Foto : Wisata di Kabupaten Langkat yang indah namun tidak mendapat minat wisatawan.(ist)
Langkat – metrolangkat.com
Di tengah geliat pariwisata Sumatera Utara yang mencatat lonjakan signifikan selama momentum Lebaran 2026, Kabupaten Langkat justru tak terlihat dalam daftar destinasi favorit wisatawan.
Fakta ini memantik kritik tajam terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Langkat, khususnya Dinas Pariwisata, yang dinilai gagal memaksimalkan potensi daerah.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut, total kunjungan wisatawan selama periode Lebaran 2026 mencapai 360 ribu orang, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Namun, dari sejumlah daerah dengan angka kunjungan tinggi, nama Langkat tidak masuk dalam daftar tersebut.
Kabupaten Samosir tercatat sebagai daerah dengan kunjungan tertinggi mencapai 86.879 orang.
Disusul Kota Binjai 58.641 orang, Kabupaten Serdangbedagai 52.280 orang, Kabupaten Asahan 35.193 orang, serta Kota Medan 23.778 orang.
Ketidakhadiran Langkat dalam daftar ini menjadi ironi besar, mengingat daerah tersebut memiliki kekayaan destinasi wisata yang tidak kalah potensial.
Langkat sejatinya dikenal memiliki beragam destinasi unggulan.
Mulai dari wisata alam seperti Bukit Lawang yang mendunia dengan konservasi orangutan,
wisata pantai di kawasan pesisir, hingga wisata gua dan air terjun yang tersebar di berbagai wilayah. Namun potensi besar tersebut seolah tidak terkelola secara maksimal.
Minimnya promosi, lemahnya pengelolaan destinasi, serta kurangnya inovasi dalam menarik minat wisatawan dinilai menjadi faktor utama penyebab Langkat tertinggal.
Kondisi ini menunjukkan ketidakmampuan pemerintah daerah dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata, yang seharusnya bisa menjadi salah satu sumber ekonomi unggulan.
Berbanding terbalik dengan langkah Pemerintah Provinsi Sumut yang terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan promosi, termasuk melalui aplikasi “Di Sumut Aja”.
Program sadar wisata juga terus digencarkan guna menciptakan pengalaman positif bagi wisatawan agar mau kembali berkunjung.
Sayangnya, upaya tersebut tampaknya belum direspons maksimal oleh Pemerintah Kabupaten Langkat.
Tanpa strategi yang jelas, potensi besar yang dimiliki hanya akan menjadi catatan tanpa realisasi.
Kondisi ini menjadi peringatan serius bagi Pemkab Langkat untuk segera berbenah.
Tanpa perbaikan menyeluruh, bukan tidak mungkin Langkat akan terus tertinggal dan hanya menjadi penonton di tengah pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata di Sumatera Utara.(Wis)


















