ReCity Medan Soroti Trotoar Rusak, Hak Pejalan Kaki Jadi Perhatian

Metro Langkat

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Mahasiswa Ilmu Komunikasi menggelar kampanye hak pejalan kaki bertajuk “ReCity Medan” di Sekata Kopi, Jalan Sei Batu Gingging, Pasar X, Medan, Minggu (11/10/2026). Kampanye ini menyoroti pentingnya trotoar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh masyarakat.(Ist)

MEDAN – metrolangkat.com

Mahasiswa Ilmu Komunikasi menggelar kampanye hak pejalan kaki bertajuk “ReCity Medan” di Sekata Kopi, Jalan Sei Batu Gingging, Pasar X, Medan, Minggu (11/10/2026). Kampanye ini menyoroti pentingnya trotoar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, ReCity Medan mengajak masyarakat memahami bahwa trotoar bukan sekadar pelengkap jalan, melainkan fasilitas publik yang berperan penting dalam mendukung mobilitas perkotaan.

Salah satu agenda utama adalah walk audit, yakni kegiatan berjalan kaki untuk mengamati langsung kondisi trotoar sekaligus mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi pejalan kaki.

Dalam kegiatan itu, peserta diajak melihat kondisi fisik trotoar, mulai dari kerusakan permukaan hingga fasilitas yang belum memadai untuk menunjang keselamatan dan kenyamanan pengguna.

Pengamatan langsung tersebut memberikan gambaran tentang bagaimana kualitas trotoar memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas.

Baca Juga :  Green City Award Gold untuk Medan, Tantangan Rico Waas Kini Membuktikannya

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Anthoni Mardianta, S.T., M.T., IAP, CIIQA, serta Dr. Mhd. Hamdani, S.Sos., M.Si., CHE.

Diskusi membahas persoalan trotoar dari perspektif perencanaan kota, sosial, dan pariwisata, termasuk pentingnya menyediakan fasilitas pedestrian yang dapat digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat.

Anthoni menilai, kondisi trotoar di sejumlah titik di Kota Medan masih membutuhkan perhatian serius. Hasil pengamatan selama walk audit menunjukkan adanya trotoar berlubang, ubin rusak, hingga guiding block atau jalur pemandu bagi penyandang disabilitas netra yang terputus.

“Seperti yang kita lihat selama berjalan tadi, masih banyak trotoar yang berlubang, guiding block yang terputus, bahkan ubin yang sudah rusak dan tidak layak digunakan,” ujarnya.

Menurut Anthoni, kondisi tersebut berpotensi mengganggu keselamatan pejalan kaki, khususnya penyandang disabilitas yang mengandalkan jalur pemandu untuk membantu mobilitas mereka.

Baca Juga :  Tekan Inflasi, Pemko Medan Bahas Dampak Kenaikan BBM dan Tarif Angkutan Udara

Sementara itu, Hamdani menyoroti pentingnya trotoar yang layak dalam mendukung sektor pariwisata perkotaan.

Ia mengatakan, kualitas fasilitas pejalan kaki turut memengaruhi pengalaman wisatawan ketika mengunjungi sebuah kota. Trotoar yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua kalangan dapat mendorong wisatawan berjalan kaki serta mengenal lebih dekat lingkungan dan karakter kota.

“Pembangunan fasilitas pedestrian yang inklusif bukan hanya soal memenuhi hak pejalan kaki, tetapi juga bagian dari upaya membangun pariwisata kota yang lebih baik,” katanya.

ReCity Medan mengusung tagline “Make Sidewalks Make Sense in Medan” sebagai seruan untuk mendorong fungsi trotoar kembali pada tujuan utamanya, yakni memberikan ruang berjalan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Melalui kampanye ini, ReCity berharap kesadaran publik terhadap hak pejalan kaki semakin meningkat. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mendorong perhatian lebih besar terhadap perbaikan trotoar dan penyediaan fasilitas pedestrian yang inklusif demi mewujudkan Kota Medan yang lebih ramah bagi semua pengguna jalan. (Rel)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BNN Binjai Edukasi 200 Prajurit Arhanud 11/WBY, Tegaskan Ancaman Narkoba dan Sanksi PTDH
Dijanjikan Sejak April, PKL Binjai Kecewa: Steling Tak Datang, Dagangan Kian Sepi
Sarang Narkoba Percut Sei Tuan digrebek, 37 Orang Diamankan, 5 Mesin Judi Dingdong Disita
Tebus Ijazah Bantu Siswa Miskin, Akademisi USU Ingatkan Potensi Penyimpangan
MAPANCAS Langkat Dukung Sidak Tiorita, Desak Pembenahan Nyata
Bobby  Soroti Ketimpangan Ekonomi Sumut, Kepulauan Nias Jadi Tantangan
Tenun Uis Karo Karya Bunda Binjai Tembus Singapura dan Malaysia
Sidak Kantor Camat Salapian, Tiorita Soroti Disiplin Pegawai hingga Toilet Kantor
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:29 WIB

ReCity Medan Soroti Trotoar Rusak, Hak Pejalan Kaki Jadi Perhatian

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:29 WIB

BNN Binjai Edukasi 200 Prajurit Arhanud 11/WBY, Tegaskan Ancaman Narkoba dan Sanksi PTDH

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Dijanjikan Sejak April, PKL Binjai Kecewa: Steling Tak Datang, Dagangan Kian Sepi

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Sarang Narkoba Percut Sei Tuan digrebek, 37 Orang Diamankan, 5 Mesin Judi Dingdong Disita

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Tebus Ijazah Bantu Siswa Miskin, Akademisi USU Ingatkan Potensi Penyimpangan

Berita Terbaru