Simpang Dobi-Titi Papan Langganan Macet, Pemko Medan Siapkan Pelebaran Jalan 2027

Metro Langkat

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap turun langsung meninjau dua titik kemacetan tersebut, Rabu (4/11/2026). Dalam peninjauan itu, pelebaran jalan didorong menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kepadatan kendaraan yang kerap mengular, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja maupun sekolah.(ist)

MEDAN – metrolangkat.com

Kemacetan yang hampir setiap hari melumpuhkan arus lalu lintas di kawasan Simpang Dobi dan Titi Papan, Jalan Yos Sudarso, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Medan.

Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap turun langsung meninjau dua titik kemacetan tersebut, Rabu (4/11/2026). Dalam peninjauan itu, pelebaran jalan didorong menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kepadatan kendaraan yang kerap mengular, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja maupun sekolah.

Zakiyuddin mengungkapkan, rencana pelebaran jalan telah dibahas bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Namun, realisasinya masih bergantung pada penyelesaian pembebasan lahan milik masyarakat.

Menurutnya, sekitar 60 persen proses ganti rugi lahan telah diselesaikan. Sementara itu, sejumlah rumah dan ruko masih harus dibebaskan agar pelebaran jalan dapat dilakukan.

“Kita berharap dalam waktu dekat, kalau memang ini disetujui pemilik rumah atau ruko, supaya dilakukan ganti rugi sehingga jalannya bisa dilebarkan. Kita juga berharap masyarakat di sekitar sini bersedia memberikan beberapa meter lahannya untuk pelebaran jalan,” kata Zakiyuddin.

Baca Juga :  Bendera One Piece Viral Jelang HUT RI, Wawako Binjai: Itu Ekspresi Masyarakat, Bukan Ancaman

Didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Medan Khairul Azmi serta Camat Medan Deli Muhammad Aidiel Putra Pratama, ia mengajak masyarakat mendukung rencana tersebut.

Zakiyuddin menegaskan, penyelesaian persoalan kemacetan membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk pemilik lahan yang terdampak rencana pelebaran jalan.

“Kalau ingin solusi ini selesai, Pemerintah Kota Medan berharap masyarakat juga mau bekerja sama. Ini untuk kebaikan bersama. Kalau ada salah satu yang menyulitkan, ini bisa tidak jadi. Yang rugi juga masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Jalan Yos Sudarso merupakan jalan nasional sehingga penanganan infrastrukturnya harus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat melalui BBPJN.

Selain pelebaran jalan, kemungkinan pembangunan jalan layang atau flyover juga akan dikaji sebagai alternatif mengatasi kemacetan. Meski demikian, rencana tersebut masih membutuhkan pembahasan dan kajian teknis lebih lanjut.

Sambil menunggu realisasi pembangunan infrastruktur, Zakiyuddin meminta Dinas Perhubungan Kota Medan, Dinas Perhubungan Sumatera Utara dan kepolisian melalui satuan lalu lintas meningkatkan pengaturan kendaraan di kawasan tersebut.

Menurutnya, kehadiran petugas sangat dibutuhkan, terutama pada jam-jam sibuk ketika arus kendaraan meningkat tajam.

Baca Juga :  Sidak Kantor Camat Salapian, Tiorita Soroti Disiplin Pegawai hingga Toilet Kantor

“Yang paling macet itu sekitar pukul 06.30 WIB, saat orang berangkat kerja dan anak-anak sekolah. Begitu juga saat jam pulang kerja dan sekolah. Kita berharap petugas bisa hadir minimal setiap pagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Medan Khairul Azmi menjelaskan, proses pembebasan lahan sebelumnya ditangani pemerintah pusat. Namun, masa berlaku penetapan lokasi (penlok) telah berakhir sehingga kelanjutannya kini diserahkan kepada Pemko Medan.

Untuk melanjutkan proses tersebut, Pemko Medan akan kembali menyusun Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) sekaligus mengurus penetapan lokasi yang baru.

Kebutuhan anggaran pembebasan lahan tersebut diupayakan masuk dalam penganggaran tahun 2027.

“Kalau untuk tahun ini tidak dapat. Tahun depan mudah-mudahan selesai ini, bisa mereka menganggarkan di tahun depan juga. Jadi paralel sifatnya,” jelas Khairul.

Setelah proses pembebasan lahan rampung, pekerjaan pelebaran jalan diharapkan dapat segera dilaksanakan.

Dengan demikian, masyarakat yang setiap hari melintasi kawasan Simpang Dobi dan Titi Papan kini menanti realisasi rencana tersebut. Sebab, kemacetan yang berulang bukan hanya menguras waktu perjalanan, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga Kota Medan. (wis/rel)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MBG Binjai Terganggu! Empat Dapur SPPG Tutup Sementara, Dua Belum Jelas Kapan Buka
Kunjungi Binjai, Kapolda Sumut Tegaskan Perang Narkoba dan Kejahatan Jalanan
Panen Raya di Secanggang, Langkat Siapkan Ekspansi 500 Hektare Sawah
Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Grebek Pesantren, DPR Desak Investigasi Dugaan Pelanggaran HAM
Khairul Muslim Masuk Bursa Ketua DKP PWI Sumut,Bermodal Rekam Jejak Panjang di Organisasi
Rizal Rudi Surya Maju sebagai Calon Ketua DKP PWI Sumut, Usung Etika dan Integritas
Pemutihan Pajak Kendaraan Dimulai! Pemprov Sumut Hapus Tunggakan dan Denda PKB
Surya Darma Sitepu Warning Kader AMPI: Jangan Jadi Premanisme, Harus Bermanfaat!
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:36 WIB

Simpang Dobi-Titi Papan Langganan Macet, Pemko Medan Siapkan Pelebaran Jalan 2027

Rabu, 4 November 2026 - 19:54 WIB

Kunjungi Binjai, Kapolda Sumut Tegaskan Perang Narkoba dan Kejahatan Jalanan

Selasa, 3 November 2026 - 15:47 WIB

Panen Raya di Secanggang, Langkat Siapkan Ekspansi 500 Hektare Sawah

Senin, 2 November 2026 - 20:50 WIB

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Grebek Pesantren, DPR Desak Investigasi Dugaan Pelanggaran HAM

Senin, 2 November 2026 - 17:58 WIB

Khairul Muslim Masuk Bursa Ketua DKP PWI Sumut,Bermodal Rekam Jejak Panjang di Organisasi

Berita Terbaru