“Tak Ada Ampun! Gembira Ginting Perangi Praktik Kotor di Dunia Pendidikan Langkat”

- Jurnalis

Senin, 21 April 2025 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan gambar : Plt Kadis Pendidikan Langkat, Gembiring Ginting, S.Pd.M.Pd, M.AP.(Ist)

Langkat – Metrolangkat.com

Sejak mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Gembira Ginting S.Pd, M.Pd, M.AP menunjukkan itikad kuat untuk merombak paradigma lama yang menjerat dunia pendidikan setempat.

Dengan sikap tegas, ia tidak hanya menertibkan sistem, tetapi juga menabuh genderang perang terhadap praktik-praktik yang menyimpang dan merugikan dunia pendidikan.

Langkah awal yang ia ambil bukan sekadar simbolis. Ia menekankan satu prinsip utama: semua kegiatan belajar mengajar dan administrasi pendidikan harus berjalan sesuai aturan.

Instruksi ini tidak main-main, karena dari kepatuhan terhadap aturanlah kenyamanan guru terjamin dan kualitas pendidikan akan mengalami perbaikan.

Namun Gembira sadar, menata dunia pendidikan di Langkat bukan perkara mudah.

Stigma negatif, praktik lama yang cenderung permisif terhadap pungli, serta jaringan kepentingan yang sudah terbangun menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga :  Lagi,Isu Tak Sedap:  Sekdis Pendidikan Diduga Jarang Masuk Kantor dan Terima Gratifikasi

Tapi seperti dikatakannya, perubahan harus dimulai sekarang—dan harus dimulai dari atas.

Salah satu langkah konkret yang patut diapresiasi adalah edaran resmi kepada seluruh kepala SD dan SMP se-Kabupaten Langkat, baik negeri maupun swasta.

Dalam selebaran itu, Gembira dengan tegas menyatakan agar para kepala sekolah tidak melayani penjual buku, foto presiden, spanduk, atau produk sejenis yang mengatasnamakan dirinya.

Instruksi ini sederhana, tetapi sarat makna: menghentikan pola ‘jualan terselubung’ yang kerap jadi dalih pungli berkedok proyek.

Tak hanya itu, Gembira juga menginstruksikan secara terang: tidak boleh ada kutipan apapun dalam proses pencairan dana sertifikasi guru.

Ini bukan sekadar instruksi, ini adalah pukulan keras terhadap oknum-oknum yang selama ini mencoba mengambil keuntungan dari hak guru yang sah.

Tentu saja, gebrakan ini mengundang reaksi. Ada pihak yang mulai gelisah, ada pula yang terang-terangan tidak senang.

Baca Juga :  STMIK Kaputama Latih 50 Remaja Desa Sei Penjara Kuasai AI dan Desain

Maklum saja, reformasi yang dilakukan Gembira memutus mata rantai keuntungan yang selama ini mengalir secara tidak sah.

Tapi justru di sinilah letak pentingnya sikap tegas: membersihkan sistem pendidikan dari hama korupsi dan kolusi tidak bisa dilakukan dengan cara lembek.

Mewujudkan Visi dan Misi Pak Bupati Langkat, jangan ada lagi pungli dan kutipan. Kita coba terus berbenah, bersih-bersih,” ujar Gembira kepada Metrolangkat.com, Minggu (20/4).

Langkah Gembira Ginting patut kita beri dukungan. Dunia pendidikan harus menjadi taman yang bersih dari kepentingan kotor

Tempat guru bisa mengajar tanpa tekanan, dan siswa bisa belajar tanpa beban biaya tambahan tak jelas.

Kalau ada keberanian seperti ini di setiap lini birokrasi, bukan mustahil Langkat akan menjadi rujukan perubahan pendidikan yang nyata.

Saatnya kita semua membuka mata. Bersih-bersih ini bukan hanya tugas Gembira, tapi tugas kita semua.

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Binjai Soroti Kekosongan Kadisdik Definitif, Dinilai Ganggu Tata Kelola Pendidikan
Rico Waas Ajak Pelajar Lawan Predator Seksual: Jangan Takut Bersuara
Dosen STAI UISU Pematangsiantar Raih Hibah Riset Kompetitif Nasional Kemenag-LPDP, Torehkan Sejarah Pertama
Syah Afandin Buka Pekan Kesiapsiagaan Pelajar Nusantara di Stabat
Pasca Blackout Sumbagut, PDAM Tirtasari Binjai Jelaskan Penyebab Air Sempat Tak Mengalir
Rico Waas Tinjau PSN Sekolah Rakyat: Cepat, Rapi, dan Siap Jadi Kebanggaan Baru Medan
Tatap Piala AFF 2026, Stadion Teladan Bersolek: Rico Waas Minta Tribun Full dan Fasilitas Maksimal
Dugaan Penggandaan Soal Terorganisir di Langkat Jadi Perbincangan, Dinas: Tidak Ada Arahan
Berita ini 212 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:55 WIB

DPRD Binjai Soroti Kekosongan Kadisdik Definitif, Dinilai Ganggu Tata Kelola Pendidikan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:41 WIB

Rico Waas Ajak Pelajar Lawan Predator Seksual: Jangan Takut Bersuara

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:11 WIB

Dosen STAI UISU Pematangsiantar Raih Hibah Riset Kompetitif Nasional Kemenag-LPDP, Torehkan Sejarah Pertama

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:03 WIB

Syah Afandin Buka Pekan Kesiapsiagaan Pelajar Nusantara di Stabat

Senin, 25 Mei 2026 - 21:02 WIB

Pasca Blackout Sumbagut, PDAM Tirtasari Binjai Jelaskan Penyebab Air Sempat Tak Mengalir

Berita Terbaru

Wisata

DWP Langkat Tanam 100 Pohon di Tangkahan

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:06 WIB

Berita

748 Aspirasi Rakyat Jadi Prioritas Pembangunan Langkat 2026

Selasa, 16 Jun 2026 - 12:20 WIB

Kabar Desa

Kapolres Langkat Bedah Rumah Lansia, Ibu Ginah Haru Terima Kunci

Selasa, 16 Jun 2026 - 06:25 WIB