Rico Minta TPID Medan Bergerak Lebih Dini Kendalikan Inflasi dan Deflasi

Metro Langkat

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Pj. Sekda Medan Erfin Fahrurrazi saat membuka Capacity Building Anggota TPID Kota Medan untuk Meningkatkan Pemahaman dan Tanggung Jawab dalam Pengendalian Inflasi dan Deflasi Kota Medan, Kamis (3/9/2026), di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan.(Ist)

MEDAN – metrolangkat.com

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Medan bergerak lebih dini dalam mengendalikan inflasi dan mengantisipasi deflasi.

Ia menegaskan, pengendalian harga tidak boleh dilakukan setelah harga terlanjur melonjak dan masyarakat mulai mengeluh. Kebijakan harus berbasis data, antisipatif, serta didukung sinergi lintas sektor.

Pesan tersebut disampaikan Rico Waas melalui sambutan tertulis yang dibacakan Pj. Sekda Medan Erfin Fahrurrazi saat membuka Capacity Building Anggota TPID Kota Medan untuk Meningkatkan Pemahaman dan Tanggung Jawab dalam Pengendalian Inflasi dan Deflasi Kota Medan, Kamis (3/9/2026), di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan.

Menurut Rico, persoalan harga merupakan isu yang langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, seluruh anggota TPID harus memahami dinamika inflasi dan deflasi, termasuk faktor penyebab serta dampaknya terhadap perekonomian.

Data dan informasi terkini, kata dia, harus menjadi dasar dalam menentukan langkah dan kebijakan.

“Jangan sampai kita baru bergerak ketika harga sudah naik dan masyarakat sudah mengeluh,” tegas Rico.

Ia menjelaskan, inflasi yang terlalu tinggi dapat menekan daya beli masyarakat. Sementara deflasi yang terjadi secara luas dan berlangsung terus-menerus juga perlu dicermati karena dapat menjadi indikasi melemahnya permintaan dan aktivitas ekonomi.

Baca Juga :  Kadisdik Binjai Diduga Arahkan Kepsek untuk Salah Satu Paslon

Untuk itu, TPID diminta memperkuat empat aspek utama, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif.

Potensi kekurangan pasokan harus diantisipasi sejak awal. Gangguan distribusi harus segera dicari penyebabnya, sementara setiap pergerakan harga perlu direspons secara cepat dan terukur.

Rico juga meminta data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan dimanfaatkan sebagai bahan analisis dalam merumuskan kebijakan strategis. Hasil analisis tersebut selanjutnya diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program daerah yang konkret dalam mengendalikan inflasi sekaligus mengantisipasi deflasi.

Minta Sinergi Jangan Jalan Sendiri-sendiri

Rico menegaskan, menjaga stabilitas harga bukan pekerjaan satu instansi. Pemko Medan harus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah lain, Bank Indonesia, BPS, Perum Bulog, pelaku usaha, Kadin, dunia akademik, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Jangan kita bekerja sendiri-sendiri karena data harus tersambung, informasi harus cepat, dan ketika ada persoalan di lapangan kita harus tahu siapa yang bisa langsung bergerak,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan capacity building tersebut tidak berhenti sebatas meningkatkan pengetahuan anggota TPID. Lebih dari itu, hasil kegiatan harus diwujudkan melalui komitmen dan tindakan nyata di lapangan.

Anggota TPID diminta semakin peka membaca pergerakan harga, cepat mengidentifikasi potensi risiko, serta memperkuat koordinasi ketika muncul persoalan yang berpotensi mengganggu stabilitas harga.

Baca Juga :  Football Cup HUT ke-67 Pemuda Pancasila, Rico Waas Tekankan Sportivitas dan Solidaritas

“Pada akhirnya, yang kita jaga bukan sekadar angka inflasi, tetapi daya beli, ketenangan, dan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan semangat Medan Untuk Semua dan Semua Untuk Medan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Setda Medan Reza Hanafi mengatakan, capacity building digelar untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas anggota TPID mengenai dinamika inflasi dan deflasi, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta strategi pengendalian yang dapat diterapkan di lapangan.

Menurutnya, stabilitas harga merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menciptakan iklim perekonomian yang kondusif.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Penguatan Sinergi dan Kapasitas Anggota TPID Kota Medan dalam Pengendalian Inflasi dan Antisipasi Deflasi untuk Menjaga Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat”.

Dalam kegiatan itu, Kepala BPS Kota Medan Hafsyah Aprillia menyampaikan materi “Menjaga Stabilitas, Menguatkan Ekonomi: Analisis Inflasi dan Kondisi Perekonomian Kota Medan”.

Sementara Dr. Ade Gunawan, S.E., M.S. membawakan materi “Strategi Penguatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Pengendalian Inflasi dan Antisipasi Deflasi, Studi Kasus: Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara.”

Selain itu, Tutut Tiana juga memberikan materi terkait capacity building TPID.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, BPS Kota Medan, akademisi, jajaran pimpinan perangkat daerah, serta unsur dunia usaha.(Wis)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bobby Tak Cukup Larang Vape, Satpol PP Sumut Dilibatkan Berantas Narkoba
Kapolri Hadir di Belawan, Bobby Nasution Tantang Forkopimda Bersihkan Sumut dari Narkoba
1,16 Ton Ketamin Terungkap di Belawan, PPMSU Desak Aparat Kejar Aktor Utama
Kapolri Suyudi Ario Seto mengapresiasi kebijakan Bobby Nasution Larang ASN Gunakan Vape
Tiorita Terima Hinca Pandjaitan, Sinergi Pembangunan hingga Gagasan Satu Desa Satu TPU
1,16 Ton Ketamin Diamankan, Kapolri Tegaskan Perang terhadap Narkoba
Aliansi Merah Putih Geruduk DPRD Langkat, Tigor Desak Dugaan Limbah Lapas Dituntaskan
Mesin Elektro Motor PDAM Tirta Wampu Dicuri di Salapian, Distribusi Air Pelanggan Terganggu
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Bobby Tak Cukup Larang Vape, Satpol PP Sumut Dilibatkan Berantas Narkoba

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Kapolri Hadir di Belawan, Bobby Nasution Tantang Forkopimda Bersihkan Sumut dari Narkoba

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:23 WIB

1,16 Ton Ketamin Terungkap di Belawan, PPMSU Desak Aparat Kejar Aktor Utama

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Kapolri Suyudi Ario Seto mengapresiasi kebijakan Bobby Nasution Larang ASN Gunakan Vape

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Tiorita Terima Hinca Pandjaitan, Sinergi Pembangunan hingga Gagasan Satu Desa Satu TPU

Berita Terbaru