Foto : Wali Kota Binjai Drs. Amir Hamzah, MAP, bersama jajaran terkait turun langsung meninjau kondisi jembatan tersebut, Minggu (16/8/2026).(ist)
Binjai – metrolangkat.com
Ancaman keselamatan mengintai pengguna Jalan Let. Umar Baki, Kota Binjai.
Jembatan yang dikenal warga sebagai Titi Besi, penghubung Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat,
dengan Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, mengalami amblas dan kerusakannya semakin mengkhawatirkan
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena jembatan ini merupakan salah satu akses penting,
bahkan disebut sebagai satu-satunya jalur yang dapat dilalui truk-truk berukuran besar dari wilayah Langkat Hulu menuju luar Kota Binjai.
Sementara kendaraan bertonase berat dilarang melintas di sejumlah ruas jalan dalam kota.
Pantauan di lokasi, Minggu (16/8/2026), terlihat sejumlah lubang pada badan jalan yang cukup membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Besi penyangga jembatan juga tampak renggang, sementara bagian badan jembatan terlihat mengalami penurunan atau amblas.
Warga menyebut kondisi tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Namun, hingga kini jembatan masih dilintasi truk-truk besar yang membawa material galian C dan diduga kerap mengangkut muatan melebihi tonase.
“Selama ini truk-truk besar yang bermuatan material galian C pasti lewat Titi ini karena aksesnya memang satu-satunya. Truk dilarang melintas dari Kota,” ujar Arifin, warga sekitar.
Menurut warga lainnya, kondisi jembatan semakin hari semakin parah. Situasi itu bahkan membuat sejumlah pengemudi truk khawatir saat harus melintas.
“Karena semakin lama semakin parah, banyak sopir yang mengeluh. Mereka takut kalau terjadi apa-apa saat melintas,” katanya.
Wali Kota Turun Langsung
Menindaklanjuti laporan dan keluhan masyarakat, Wali Kota Binjai Drs. Amir Hamzah, MAP, bersama jajaran terkait turun langsung meninjau kondisi jembatan tersebut, Minggu (16/8/2026)
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung tingkat kerusakan sekaligus menentukan langkah strategis yang harus segera dilakukan pemerintah dalam menangani kerusakan jalan dan jembatan.
Dalam kesempatan itu, Amir Hamzah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk segera melakukan pengukuran terhadap luas kerusakan, baik pada badan jalan maupun bagian jembatan yang mengalami amblas.
Ia juga meminta Dinas Perhubungan mengambil langkah pengamanan dengan mengalihkan sementara arus kendaraan bertonase berat.
“Kami minta kepada Dinas Perhubungan agar mengalihkan sementara arus lalu lintas bagi truk-truk yang bertonase berat. Hal itu demi keselamatan kita bersama,” tegas Amir Hamzah.
Cek Baut dan Besi Penyangga
Amir Hamzah juga menginstruksikan Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Dinas PUTR untuk segera berkoordinasi dengan Polres Binjai guna menentukan langkah pengaturan lalu lintas sekaligus mengantisipasi risiko kecelakaan.
Ia meminta masyarakat segera diberikan sosialisasi mengenai kondisi jembatan tersebut.
“Sosialisasikan kepada masyarakat terkait kerusakan ini,” ujarnya.
Tak hanya bagian atas jembatan, Amir Hamzah juga meminta Satpol PP dan Tagana melakukan pengecekan langsung terhadap besi penyangga serta baut pada sambungan jembatan yang berada di bagian bawah.
“Pastikan apakah masih lengkap atau tidak,” tegasnya
Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Karena itu, Dinas PUTR diminta tidak menunda penanganan kerusakan.
“Segera lakukan perbaikan pada kerusakan jembatan berdasarkan pos anggaran yang ada agar aktivitas roda ekonomi kembali berjalan normal,” pungkasnya.
Dalam peninjauan tersebut turut hadir Asisten Administrasi Umum Setdako Binjai, Kepala Dinas Perhubungan, Kasatpol PP, Kabag Umum,
Kabag Porkopim, jajaran Dinas PUTR, Dinas Perkim, Camat Binjai Utara dan Binjai Barat, serta kepala lingkungan setempat. (Kus)


















