“Ramadhan Fest Muncul Tiba-tiba, Pedagang Kecil Jadi Korban”

- Jurnalis

Jumat, 21 Maret 2025 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan gambar : Langkat Ramadhan Fest 2025 yang seharusnya menjadi ajang kemeriahan dan peluang peningkatan ekonomi justru menjadi beban baru bagi para pedagang kaki lima di Stabat

Stabat –Metrolangkat.com

Langkat Ramadhan Fest 2025 yang seharusnya menjadi ajang kemeriahan dan peluang peningkatan ekonomi justru menjadi beban baru bagi para pedagang kaki lima di Stabat. Pemerintah Daerah Langkat dan Kadin Langkat, yang menggelar acara ini di Jalan Proklamasi, mewajibkan para pedagang pindah ke stand-stand yang telah disiapkan. Namun, kebijakan ini menuai kritik keras karena lokasi tersebut justru minim pembeli.

Para pedagang yang selama ini berjualan di sepanjang jalan lintas Proklamasi merasa dipaksa untuk pindah ke area Ramadhan Fest, yang menurut mereka jauh dari arus utama pembeli. Seorang pedagang makanan yang enggan disebut namanya mengungkapkan kegelisahannya, “Kami sudah bertahun-tahun berjualan di pinggir jalan lintas. Pembeli kami adalah pengguna jalan yang singgah. Kalau kami pindah ke dalam stand Ramadhan Fest, siapa yang mau beli bang? Di sana sepi.”

Baca Juga :  "Empat Pulau Lepas ke Sumut, Warga Aceh Murka: 'Istri Aja Gak Mau Dibagi, Apalagi Tanah!'"

Bukan Solusi, Justru Menambah Beban

Banyak pedagang menganggap kebijakan ini bukanlah solusi yang membantu perekonomian mereka, melainkan justru menyulitkan. Seorang pedagang es buah juga menyuarakan kekecewaannya, “Kami dipaksa masuk ke stand yang disediakan, padahal di sana pembelinya hampir tidak ada. Kalau jualan di pinggir jalan lintas,dagangan kami bisa habis dalam beberapa jam.

Keputusan pemerintah ini dianggap lebih mengutamakan citra atau pencitraan acara daripada kesejahteraan pedagang kecil. Seorang warga Stabat menilai bahwa kebijakan ini hanya bentuk formalitas dan pencitraan tanpa memperhitungkan realitas ekonomi pedagang kecil. “Pemerintah harusnya memahami bagaimana pola perdagangan di sini. Tidak bisa hanya sekadar membuat event besar lalu menggeser pedagang seenaknya,” ujarnya.

Tekanan dan Isu Pungutan Liar

Tak hanya dipaksa pindah, beberapa pedagang juga mengeluhkan adanya pungutan dari oknum tertentu dengan dalih biaya stand. “Katanya ini untuk kepentingan acara, tapi kenapa kami tetap harus bayar kalau kami sebenarnya tidak ingin pindah?” keluh seorang pedagang .

Baca Juga :  Bupati Langkat Dorong Efisiensi Anggaran dan Disiplin ASN di Peringatan HKN

Sementara itu, beberapa pedagang memilih bertahan di lokasi lama meskipun mendapat tekanan dari Satpol PP yang menghimbau agar mereka segera pindah. “Kami hanya mau jualan di tempat yang jelas ada pembelinya. Kalau di stand Ramadhan Fest, kami malah rugi. Ini bulan puasa, harusnya kami bisa menabung buat Lebaran, bukan malah merugi,” tambah pedagang lainnya.

Pemda Langkat Perlu Mengevaluasi Kebijakan

Kondisi ini menuntut pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi kebijakan terkait Langkat Ramadhan Fest. Jika memang ingin membantu pedagang kecil, maka harus ada strategi yang lebih realistis dan berorientasi pada kesejahteraan mereka, bukan sekadar pemindahan tanpa solusi.

Bupati Langkat, H. Syah Afandin, SH, diharapkan dapat segera memberikan klarifikasi dan tindakan konkret untuk menyelesaikan masalah ini. Jika tidak, Langkat Ramadhan Fest yang diniatkan sebagai ajang kemeriahan justru akan dikenang sebagai simbol ketidakpedulian terhadap nasib pedagang kecil di bulan suci Ramadhan. (Red)

 

 

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Medan Kucurkan Rp50 Miliar ke Aceh Tamiang, Rico Waas: Solidaritas Tak Boleh Sekadar Wacana
Pascabanjir Besitang: YAICI–Aisyiyah Turun, Bongkar Ancaman Gizi dan Edukasi Ibu di Wilayah Terdampak
Bobby Lepas Kloter 2 Haji Langkat, Tekankan Solidaritas Jemaah di Tanah Suci
Fresh Graduate ke Dunia Kerja: Program Rabu Walk In Interview Buktikan Hasil Nyata di Medan
Ditertibkan, PKL Binjai Minta Tetap Jualan di Lokasi Lama, DPRD Soroti Kebijakan Pemko
Tiga Kali Diterjang Banjir, Bobby Warning: Proyek Tukka Tak Boleh Lambat!
Ganti Rugi Dibayar, Eksekusi Mandek: Satu Rumah Jadi Sorotan
Ricky Anthony Tebar Kebahagiaan, 250 Penarik Becak di Stabat Terima Bingkisan Lebaran
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:37 WIB

Medan Kucurkan Rp50 Miliar ke Aceh Tamiang, Rico Waas: Solidaritas Tak Boleh Sekadar Wacana

Jumat, 24 April 2026 - 16:19 WIB

Pascabanjir Besitang: YAICI–Aisyiyah Turun, Bongkar Ancaman Gizi dan Edukasi Ibu di Wilayah Terdampak

Kamis, 23 April 2026 - 10:01 WIB

Bobby Lepas Kloter 2 Haji Langkat, Tekankan Solidaritas Jemaah di Tanah Suci

Rabu, 15 April 2026 - 22:11 WIB

Fresh Graduate ke Dunia Kerja: Program Rabu Walk In Interview Buktikan Hasil Nyata di Medan

Selasa, 14 April 2026 - 15:18 WIB

Ditertibkan, PKL Binjai Minta Tetap Jualan di Lokasi Lama, DPRD Soroti Kebijakan Pemko

Berita Terbaru

Budaya

Rico Waas: Budaya Jangan Kalah oleh Teknologi

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:27 WIB