Pascabanjir Besitang: YAICI–Aisyiyah Turun, Bongkar Ancaman Gizi dan Edukasi Ibu di Wilayah Terdampak

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Yayasan Abhipraya Insan Cendekia (YAIC) Indonesia bersama Aisyiyah turun langsung kewarga berikan pemahaman.(ist)

Langkat — metrolangkat.com

Lima bulan pascabanjir bandang yang melanda wilayah pesisir Sumatera, ancaman “bencana kedua” mulai terkuak: krisis gizi pada ibu dan anak.

Di Dusun Seusirah, Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat intervensi lapangan mulai digencarkan.

Yayasan Abhipraya Insan Cendekia (YAIC) Indonesia bersama Aisyiyah turun langsung, membekali kader lokal untuk menghadapi dampak laten pascabencana, Jumat (24/4/2026).

Program ini tak sekadar penyaluran bantuan. Tim menemukan indikasi perubahan pola konsumsi masyarakat sejak banjir: ketergantungan pada makanan instan, minimnya akses pangan bergizi, hingga lemahnya pemahaman gizi di tingkat keluarga.

Kondisi ini dinilai berisiko memicu lonjakan stunting jika tidak segera diintervensi.

Edukasi di Tengah Risiko “Krisis Sunyi

Kegiatan difokuskan pada edukasi gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—kelompok paling rentan dalam situasi pascabencana.

Selain itu, dilakukan trauma healing bagi anak-anak serta distribusi paket bantuan gizi.

Baca Juga :  Kejam..! Paslon 02 Iskandar Sugito Diserang Isu Pungutan Liar di Sekolah, Pihak Yayasan Hidayah Berikan Klarifikasi

Media Relations YAICI, Fahri, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang membangun kualitas generasi.

“Fokus kami bukan hanya bantuan sesaat, tapi bagaimana ibu dan anak tetap sehat menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya kepada wartawan disela sela kegiatan.

YAICI menggandeng sejumlah mitra, termasuk Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Muslimat NU, untuk memperkuat basis edukasi berbasis komunitas.

Fakta Lapangan: Ancaman Gizi Masih Tinggi

Perwakilan Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, dr Hirfa Turrahmi, mengungkap bahwa kondisi pascabencana kerap memicu krisis gizi tersembunyi.

“Yang paling terdampak itu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kalau tidak segera ditangani, dampaknya bisa panjang,” katanya.

Ia menyoroti fakta bahwa sebagian warga masih bergantung pada makanan instan bahkan hingga lima bulan setelah banjir.

Padahal, masa pemulihan idealnya sudah diikuti dengan pemenuhan gizi seimbang.

“Empat bulan pascabencana seharusnya sudah kembali ke pola makan sehat,” tegasnya.

Baca Juga :  Antisipasi Macet Stabat, Jalan Alternatif 1,5 Km dan Pos Terpadu Mulai Disiapkan

Konsumsi Gula Berlebih, Ancaman Nyata

Ketua PW Aisyiyah Sumut, dr Yulia Avriana Nasution.

Ia menyoroti tingginya konsumsi gula, khususnya dari susu kental manis, yang masih dianggap sebagai sumber nutrisi oleh sebagian masyarakat.

“Kandungan gulanya jauh lebih tinggi dibanding susunya. Ini berbahaya jika dikonsumsi berlebihan,” ujarnya.

Menurutnya, pola konsumsi tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya kasus gangguan ginjal pada anak di bawah usia 10 tahun.

Gula berlebih juga disebut dapat merusak pankreas dan memperberat kerja organ tubuh lainnya.

Intervensi yang dilakukan YAICI dan Aisyiyah menjadi peringatan bahwa dampak bencana tidak berhenti saat air surut.

Tanpa edukasi dan pengawasan gizi yang ketat, generasi anak-anak di wilayah terdampak berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang.

Program ini diharapkan mampu memutus rantai krisis gizi dan mencegah lonjakan stunting di kawasan pesisir Langkat—sebuah ancaman yang sering luput dari perhatian, namun berdampak jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.(wis)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bobby Lepas Kloter 2 Haji Langkat, Tekankan Solidaritas Jemaah di Tanah Suci
Fresh Graduate ke Dunia Kerja: Program Rabu Walk In Interview Buktikan Hasil Nyata di Medan
Ditertibkan, PKL Binjai Minta Tetap Jualan di Lokasi Lama, DPRD Soroti Kebijakan Pemko
Tiga Kali Diterjang Banjir, Bobby Warning: Proyek Tukka Tak Boleh Lambat!
Ganti Rugi Dibayar, Eksekusi Mandek: Satu Rumah Jadi Sorotan
Ricky Anthony Tebar Kebahagiaan, 250 Penarik Becak di Stabat Terima Bingkisan Lebaran
Tebar Berkah Ramadhan, KOMBAT Langkat Santuni Yatim dan Perkuat Solidaritas
Tradisi Ramadan di Rumah Dinas Bupati Langkat, Syah Afandin Beri Santunan untuk 65 Santri
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 16:19 WIB

Pascabanjir Besitang: YAICI–Aisyiyah Turun, Bongkar Ancaman Gizi dan Edukasi Ibu di Wilayah Terdampak

Kamis, 23 April 2026 - 10:01 WIB

Bobby Lepas Kloter 2 Haji Langkat, Tekankan Solidaritas Jemaah di Tanah Suci

Rabu, 15 April 2026 - 22:11 WIB

Fresh Graduate ke Dunia Kerja: Program Rabu Walk In Interview Buktikan Hasil Nyata di Medan

Selasa, 14 April 2026 - 15:18 WIB

Ditertibkan, PKL Binjai Minta Tetap Jualan di Lokasi Lama, DPRD Soroti Kebijakan Pemko

Senin, 13 April 2026 - 21:53 WIB

Tiga Kali Diterjang Banjir, Bobby Warning: Proyek Tukka Tak Boleh Lambat!

Berita Terbaru