Rembuk Mediasi Digelar, Polemik Petasan Vihara di Binjai Barat Berakhir Damai

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Pertemuan antara pihak Vihara Qi Thian Da Seng atau Thai Seng Hut Co di Jalan Rambutan, Kelurahan Bandar Sinembah, Kecamatan Binjai Barat, dengan warga sekitar akhirnya digelar di Aula Kantor Lurah Bandar Sinembah, Rabu (4/3).

Binjai – METROLANGKQT.COM

Setelah sempat tertunda selama sepekan, pertemuan antara pihak Vihara Qi Thian Da Seng atau Thai Seng Hut Co di Jalan Rambutan, Kelurahan Bandar Sinembah, Kecamatan Binjai Barat, dengan warga sekitar akhirnya digelar di Aula Kantor Lurah Bandar Sinembah, Rabu (4/3).

Pertemuan yang dikemas dalam “Rembuk Mediasi” itu merupakan tindak lanjut atas keberatan warga terkait suara petasan atau kembang api yang dinilai terlalu keras dan mengganggu ketenteraman.

Camat Binjai Barat, Romi Surya Dharma Damanik, saat membuka mediasi menegaskan tujuan utama pertemuan tersebut adalah menjaga keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama.

“Sejak viral pada Minggu lalu, kami dan Muspika sepakat menggelar rembuk mediasi agar persoalan ini berdampak pada keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama,” ujarnya.

Ia menegaskan forum tersebut bertujuan mencari solusi, bukan memperkeruh suasana.

“Kita di sini untuk mencari solusi, bukan menambah masalah.

Namun kebebasan beribadah juga dibatasi oleh peraturan yang ada,” tegasnya.

Baca Juga :  Proyek Jembatan Rp986 Juta di Binjai Disorot Warga: Sungai Menyempit, Ancaman Banjir Membesar

Warga Keberatan Suara Petasan

Dalam mediasi itu, Nurhamidah Lubis, warga Lingkungan III Kelurahan Bandar Sinembah,

menyampaikan keberatan atas suara petasan yang disebut sangat mengganggu, terlebih banyak warga sakit dan jarak permukiman hanya sekitar 100 meter dari vihara.

“Kami tidak keberatan mereka beribadah. Yang kami protes suara petasan yang kuat. Kejadian ini sudah beberapa kali dalam setahun,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan pada 2023 lalu kaca jendela rumahnya sempat pecah akibat kerasnya suara petasan.

Menurutnya, warga selama ini hidup rukun dengan dua kelenteng lain di sekitar lokasi.

Senada, warga lainnya, Khairul, berharap mediasi menghasilkan solusi terbaik demi kenyamanan bersama.

Pengurus Vihara: Sudah Ada Persetujuan Lisan

Sementara itu, Elton Hotman selaku pengurus vihara menyampaikan kegiatan kembang api telah dikomunikasikan secara lisan kepada warga dan pihak kepolisian setempat.

“Dalam setahun kami lakukan tiga kali, dua kali ulang tahun dewa dan satu kali Imlek.

Kenapa baru sekarang dipermasalahkan setelah sekitar enam tahun vihara ini berdiri,” ujarnya.

Elton juga mengaku telah meminta maaf saat warga mendatangi vihara sebelumnya dan membantah adanya kegiatan hingga subuh.

Baca Juga :  Sosialisasi MBG: Komisi IX dan BGN Dorong Gizi Sehat untuk Indonesia Emas

Kapolsek Binjai Barat, Sulthoni, menegaskan persoalan ini murni soal petasan, bukan masalah agama.

“Saya tegaskan ini hanya masalah petasan, tidak ada hubungannya dengan agama. Ke depan harus ada komunikasi terbuka,” katanya.

Ia juga mengingatkan setiap kegiatan harus mengikuti regulasi, termasuk pemberitahuan tertulis minimal tiga hari sebelum pelaksanaan.

Untuk pesta kembang api, diperlukan persetujuan lebih lanjut dari kepolisian sesuai aturan.

Perwakilan Kementerian Agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Binjai turut menekankan bahwa petasan bukan bagian dari kewajiban ajaran agama, meski bisa menjadi tradisi.

Mediasi sempat diwarnai ketegangan, termasuk saat penandatanganan berita acara.

Namun setelah melalui musyawarah, kedua belah pihak akhirnya sepakat menandatangani hasil kesepakatan.

Menutup kegiatan, Camat Binjai Barat mengajak seluruh pihak menjaga kebhinekaan dan toleransi.

“Kita berkumpul bukan karena intoleransi, tetapi agar bisa berdampingan secara harmonis.

Jaga kebhinekaan kita, karena kalau rukun pasti damai,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Muspika, Danramil 01/BK Kapten Inf. Eben Ezer Pakpahan,

perwakilan Kesbangpol Binjai, Satpol PP, lurah dan kepala lingkungan setempat, serta puluhan warga. (Putra)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sumut Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Megathrust
Rico Waas: Pancasila Jangan Sekadar Dihafal, Harus Hidup dalam Pelayanan
PKS Kota Binjai Salurkan 737 Paket Daging Kurban, Wujud Kepedulian & Semangat Berbagi
STMIK Kaputama Sembelih Hewan Kurban, 75 Paket Daging Dibagikan untuk Mahasiswa dan Warga
HUT Damkarmat, Satpol PP dan Satlinmas, Rico Waas Tekankan Pelayanan Profesional
Genjot Program Hunian Layak, 440 Rumah Direhab dan 7.157 Rumah Subsidi Disalurkan
PIEP dan SPE UI Tanam Mangrove di Bekasi, Dorong Kesadaran Keberlanjutan Pesisir
Coffee Morning di Mako Kodaeral I Belawan, Rico : Hilangkan Stigma Negatif Belawan
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:26 WIB

Sumut Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Megathrust

Senin, 1 Juni 2026 - 19:19 WIB

Rico Waas: Pancasila Jangan Sekadar Dihafal, Harus Hidup dalam Pelayanan

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:05 WIB

PKS Kota Binjai Salurkan 737 Paket Daging Kurban, Wujud Kepedulian & Semangat Berbagi

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:38 WIB

STMIK Kaputama Sembelih Hewan Kurban, 75 Paket Daging Dibagikan untuk Mahasiswa dan Warga

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:07 WIB

HUT Damkarmat, Satpol PP dan Satlinmas, Rico Waas Tekankan Pelayanan Profesional

Berita Terbaru

Wisata

DWP Langkat Tanam 100 Pohon di Tangkahan

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:06 WIB

Berita

748 Aspirasi Rakyat Jadi Prioritas Pembangunan Langkat 2026

Selasa, 16 Jun 2026 - 12:20 WIB

Kabar Desa

Kapolres Langkat Bedah Rumah Lansia, Ibu Ginah Haru Terima Kunci

Selasa, 16 Jun 2026 - 06:25 WIB