Dana Desa di Langkat: Lebih Banyak Digarong daripada Dirasa Manfaatnya oleh Masyarakat

- Jurnalis

Selasa, 17 Desember 2024 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkat – METROLANGKAT.COM

Pengelolaan dana desa (DD) di Kabupaten Langkat terus menjadi sorotan.

Kali ini, berbagai kalangan menuding dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat justru lebih banyak “digarong”. Alamakkk…!

Sejumlah perangkat desa pun mengeluhkan intervensi dari oknum tertentu yang ditengarai bermain di balik penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Nama SA, oknum Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kabid Pemdes), disebut-sebut sebagai otak dari berbagai kegiatan yang dinilai akal-akalan dan tidak bermanfaat bagi masyarakat desa.

Perannya begitu dominan dalam memengaruhi, bahkan menggeser, kegiatan yang telah disepakati melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrembangdes).

Salah satu perangkat desa yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan, “Setiap tahun kami menyusun program berdasarkan kebutuhan masyarakat, tetapi tiba-tiba ada perubahan dari kabupaten.

Dalihnya ini titipan dari pejabat atau aparat penegak hukum (APH), tapi ujung-ujungnya ya kegiatan yang tidak jelas manfaatnya.”

Baca Juga :  Bupati Langkat Resmikan PKS PT SIS, Perkuat Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja Lokal

Lebih lanjut, ia mengungkapkan adanya titipan kegiatan yang diduga kuat berasal dari intervensi SA dan pihak tertentu, termasuk APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) di tingkat kabupaten.

Nilai kegiatan yang “dititipkan” itu bahkan mencapai lebih dari Rp200 juta untuk setiap desa dalam APBDes 2025.

“Kami diminta memasukkan kegiatan titipan itu ke APBDes. Kalau menolak, ada ancaman berupa pemotongan dana atau intimidasi lain.

Ini bukan lagi membangun desa, tapi justru merampok hak masyarakat,” tambahnya dengan nada kesal.

Praktik seperti ini dinilai menjadi penyebab minimnya manfaat dana desa yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Alih-alih membangun infrastruktur atau program pemberdayaan ekonomi desa, dana tersebut lebih sering “bocor” ke tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Ketua salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) anti korupsi di Langkat turut mengkritik keras situasi ini.

“Jika benar ada oknum seperti SA dan pihak-pihak lain yang bermain dengan dana desa, ini sudah keterlaluan.

Baca Juga :  Supervisi PKK Provsu di Langkat, Endang Syah Afandin Dorong Kader Desa

Dana desa adalah hak masyarakat, bukan untuk dikorupsi atau dititipi proyek pesanan.

Aparat penegak hukum harus menyelidiki dan menindak tegas pelaku penyelewengan ini,” ujarnya.

Masyarakat Langkat pun berharap agar dugaan praktik kotor ini dapat diusut tuntas.

Penyelewengan dana desa yang terus terjadi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga memupus harapan masyarakat desa untuk memperoleh pembangunan yang layak dan berkeadilan.

Perangkat desa mendesak agar pemerintah daerah dan penegak hukum turun tangan menyelesaikan masalah ini sebelum APBDes 2025 dijalankan.

Jika dibiarkan, praktik “titipan kegiatan” ini hanya akan semakin merusak sistem dan memperburuk kondisi desa di Kabupaten Langkat.

Terpisah SA yang coba dikonfirmasi wartawan Media ini melalui sambungan seluler engan merespon. Meski konfirmasi pesan telah dilayangkan namun hingga berita tayang dimeja Redaksi Selasa (17/12) tak juga dijawab.(Red)

 

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabup Tiorita Kick Off TMMD ke-128, Infrastruktur dan Kesejahteraan Desa Dikebut
Tak Tahan Debu dan Dampak Laut, Warga Bubun Lawan Aktivitas PT Aquanur
Supervisi PKK Provsu di Langkat, Endang Syah Afandin Dorong Kader Desa
Perbaikan Jalan Secanggang Dianggarkan Rp8 Miliar, Ditargetkan Tuntas 2026
Safari Ramadan di Pematang Jaya, Bupati Langkat Salurkan Bantuan Rp40 Juta untuk Dua Masjid
IPMAPI Sumut Desak Pemkab Langkat Evaluasi ASN Terkait Dugaan Transaksi Tanah Negara 60 Rante
Lerai Cekcok di Lapo Tuak, Pria di Tapanuli Tengah Tewas Dihantam Kayu dan Batu
Zakiyuddin: Bantuan Mesin Pertanian, Investasi Ketahanan Pangan
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 11:42 WIB

Wabup Tiorita Kick Off TMMD ke-128, Infrastruktur dan Kesejahteraan Desa Dikebut

Sabtu, 18 April 2026 - 18:01 WIB

Tak Tahan Debu dan Dampak Laut, Warga Bubun Lawan Aktivitas PT Aquanur

Rabu, 8 April 2026 - 19:33 WIB

Supervisi PKK Provsu di Langkat, Endang Syah Afandin Dorong Kader Desa

Minggu, 8 Maret 2026 - 11:43 WIB

Perbaikan Jalan Secanggang Dianggarkan Rp8 Miliar, Ditargetkan Tuntas 2026

Jumat, 27 Februari 2026 - 21:48 WIB

Safari Ramadan di Pematang Jaya, Bupati Langkat Salurkan Bantuan Rp40 Juta untuk Dua Masjid

Berita Terbaru

Budaya

Rico Waas: Budaya Jangan Kalah oleh Teknologi

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:27 WIB