Walikota Medan dalam Bayang-Bayang Tengkulak Politik

- Jurnalis

Jumat, 21 November 2025 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan – METROLANGKAT.COM

Di banyak daerah, kepala daerah sering digambarkan sebagai nakhoda yang memegang penuh kendali terhadap arah pembangunan.

Namun di Kota Medan, dinamika politik yang berkembang menunjukkan realitas yang lebih kompleks.

Bayang-bayang para tengkulak politik—kelompok-kelompok yang memengaruhi kebijakan demi kepentingan tertentu—tampak hadir dalam berbagai proses pengambilan keputusan.

Mereka bukan bekerja berdasarkan kerja keras, melainkan memanfaatkan kedekatan politik sebagai instrumen kekuasaan.

Fenomena ini bukan hal baru. Namun belakangan, pola intervensi terlihat semakin terang. Ada kelompok-kelompok yang menempatkan diri seperti “pemilik saham” terhadap kebijakan publik.

Mereka muncul dalam berbagai agenda, memengaruhi keputusan strategis, hingga membentuk kesan seolah-olah arah pembangunan kota mengikuti preferensi mereka.

Di sinilah muncul kegelisahan publik. Sebab ketika satu-dua kelompok mendapat prioritas dalam proses kebijakan, maka keputusan yang menyangkut hajat hidup warga menjadi berjalan lambat.

Isu mengenai penempatan pejabat, pengaturan alur kerja birokrasi, dan penentuan arah kebijakan ekonomi—termasuk penataan UMKM dan tata ruang—kerap menjadi sorotan.

Baca Juga :   Bupati Syah Afandin Janji Bawa Tuntutan JADUP Korban Banjir ke Pusat.

Publik menilai beberapa kebijakan melaju cepat untuk hal-hal yang bersinggungan dengan jaringan kepentingan tertentu, namun berjalan lambat untuk kebutuhan masyarakat luas.

Banyak kritik disampaikan mengenai pola rekrutmen pejabat yang dinilai tidak sepenuhnya berbasis pada kinerja ASN di lingkungan Pemko Medan.

Narasi yang berkembang menyebutkan adanya figur-figur dari luar lingkungan Pemko yang menduduki posisi strategis, sehingga memicu kegelisahan ASN yang telah bekerja dan membangun karier bertahun-tahun.

Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa ada celah yang perlu dibenahi dalam proses reformasi birokrasi.

Ketika aparatur merasa tersingkir bukan karena kinerja, melainkan karena konfigurasi politik, maka hal itu berpotensi melemahkan profesionalisme pelayanan publik.

Dalam situasi seperti ini, Wali Kota berada dalam dilema klasik: antara menjalankan mandat rakyat atau memenuhi ekspektasi kelompok politik yang turut berperan dalam proses kekuasaannya.

Baca Juga :  Rico Waas , Ungkapkan Bela Sungkawa atas Wafatnya Uskup Emeritus Monsignor Alfred Gonti Pius Datubara

Ketika pilihan tidak berpihak pada kepentingan publik, maka integritas kepemimpinan menjadi taruhannya.

Padahal Kota Medan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya bekerja keras, tetapi juga memiliki keberanian moral.

Keberanian untuk menolak intervensi yang melemahkan birokrasi, keberanian menegakkan aturan meski berhadapan dengan kelompok kuat, dan keberanian menempatkan warga sebagai prioritas.

Jika wali kota tetap membiarkan dirinya berada dalam orbit kepentingan tertentu, maka Medan akan sulit keluar dari lingkaran stagnasi kebijakan.

Kota ini membutuhkan pembelaan terhadap kepentingan rakyat, bukan terhadap jejaring yang mengkapitalisasi kekuasaan.

Dan seorang pemimpin sejati memahami bahwa berdiri tegak di hadapan rakyat jauh lebih terhormat daripada berjalan tunduk di bawah bayang-bayang tengkulak politik.

Medan layak diperjuangkan, bukan diperjualbelikan. Sintong Sinaga Komda Sumut–NAD 2024–2026.Ketua Presidium PMKRI Medan 2021–2023.(Arif)

 

 

 

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Plt. Bupati Tiorita Minta MPI Langkat Hadir dengan Aksi Nyata, Sribana Menangis Haru Saat Dikukuhkan
Rute Penerbangan Baru Kualanamu–Mandailing Natal,Diresmikan Gubernur
Kasasi Akuang Kandas di MA, Vonis 10 Tahun dan Uang Pengganti Rp856,8 Miliar Berkekuatan Hukum
Staf Khusus Menteri IMIPAS Apresiasi Transformasi Lapas Binjai
Siswi Peraih Emas Olimpiade Asia Dapat Beasiswa hingga Rumah dari Bobby
Cuaca Ekstrem Terjang Binjai, Pohon Tumbang Timpa Pedagang Bakso
Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Tampilkan Mobil Hias hingga Ritual Erpangir Ku-Lau
APMPEMUS Apresiasi Ketegasan Ricky Anthony Soal Etika Paripurna
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:56 WIB

Plt. Bupati Tiorita Minta MPI Langkat Hadir dengan Aksi Nyata, Sribana Menangis Haru Saat Dikukuhkan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:39 WIB

Rute Penerbangan Baru Kualanamu–Mandailing Natal,Diresmikan Gubernur

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Kasasi Akuang Kandas di MA, Vonis 10 Tahun dan Uang Pengganti Rp856,8 Miliar Berkekuatan Hukum

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:54 WIB

Siswi Peraih Emas Olimpiade Asia Dapat Beasiswa hingga Rumah dari Bobby

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:41 WIB

Cuaca Ekstrem Terjang Binjai, Pohon Tumbang Timpa Pedagang Bakso

Berita Terbaru