“Diduga Fiktif, Rp97 Juta Dana Desa Sei Musam Kendit Habis untuk ‘Keadaan Mendesak'”

- Jurnalis

Rabu, 28 Mei 2025 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar hanya ilustrasi semata .(Ai)

Langkat – Metrolangkat.com

Dugaan penyimpangan penggunaan Dana Desa di Desa Sei Musam Kendit, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat,semakin menarik tuk ditelusuri.

Berdasarkan data penyerapan Dana Desa tahun 2023, ditemukan indikasi kejanggalan serius dalam pelaporan kegiatan desa.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah pos anggaran bertajuk “keadaan mendesak” yang muncul sebanyak empat kali (4×24.000,000), masing-masing senilai Rp24.300.000, dengan total mencapai Rp97.200.000.

Anehnya, dalam laporan tersebut tidak dijelaskan secara rinci bentuk atau jenis “keadaan mendesak” yang dimaksud.

Padahal, menurut regulasi yang berlaku, setiap penggunaan Dana Desa, terutama untuk keadaan darurat atau mendesak, harus memiliki dasar yang jelas, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Adapun total Dana Desa yang diterima Desa Sei Musam Kendit pada tahun 2023 adalah Rp939.412.000, dengan rincian pengeluaran di antaranya:

Peningkatan Jalan Desa (dua paket kegiatan): Rp179.560.000 dan Rp205.500.000. Pembangunan drainase/gorong-gorong: Rp119.875.600

Posyandu: Rp61.000.000. Festival Kesenian dan Keagamaan: Rp54.776.400. Peningkatan produksi pertanian: Rp173.500.000

Baca Juga :  Musrenbang Kecamatan Selesai, Prioritaskan Infrastruktur dan Kesejahteraan

Operasional Pemerintah Desa: Rp18.000.000. Penentuan tapal batas desa: Rp30.000.000. Empat kali “Keadaan Mendesak”: total Rp97.200.000

Potensi Pelanggaran dan Sanksi Hukum

Bila terbukti terjadi penyimpangan, maka tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi.

Dalam hal ini, merujuk pada Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Pasal 3 menyatakan:

> “Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan, yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000.”

Selain itu, berdasarkan Permendesa PDTT Nomor 8 Tahun 2022, seluruh kegiatan Dana Desa harus dilaksanakan secara partisipatif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penyimpangan terhadap ketentuan tersebut dapat menjadi dasar bagi aparat hukum melakukan penyelidikan.

Harapan Masyarakat dan Tuntutan Transparansi

Baca Juga :  Desa di Pematang Jaya Serentak Tanam Jagung Dukung Ketahanan Pangan

Warga Desa Sei Musam Kendit yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan mendesak seperti yang dimuat dalam laporan.

“Kami tidak pernah tahu apa itu yang dimaksud keadaan mendesak, kapan kejadiannya, dan untuk apa uangnya,” ujar salah satu warga.

Masyarakat berharap pihak Inspektorat Kabupaten Langkat, Dinas PMD, hingga aparat penegak hukum seperti Kejari Stabat segera turun tangan mengusut penggunaan Dana Desa tersebut.

Terpisah Kepala Desa Sei Musam Kendit, Stepanus Sembiring saat sikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu, mengaku kalau tidak ada kegiatan keadaan mendesak.

” Dimana bang,kapan bang kutanyakan dululah sama anggota bang, ujarnya dikonfirmasi melalui seluler. Tak berselang lama, Kades yang baru menjabat sekitar 3 tahun ini,mengatakan kalau kegiatan dimaksud sebenarnya bantuan BLT biat masyarakat.

” Oh,kalau itu BLT bang,bukan keadaan mendesak,ketusnya. Dicecar kenapa bisa muncul dalam data laporan 2023 lalu disebutkan” Keadaan Mendesak”..?, dengan enteng kades mengajak wartawan bertemu agak lebih mudah menjelaskan.(yong)

(Red)

 

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Langkat Bedah Rumah Lansia, Ibu Ginah Haru Terima Kunci
Ricky Anthony Peduli Rakyat, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Salapian
Temui Massa Aksi Damai, Bupati Syah Afandin Pastikan Jalan Air Hitam Jadi Prioritas Pemkab Langkat
Wabup Tiorita Sambut Tim Wasev TMMD, Pastikan Program Pembangunan Desa Tepat Sasaran
Kapolsek Pangkalan Susu Ajak Kades Jaga Kamtibmas, Warga Pematang Jaya Ingin Bertemu Kapolres Langkat
Wabup Tiorita Kick Off TMMD ke-128, Infrastruktur dan Kesejahteraan Desa Dikebut
Tak Tahan Debu dan Dampak Laut, Warga Bubun Lawan Aktivitas PT Aquanur
Supervisi PKK Provsu di Langkat, Endang Syah Afandin Dorong Kader Desa
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 06:25 WIB

Kapolres Langkat Bedah Rumah Lansia, Ibu Ginah Haru Terima Kunci

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:31 WIB

Ricky Anthony Peduli Rakyat, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Salapian

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:27 WIB

Temui Massa Aksi Damai, Bupati Syah Afandin Pastikan Jalan Air Hitam Jadi Prioritas Pemkab Langkat

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:49 WIB

Wabup Tiorita Sambut Tim Wasev TMMD, Pastikan Program Pembangunan Desa Tepat Sasaran

Senin, 11 Mei 2026 - 18:01 WIB

Kapolsek Pangkalan Susu Ajak Kades Jaga Kamtibmas, Warga Pematang Jaya Ingin Bertemu Kapolres Langkat

Berita Terbaru

Wisata

DWP Langkat Tanam 100 Pohon di Tangkahan

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:06 WIB

Berita

748 Aspirasi Rakyat Jadi Prioritas Pembangunan Langkat 2026

Selasa, 16 Jun 2026 - 12:20 WIB

Kabar Desa

Kapolres Langkat Bedah Rumah Lansia, Ibu Ginah Haru Terima Kunci

Selasa, 16 Jun 2026 - 06:25 WIB