Foto : Brilink yang menjadi salah satu aksea keuangan masyarakat.(ist)
Langkat – METROLANGKAT.COM
Di tengah komitmen pemerintah memperluas akses keuangan inklusif dan mempermudah masyarakat memperoleh pembiayaan usaha, fakta di lapangan justru berbanding terbalik.
Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong kemudahan akses permodalan, termasuk KUR tanpa agunan tambahan bagi pelaku UMKM.
Namun, seorang warga Kabupaten Langkat mengaku kesulitan hanya untuk membuka layanan agen BRILink di tempat usahanya.
Adalah Mhd Adenin, pemilik Hijrah Ponsel, beralamat di Desa Serapuh ABC, Dusun III, Kecamatan Padang Tualang, yang mengaku permohonannya menjadi agen BRILink tak kunjung mendapat kejelasan selama hampir satu tahun.
BRILink sendiri merupakan jaringan layanan perbankan milik Bank Rakyat Indonesia yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi keuangan tanpa harus datang ke kantor cabang.
Kepada wartawan, Adenin mengaku telah mengajukan permohonan pemasangan BRILink ke Kantor BRI Cabang Stabat. Saat itu ia ditemui seorang petugas bernama Dea.
“Waktu itu saya ditemui petugas BRILink dari BRI Stabat bernama Dea. Dia bilang tidak bisa dipasang karena di lokasi tersebut sudah ada BRILink,” ujar Adenin.
Namun, menurutnya, agen BRILink yang dimaksud berada sekitar satu kilometer dari lokasi tokonya. Ia pun telah menjelaskan hal tersebut kepada petugas.
“Setelah saya jelaskan jaraknya sekitar 1 kilometer, Dea berjanji akan melakukan survei ke lokasi.
Tapi sampai sekarang, hampir satu tahun, tidak pernah datang untuk survei,” katanya dengan nada heran.
Adenin mengaku kecewa karena tidak ada kepastian, baik penolakan resmi maupun tindak lanjut survei sebagaimana yang dijanjikan.
Ia menilai proses tersebut tidak transparan dan terkesan dipersulit.
Upaya konfirmasi juga dilakukan wartawan kepada Akbar, petugas BRILink di Kantor BRI Cabang Stabat.
Namun hingga berita ini ditayangkan, pesan yang dikirim melalui WhatsApp hanya berstatus terbaca tanpa tanggapan.
Hingga kini, pihak manajemen Bank Rakyat Indonesia Cabang Stabat belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan, sebab perluasan agen BRILink sejatinya merupakan bagian dari strategi inklusi keuangan untuk menjangkau masyarakat hingga ke desa.
Ketika akses keuangan digaungkan dipermudah, warga berharap implementasinya di lapangan juga berjalan terbuka, profesional, dan tanpa hambatan yang tak beralasan.(yong)


















