Bupati Syah Afandin Buka Jambore Budaya DSML 2026, Dorong Pemuda Langkat Jadi Pelopor Budaya

Metro Langkat

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH secara resmi membuka kegiatan Jambore Budaya Dewan Syarikat Melayu Langkat (DSML) 2026.(Wis)

Stabat –metrrolangkat.com

Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH secara resmi membuka kegiatan Jambore Budaya Dewan Syarikat Melayu Langkat (DSML) 2026 yang mengusung tema “Generasi Muda Inklusif, Berdaya dan Berbudaya”, di Gedung Dewan Syarikat Melayu Langkat, Stabat, Rabu (8/4).

Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat nilai-nilai kebudayaan sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas etnis di Kabupaten Langkat. Jambore budaya tersebut diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari workshop ekonomi budaya, festival UMKM budaya, pentas seni lintas budaya, temu inspiratif, hingga dialog lintas budaya.

Dalam laporan panitia, Sekretaris DSML Ilham Iskandar Zein menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga serta mengembangkan budaya daerah. Selain itu, jambore ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal.

Baca Juga :  Festival Lampion Vihara Setia Buddha Binjai Digelar 25 September, Ada Pawai Keliling dan Lucky Draw

Sementara itu, Ketua DSML Drs. H. Sukhyar Mulyamin, M.Si dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan keberagaman sebagai kekuatan utama dalam membangun daerah.

“Lintas etnis, mari kita berdiskusi dan berdialog untuk memajukan budaya di Langkat sebagai bentuk dukungan terhadap Bupati dan Wakil Bupati dalam memajukan kebudayaan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata kuatnya kerukunan antar etnis di Kabupaten Langkat yang harus terus dijaga dan ditingkatkan.

Dalam sambutannya, Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa Jambore Budaya tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan harus mampu memberikan dampak nyata dalam pelestarian budaya.

“Saya tidak ingin ini hanya sebatas seremonial. Saya minta dalam dialog ini, pemuda harus dapat mengambil peran terhadap kondisi saat ini, baik secara nasional maupun internasional,” tegasnya.

Baca Juga :  IWAPI Lantik Pengurus DPD dan DPC se-Sumut Periode 2025-2030

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam menjaga dan mengembangkan budaya daerah.

“Harus ada langkah besar setelah ini. Jadilah pelopor dalam menjaga budaya serta inovator dalam mengembangkan potensi daerah. Jangan malu dengan budaya sendiri, karena dari sanalah jati diri terbentuk,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Bupati berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, baik antar sesama puak Melayu maupun antar etnis di Kabupaten Langkat.

“Dengan semangat persatuan dan saling menghargai, kita harus mampu menjaga keharmonisan serta membangun Kabupaten Langkat yang maju, berdaya, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya,” tutupnya.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, para kepala OPD, serta camat se-Kabupaten Langkat.(Wis)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Ulos Nasional 2026, Rico Waas Bidik Pasar Dunia untuk Tenun Lokal
Lestarikan Uis Karo dengan Gedokan, Penenun Karya Bunda Berharap Perhatian Pemko Binjai
Angkat Pesona Tenun Karo ke Panggung Modern, Airin Rico Waas Resmikan Gallery Torose
Festival Lampion Vihara Setia Buddha Binjai Digelar 25 September, Ada Pawai Keliling dan Lucky Draw
Walikota Rico Waas Dukung Merdang Merdem 2026: Jangan Sampai Adat dan Kesakralan Hilang
Tiorita Perkuat Sinergi dengan Tokoh Melayu, Dorong Pembangunan Berbasis Budaya di Langkat
Acara GEMES 2026 Dinilai Tak ‘Merakyat’, Dinas Pariwisata Medan Dikritik Habiskan Rp2,5 Miliar
Di Tengah Gempuran Budaya Modern, Ricky Anthony Pilih Jaga Warisan Leluhur
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Hari Ulos Nasional 2026, Rico Waas Bidik Pasar Dunia untuk Tenun Lokal

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Lestarikan Uis Karo dengan Gedokan, Penenun Karya Bunda Berharap Perhatian Pemko Binjai

Minggu, 20 September 2026 - 17:09 WIB

Angkat Pesona Tenun Karo ke Panggung Modern, Airin Rico Waas Resmikan Gallery Torose

Senin, 14 September 2026 - 13:01 WIB

Festival Lampion Vihara Setia Buddha Binjai Digelar 25 September, Ada Pawai Keliling dan Lucky Draw

Selasa, 8 September 2026 - 19:42 WIB

Walikota Rico Waas Dukung Merdang Merdem 2026: Jangan Sampai Adat dan Kesakralan Hilang

Berita Terbaru