Foto : Rumah kepala lingkungan dan lokasi kediaman Pasutri yang digrebek Polisi terlihat sepi.(putra)
Binjai – METROLANGKAT.COM
Aroma janggal menyelimuti penggerebekan narkoba skala besar di Lingkungan X, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Minggu (23/2) pagi, sesaat usai sahur.
Operasi yang dilakukan Satres Narkoba Polres Deli Serdang itu justru memunculkan tanda tanya besar di tengah publik.
Dalam penggerebekan tersebut, aparat disebut mengamankan pasangan suami istri TJ dan YN, pria berinisial PT, serta seorang wanita berprofesi dokter.
Namun polemik muncul ketika keterangan di lapangan berbeda dengan pernyataan resmi kepolisian.
Kepala Lingkungan X, Syamsul, mengaku diminta mendampingi penggeledahan di rumah TJ dan YN di Jalan Petani.
Ia menyebut petugas menemukan sekitar 10 bungkus plastik klip merah berisi pil berwarna krem yang diduga narkotika, serta sejumlah uang tunai.
“Benar, rumah Yani digerebek. Saya diminta mendampingi penggeledahan,” ujarnya.
Namun pernyataan itu berseberangan dengan keterangan Kasat Narkoba Polres Deli Serdang, Kompol Dr Fery Kusnadi, yang membantah adanya barang bukti narkoba dari lokasi tersebut.
“Tidak benar ada narkoba yang kami amankan. TJ memiliki usaha mesin jackpot,” tegasnya.
Kontradiksi ini memantik pertanyaan publik: jika tidak ada narkoba, lalu apa yang sebenarnya ditemukan saat penggeledahan? Mengapa keterangan aparat dan saksi di lokasi berbeda?
Kasus ini semakin kompleks setelah terungkap bahwa penangkapan TJ dan YN disebut hasil pengembangan dari penangkapan PT, yang diamankan di wilayah Deli Serdang dengan barang bukti sabu seberat 2 kilogram.
PT diketahui merupakan pensiunan TNI dan disebut sebagai orang dekat seorang narapidana berinisial ST di Lapas Klas I Medan.
Nama ST pun mencuat. Ia disebut memiliki kedekatan dengan YN dan lingkaran pertemanannya.
Dugaan adanya jaringan yang lebih luas, bahkan kemungkinan pengendalian dari dalam lembaga pemasyarakatan, kini menjadi sorotan.
Warga sekitar mengaku terkejut. Selama hampir satu dekade tinggal di lingkungan tersebut, TJ dan YN dikenal ramah dan tak pernah bermasalah. Fakta itu justru mempertebal misteri.
Publik kini menanti transparansi. Apakah ini murni pengembangan jaringan besar narkoba? Ataukah ada fakta yang belum sepenuhnya dibuka?
Di tengah perang melawan narkoba yang kerap digaungkan, konsistensi pernyataan aparat menjadi kunci kepercayaan masyarakat. Tanpa keterbukaan, ruang spekulasi akan semakin melebar.(Red/kus)


















