Foto : Arya Sinulingga terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PSSI Sumatera Utara (Sumut) periode 2026–2030. (ist)
MEDAN – METROLANGKAT.COM
Arya Sinulingga resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PSSI Sumatera Utara (Sumut) periode 2026–2030. Di bawah kepemimpinannya, sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumut diharapkan semakin kuat untuk mendorong pembinaan sepak bola, khususnya kelompok usia muda.
Dukungan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution terhadap pengembangan sepak bola usia muda mendapat apresiasi dari Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji. Ia bahkan menyebut Bobby sebagai satu-satunya gubernur yang menunjukkan kepedulian besar terhadap penyelenggaraan kompetisi sepak bola kelompok usia.
Pernyataan itu disampaikan Sumardji saat menghadiri Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (12/10/2026).
Menurut Sumardji, dukungan Bobby terlihat dari kesediaan Sumut menjadi tuan rumah sejumlah kompetisi sepak bola kelompok usia tingkat internasional.
Sumut sebelumnya menjadi tuan rumah Piala Kemerdekaan 2025 yang menjadi ajang pemanasan menuju Piala Dunia U-17. Setelah itu, Sumut kembali dipercaya menggelar Piala AFF U-19.
Sumardji mengungkapkan, PSSI telah menawarkan kesempatan menjadi tuan rumah kompetisi kelompok usia kepada sejumlah gubernur di Indonesia. Namun, menurutnya, respons positif dan kesediaan memberikan dukungan datang dari Gubernur Sumut.
“Pak Bobby satu-satunya gubernur yang peduli dengan sepak bola kelompok usia. Saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Saya sendiri yang minta tolong ke gubernur lain menjadi tuan rumah kelompok usia, tidak ada yang bersedia, tetapi Gubernur Sumut benar-benar peduli,” ujar Sumardji.
Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan kompetisi tersebut menjadi modal penting bagi perkembangan sepak bola Sumut. Dampaknya bukan hanya terhadap pembinaan pemain, tetapi juga peningkatan kualitas wasit, penyelenggara pertandingan, hingga fasilitas olahraga.
“Ini awal langkah yang nyata untuk membawa sepak bola Sumut ke masa depan yang lebih cerah, bukan hanya pemain, tetapi juga wasit, penyelenggara, fasilitas dan lainnya,” katanya.
Bobby Ingin Olahraga Jadi Industri
Sementara itu, Bobby Nasution menilai perkembangan sepak bola dan olahraga secara umum memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Karena itu, Pemprov Sumut berupaya mendorong pengelolaan sektor olahraga secara lebih profesional dan mandiri. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memberikan kewenangan kepada Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Sumut untuk mengelola aset melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Bobby berharap pengelolaan tersebut dapat menjadikan olahraga sebagai sektor yang produktif, menghasilkan pendapatan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Sepak bola olahraga yang paling banyak digemari. Saya rasa dengan pengelolaan yang tepat kita akan membuat olahraga menjadi industri. Oleh karena itu, Dispora kami tahun 2028 tidak akan bergantung lagi pada APBD, mereka akan mengelola asetnya sekitar Rp3,2 triliun secara mandiri melalui BLUD, mereka akan mendapat pendapatan dari sana dan juga menyumbangkan PAD,” ujar Bobby.
Arya Sinulingga Siapkan Langkah Lanjutan
Ketua PSSI Sumut terpilih, Arya Sinulingga, menyampaikan bahwa hubungan antara Pemprov Sumut dan PSSI selama ini berjalan baik. Menurutnya, berbagai inovasi, kegiatan, dan kebijakan telah dilakukan melalui kerja sama untuk mendorong kemajuan sepak bola di daerah.
Arya mengapresiasi dukungan Bobby Nasution beserta jajaran Dispora Sumut. Ia menegaskan, sinergi tersebut perlu diperkuat agar pembinaan sepak bola semakin terarah dan mampu menghasilkan prestasi.
“Apa yang sudah kita kerjakan selama ini tidak terlepas dari Gubernur Sumut, Kadispora di level teknis. Kami mendapat dukungan yang luar biasa. Ke depan kita harus lebih tegas lagi membangun sepak bola Sumut,” kata Arya.
Terpilihnya Arya untuk periode 2026–2030 menjadi momentum bagi PSSI Sumut untuk memperkuat organisasi, meningkatkan pembinaan atlet sejak usia dini, serta memperluas kesempatan bertanding bagi pemain muda.
Dukungan pemerintah daerah, menurut arah kebijakan yang disampaikan dalam kongres tersebut, menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan.
Tantangan berikutnya adalah memastikan dukungan itu bermuara pada pembinaan yang konsisten, kompetisi yang berkualitas, serta lahirnya pemain-pemain Sumut yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.(Wis)

















