PPMSU Geruduk Mabes Polri, Desak Kasus Kematian Winda Lorenza Diambil Alih Bareskrim

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA – METROLANGKAT.COM

Puluhan massa dari Persatuan Pemuda Mahasiswa Sumatera Utara (PPMSU) menggeruduk Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026).

Kedatangan massa bukan sekadar menyampaikan aspirasi. Mereka mendesak Mabes Polri membuka kembali secara terang benderang penanganan kasus kematian almarhumah Winda Lorenza, mantan istri seorang oknum anggota Polsek Medan Sunggal.

PPMSU menduga terdapat sejumlah kejanggalan dalam kasus tersebut. Bahkan, massa aksi mendesak aparat mengusut tuntas dugaan pembunuhan berencana serta dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang mereka nilai berkaitan dengan kematian Winda.

Aksi tersebut mendapat respons dari perwakilan pejabat Mabes Polri. Aspirasi dan sejumlah dokumen yang dibawa PPMSU diterima untuk selanjutnya ditindaklanjuti.

Dalam audiensi di lokasi, pihak Mabes Polri disebut menyatakan akan meneruskan laporan serta temuan PPMSU kepada pimpinan dan divisi terkait, termasuk Bareskrim dan Divisi Propam Polri.

Langkah tersebut dinilai PPMSU sebagai pintu masuk untuk mengungkap kasus secara lebih independen.

Koordinator Aksi PPMSU, Oza Hasibuan, menegaskan bahwa diterimanya laporan bukan berarti perjuangan mereka selesai.

Baca Juga :  Syah Afandin Hadirkan Bantuan Besar DPR RI untuk Korban Banjir Langkat

Menurutnya, ukuran keberhasilan bukan sebatas diterimanya berkas, melainkan adanya langkah hukum konkret terhadap dugaan pelanggaran yang mereka laporkan.

Desak Bareskrim Ambil Alih

PPMSU menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Mabes Polri.

Pertama, mereka mendesak Bareskrim Polri segera mengambil alih secara resmi seluruh proses penyidikan dari tingkat daerah.

Langkah ini dinilai penting untuk menjamin independensi penanganan perkara sekaligus mencegah dugaan intervensi dari pihak-pihak tertentu.

Kedua, PPMSU mendesak agar proses hukum terhadap pihak yang mereka tuding sebagai terduga pelaku dilakukan secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,

termasuk apabila bukti dan proses penyidikan telah memenuhi syarat untuk penahanan maupun proses etik terhadap anggota Polri yang terlibat.

Ketiga, massa mendesak transparansi dalam pengusutan dugaan TPPO yang mereka klaim melibatkan oknum pejabat kepolisian.

“Kami mengapresiasi iktikad baik perwakilan Mabes Polri yang telah menemui dan menerima tuntutan kami hari ini.

Namun, kami tegaskan bahwa aksi ini bukan akhir,” ujar Oza Hasibuan di depan Mabes Polri.

PPMSU, lanjutnya, akan terus mengawal perkembangan laporan tersebut, termasuk melalui Komnas HAM dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Baca Juga :  Gusti : Gubernur Bobby Tepat Ganti Pejabat Lemah, Birokrasi Harus Berdasar Meritokrasi

“Kami akan terus mengawal janji dan proses di Mabes Polri, Komnas HAM, serta PPATK sampai dugaan pelanggaran ini benar-benar terang dan keadilan bagi almarhumah Winda Lorenza terwujud,” tegasnya.

Lanjut ke Komnas HAM

Usai menyampaikan tuntutan di Mabes Polri, massa PPMSU melanjutkan aksi ke kantor Komnas HAM RI.

Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong adanya pengawasan independen terhadap penanganan kasus sekaligus meminta agar dugaan aliran transaksi keuangan yang berkaitan dengan perkara tersebut turut ditelusuri.

PPMSU menegaskan akan terus mengawal kasus tersebut hingga terdapat kejelasan mengenai penyebab kematian Winda Lorenza serta pertanggungjawaban hukum terhadap pihak-pihak yang nantinya terbukti terlibat.

Hingga berita ini ditulis, tuntutan PPMSU masih merupakan laporan dan dugaan yang mereka sampaikan kepada aparat penegak hukum.

Pembuktian mengenai dugaan pembunuhan berencana, TPPO maupun keterlibatan pihak tertentu tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum melalui proses penyelidikan dan penyidikan.(kus)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Gubernur Berkumpul di Medan, Sumut Dorong Sumatera Jadi Satu Kekuatan Ekonomi
Pelayanan UPT Samsat Stabat Gelap, Warga Desak Gubernur Copot Ka UPT
Zakiyuddin Tegaskan Pendidikan Tak Boleh Lumpuh Akibat Bencana
KI Sumut Uji Keterbukaan Informasi Pemko Medan, Soroti Layanan Adminduk hingga Pajak Digital
Gibran Pastikan 699 Huntap Penyintas Bencana Tapsel Dibangun Bulan Ini
Dampingi Wapres Gibran, Bobby Nasution Cek Rehabilitasi SMAN 1 Barus
Resmikan Jembatan Bailey Tapteng, Bobby Siapkan Modal Usaha untuk 50 Warga
Rico Minta TPID Medan Bergerak Lebih Dini Kendalikan Inflasi dan Deflasi
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 13:53 WIB

PPMSU Geruduk Mabes Polri, Desak Kasus Kematian Winda Lorenza Diambil Alih Bareskrim

Sabtu, 5 September 2026 - 23:41 WIB

10 Gubernur Berkumpul di Medan, Sumut Dorong Sumatera Jadi Satu Kekuatan Ekonomi

Sabtu, 5 September 2026 - 11:33 WIB

Pelayanan UPT Samsat Stabat Gelap, Warga Desak Gubernur Copot Ka UPT

Sabtu, 5 September 2026 - 10:37 WIB

Zakiyuddin Tegaskan Pendidikan Tak Boleh Lumpuh Akibat Bencana

Jumat, 4 September 2026 - 20:50 WIB

Gibran Pastikan 699 Huntap Penyintas Bencana Tapsel Dibangun Bulan Ini

Berita Terbaru