“Merana di Negeri Sendiri: Anak-anak Langkat Mengemis Fasilitas, Belajar di Atas Tikar Tanpa Meja dan Kursi”

- Kontributor

Selasa, 12 November 2024 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Miris : Beginilah potret pendidikan di Kabupaten Langkat. Dari Republik ini Merdeka sampai sekarang murid disekolah ini tak mendapatkan sarana dan prasarana yang layak.

i

Miris : Beginilah potret pendidikan di Kabupaten Langkat. Dari Republik ini Merdeka sampai sekarang murid disekolah ini tak mendapatkan sarana dan prasarana yang layak.

Langkat – METROLANGKAT.COM

Di tengah kemegahan potensi sumber daya alam Indonesia, masih ada kisah pilu dari anak-anak negeri yang setiap hari belajar tanpa meja dan kursi.

Mirisnya, kisah ini datang dari Kabupaten Langkat, tepatnya di SD Negeri 0576427 Adnin Tengah, Kecamatan Salapian, yang bahkan tidak memiliki fasilitas dasar bagi siswa-siswinya.

Setiap hari, anak-anak SD ini datang ke sekolah, bukan untuk duduk di meja kelas atau melihat bendera Merah Putih berkibar di halaman, tapi untuk belajar di atas tikar.

Sejak pagi, mereka duduk bersila, mendengarkan pelajaran tanpa fasilitas yang memadai.

Bukan karena kurangnya semangat belajar, namun karena kursi, meja, bahkan tiang bendera pun tak tersedia di sekolah mereka.

Sekolah ini seolah dibiarkan tanpa perhatian, meskipun letaknya di negeri yang kaya akan sumber daya.

Seorang guru yang tak ingin disebutkan namanya menceritakan bahwa sekolah mereka sudah bertahun-tahun dalam kondisi seperti ini.

“Anak-anak tetap datang ke sekolah, belajar meski hanya beralas tikar. Tentu saja ini tidak nyaman.

Kami sudah mengajukan permohonan bantuan fasilitas kepada pihak berwenang, tetapi belum ada tindak lanjut,” ujar sang guru dengan nada prihatin.

Situasi ini semakin ironis ketika mengingat betapa besarnya anggaran pendidikan yang seharusnya dialokasikan untuk memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan yang layak.

Namun, sayangnya, sering kali anggaran ini tak sepenuhnya sampai ke sekolah-sekolah yang membutuhkan.

Berbagai kasus korupsi anggaran pendidikan menjadi sorotan, seolah mengabaikan kebutuhan anak-anak yang haus akan ilmu

Baca Juga :  Gembira Ginting Diangkat Plt Kadis Pendidikan Langkat, Harapan Baru Usai Gejolak Kepemimpinan Robert

Tantangan Mendidik di Tengah Keterbatasan

Bagi para siswa, belajar tanpa meja dan kursi bukanlah hal yang mudah. “Kadang kaki kami pegal karena terlalu lama bersila.

Kalau ada meja dan kursi, pasti kami bisa lebih nyaman belajar,” ujar seorang siswa kelas empat dengan polosnya.

Namun, keterbatasan ini tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus datang ke sekolah.

Selain tiang bendera yang hilang, mereka juga harus menghadapi ruangan kelas yang kurang memadai.

Di musim hujan, ruang belajar mereka bocor sehingga tikar tempat mereka belajar pun basah.

Keterbatasan ini membuat mereka harus terus berpindah tempat untuk menghindari genangan air di kelas.

Harapan di Tengah Keterbatasan

Masyarakat Langkat berharap besar pada pemerintah dan para pemangku kebijakan untuk segera memperbaiki kondisi sekolah ini.

Anggaran pendidikan yang memadai serta pengelolaan yang jujur dan transparan sangat dibutuhkan agar tak ada lagi anak-anak yang harus belajar tanpa meja dan kursi, apalagi tanpa tiang bendera untuk menyaksikan Sang Merah Putih berkibar.

Kisah anak-anak di SD Negeri 0576427 Adnin Tengah Kecamatan Salapian adalah potret kecil dari kondisi pendidikan yang memprihatinkan di beberapa daerah di Indonesia.

Di tengah keterbatasan, anak-anak ini masih menunjukkan semangat yang tinggi untuk belajar.

Mereka menanti perubahan nyata dari para pemimpin dan pemangku kebijakan, agar pendidikan tak hanya menjadi janji dan formalitas, tetapi juga menjadi hak yang terwujud bagi setiap anak negeri.

Baca Juga :  Tragedi Kebakaran Bahorok, Pemkab Langkat Harus Tempatkan Pemadam Kebakaran di Ibukota Wisata Bukit Lawang

Kapan janji perubahan bagi dunia pendidikan ini akan benar-benar diwujudkan?

Cerita memprihatinkan ini menyeruak ke publik saat debat kedua Pilkada Langkat yang berlangsung Senin, 11 November 2024, di Arya Duta Hotel.

Dalam debat tersebut, pasangan calon Bupati nomor urut 02, Iskandar-Adli Tama, menyoroti kondisi sekolah-sekolah yang jauh dari kata layak, seperti SD Negeri 0576427 Adnin Tengah di Kecamatan Salapian.

Iskandar dan Adli Tama mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap fasilitas pendidikan yang minim, di mana anak-anak terpaksa belajar tanpa meja, kursi, bahkan tiang bendera.

Menurut mereka, kondisi ini tidak hanya mencerminkan kurangnya perhatian pemerintah, tetapi juga menunjukkan perlunya reformasi menyeluruh dalam pengelolaan anggaran pendidikan di Langkat.

“Kami berjanji, jika terpilih, prioritas utama kami adalah memastikan fasilitas pendidikan yang layak di seluruh sekolah di Langkat,” ujar Adli Tama dengan tegas.

Pasangan ini menegaskan bahwa pendidikan berkualitas harus menjadi hak semua anak, bukan hanya mereka yang berada di wilayah tertentu atau beruntung mendapatkan perhatian lebih.

Iskandar dan Adli juga menggarisbawahi perlunya pengawasan ketat terhadap anggaran pendidikan, agar tidak ada lagi anak-anak yang harus belajar di atas tikar.

“Sudah saatnya Langkat berbenah dan memberikan yang terbaik untuk generasi masa depan kita,” tambah Iskandar di tengah sorakan audiens yang mendukung visinya.(Red)

 

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebun Pendidikan Diduga Jadi Bisnis, Hak Pakai USU di Langkat Masuk Bidik Sanksi
Warga Tak Pernah Diganti Rugi, Hak Pakai USU 300 Hektare Dipersoalkan
Air Mata Ibu Dedek Pecah Saat BAZNAS dan Camat Gebang Janjikan Rumah Layak Huni**
Warga Desa Salahaji Bersyukur Dibantu Starlink: “Terima Kasih Pak Bupati Langkat”
684 Istri Gugat Cerai di Binjai Sepanjang 2025, Judol dan Narkoba Dominan
Tembus Lumpur dan Sungai, Relawan Antar Harapan ke Korban Bencana Aceh Tamiang
Camat Binjai Barat dan DPRD Tinjau Lokasi Banjir di Bandar Sinembah
Pembunuhan di Buluh Telang Terungkap, Polisi Amankan Mantan Abang Ipar Korban
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:53 WIB

Kebun Pendidikan Diduga Jadi Bisnis, Hak Pakai USU di Langkat Masuk Bidik Sanksi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:19 WIB

Warga Tak Pernah Diganti Rugi, Hak Pakai USU 300 Hektare Dipersoalkan

Kamis, 8 Januari 2026 - 06:49 WIB

Air Mata Ibu Dedek Pecah Saat BAZNAS dan Camat Gebang Janjikan Rumah Layak Huni**

Selasa, 30 Desember 2025 - 14:30 WIB

Warga Desa Salahaji Bersyukur Dibantu Starlink: “Terima Kasih Pak Bupati Langkat”

Rabu, 24 Desember 2025 - 16:41 WIB

684 Istri Gugat Cerai di Binjai Sepanjang 2025, Judol dan Narkoba Dominan

Berita Terbaru

Inspiratif

Mentor Muda Mengajar, Mahasiswa ULB Tebar Harapan di Mentawai

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:03 WIB

Berita

Wabup Langkat Hadiri Konsultasi Publik RKPD Sumut 2027

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:29 WIB