempercepat kerusakan jalan, terlebih jika kendaraan yang melintas melebihi kapasitas beban yang mampu ditanggung badan jalan.
“Sudah saya sampaikan langsung ke Pak Wakil, kami minta dipasang portal. Biaya perbaikan ini kan besar, kalau sempat masuk truk-truk besar, langsung rusak lagi jalan ini. Ujung-ujungnya masyarakat yang rugi,” tegasnya.
Ramli menilai pemasangan portal, disertai pengawasan terhadap kendaraan yang melintas, dapat menjadi langkah pencegahan agar jalan yang baru diaspal tidak kembali mengalami kerusakan akibat kendaraan bertonase berlebih.
Ia berharap aspirasi tersebut mendapat perhatian serius dari Pemko Binjai sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Harapan kami truk-truk alat berat itu jangan lewat sini lagi. Tapi terlepas dari itu, kami sangat berterima kasih kepada Pak Wali dan Pak Wakil. Kalau sudah diaspal begini, kami pun enak jalannya,” tutup Ramli.
Kini, setelah penantian sekitar 10 tahun, warga Jalan Rambutan Ujung berharap jalan yang telah diperbaiki tidak hanya menjadi simbol keberhasilan pembangunan, tetapi juga dipelihara dengan baik. Mereka menantikan tindak lanjut Pemko Binjai terhadap usulan pemasangan portal agar jalan tersebut tidak kembali rusak dan masyarakat tak harus mengulang penantian yang sama.(kus)

















