Mengadu ke DPRD Langkat,BITRA dan Petani Desak Pembangunan Irigasi 1.080 Hektare Sawah di Secanggang

Metro Langkat

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ketua DPRD Langkat,Sribana PA saat menerima audensi LSM BITRA diruangan kerjanya.(ist)

Langkat – Metrolangkat.com

Nasib ribuan petani di Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, masih bergantung pada ketersediaan air.

Tanpa dukungan irigasi yang memadai, petani di empat desa dan kelurahan hanya mampu menanam padi satu kali dalam setahun.

Persoalan itu mendorong LSM BITRA Indonesia bersama masyarakat dari Desa Kebun Kelapa, Desa Sei Ular, Desa Tanjung Ibus,

dan Kelurahan Hinai Kiri mendatangi DPRD Langkat untuk menyampaikan aspirasi terkait pembangunan infrastruktur irigasi, Rabu (7/10/2026).

Dalam audiensi tersebut, masyarakat meminta pemerintah memberi perhatian serius terhadap kebutuhan irigasi yang dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan lahan persawahan.

Audiensi diterima langsung Ketua DPRD Langkat, Sribana Perangin-angin, bersama anggota DPRD Langkat, Sedarita Ginting.

Pertemuan itu turut dihadiri perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Langkat.

LSM BITRA Indonesia mengungkapkan, hamparan persawahan seluas sekitar 1.080 hektare di empat wilayah tersebut membutuhkan dukungan sistem pengairan yang memadai.

Iswan Kaputra dari LSM BITRA Indonesia, selaku pendamping masyarakat, mengatakan persoalan irigasi telah dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan dan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Utara.

Dari hasil koordinasi tersebut, pihaknya diarahkan untuk melanjutkan komunikasi dengan Dinas PUTR Kabupaten Langkat.

“Persoalan irigasi ini sangat penting bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan produktivitas pertanian dan keberlanjutan lahan persawahan,” kata Iswan.

Petani Hanya Bisa Tanam Padi Sekali Setahun

Kebutuhan irigasi bukan sekadar persoalan pembangunan fisik, melainkan menyangkut penghasilan dan masa depan petani.

Baca Juga :  Anggota DPRD Muhammad Rio Dipercaya Pimpin KOMBAT Langkat

Sigit Pamungkas, warga Desa Kebun Kelapa, mengatakan keterbatasan pasokan air membuat petani di wilayahnya hanya bisa melakukan penanaman padi satu kali dalam setahun.

Padahal, menurutnya, produksi padi saat ini diperkirakan mencapai 5–6 ton dalam sekali panen.

Hasil tersebut dinilai masih berpotensi meningkat apabila lahan persawahan memperoleh pasokan air yang lebih terjamin.

“Kalau areal persawahan ini dialiri irigasi, kami yakin hasil panen bisa mencapai 7 ton per hektare,” ujar Sigit.

Ia juga mengkhawatirkan persoalan irigasi yang berlarut-larut dapat mendorong petani mengalihkan fungsi lahan persawahan menjadi perkebunan kelapa sawit.

“Kalau irigasi tidak terlaksana, kami khawatir petani akan beralih menanam kelapa sawit di areal persawahan ini,” katanya.

Kekhawatiran tersebut menjadi perhatian tersendiri. Sebab, tanpa kepastian pengairan dan peningkatan hasil panen, keberlanjutan usaha tani padi di wilayah itu berpotensi menghadapi tantangan.

Pompa Air Jadi Solusi Jangka Pendek

Dalam audiensi tersebut, perwakilan Dinas PUTR Langkat menyampaikan bahwa salah satu solusi jangka pendek yang dapat dilakukan adalah pembangunan fasilitas pompa air.

Satu unit pompa diperkirakan mampu mengairi sekitar 10 hektare lahan persawahan.

Namun, dengan luas hamparan mencapai 1.080 hektare, kebutuhan fasilitas pengairan tentu memerlukan perencanaan yang matang agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Sementara itu, pembangunan jaringan irigasi permanen dengan memanfaatkan sumber air Sungai Wampu membutuhkan anggaran yang cukup besar.

Karena itu, diperlukan perencanaan teknis serta dukungan pembiayaan dari berbagai pihak.

Baca Juga :  Kolaborasi Jadi Kunci, Bobby Paparkan Strategi Besar Sumut

Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan persoalan irigasi Secanggang tidak cukup hanya mengandalkan solusi jangka pendek.

Dibutuhkan pula perencanaan jangka panjang agar kebutuhan air pertanian dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

DPRD Janji Dorong Dukungan Anggaran

Ketua DPRD Langkat, Sribana Perangin-angin, menyambut baik aspirasi masyarakat dan mendukung rencana pembangunan infrastruktur irigasi di Desa Kebun Kelapa, Desa Sei Ular, Desa Tanjung Ibus, serta Kelurahan Hinai Kiri.

“Kami akan berkoordinasi ke kementerian terkait di pusat,” ujar Sribana.

Sementara itu, anggota DPRD Langkat, Sedarita Ginting, mengatakan pihaknya akan berupaya mendorong agar pembangunan irigasi tersebut dapat diusulkan dalam APBD Kabupaten Langkat Tahun Anggaran 2027.

Menurutnya, peluang pembiayaan tidak hanya terbatas pada APBD kabupaten, tetapi juga dapat diupayakan melalui APBD Provinsi Sumatera Utara maupun dukungan pihak ketiga.

“Selain dari APBD Kabupaten Langkat, proyek infrastruktur irigasi ini juga dapat bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara maupun dukungan pihak ketiga,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, LSM BITRA Indonesia turut menyerahkan desain rencana pembangunan infrastruktur irigasi kepada Ketua DPRD Langkat sebagai bahan untuk mendorong tindak lanjut usulan tersebut.

Bagi petani Secanggang, pembangunan irigasi bukan sekadar rencana proyek infrastruktur. Ketersediaan air menjadi kunci untuk meningkatkan frekuensi tanam, mendongkrak hasil panen, dan mempertahankan lahan pertanian pangan.

Kini, masyarakat menantikan langkah konkret pemerintah dan para pemangku kepentingan agar aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebatas audiensi, tetapi berlanjut menjadi perencanaan, penganggaran, hingga pembangunan yang benar-benar dirasakan petani.(rel/wis)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wak Leman Resmi Duduki Kursi DPRD Binjai Gantikan Edy
Tiorita Tegaskan Penataan Perangkat Daerah Harus Tepat Kebutuhan
Rico Jelaskan Alasan Pencabutan Perda Lembaga Kemasyarakatan
Plt Bupati Tiorita Dorong Perubahan APBD Langkat 2026 Lebih Berpihak pada Rakyat
Ricky Anthony: Pemprov Sumut Gelontorkan Rp64,2 Miliar Perbaiki Jalan Provinsi di Langkat
DPRD Langkat Bentuk Pansus Optimalisasi PAD
Pansus Tanah DPRD Langkat Temukan Perusahaan Perkebunan Belum Miliki HGU
DPRD Binjai Sembelih 2 Sapi Kurban, Anwar Gagas Program “Cicilan Kurban” Legislator
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Mengadu ke DPRD Langkat,BITRA dan Petani Desak Pembangunan Irigasi 1.080 Hektare Sawah di Secanggang

Rabu, 16 September 2026 - 22:24 WIB

Wak Leman Resmi Duduki Kursi DPRD Binjai Gantikan Edy

Sabtu, 12 September 2026 - 13:17 WIB

Tiorita Tegaskan Penataan Perangkat Daerah Harus Tepat Kebutuhan

Selasa, 8 September 2026 - 20:30 WIB

Rico Jelaskan Alasan Pencabutan Perda Lembaga Kemasyarakatan

Selasa, 8 September 2026 - 20:17 WIB

Plt Bupati Tiorita Dorong Perubahan APBD Langkat 2026 Lebih Berpihak pada Rakyat

Berita Terbaru