Dukung Ricky Anthony, Senat Mahasiswa Unimed Tegaskan DPRD Jalankan Amanat Konstitusi

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kepala Bidang Advokasi Senat Mahasiswa Unimed, Adetiyo.(ist)

MEDAN | metrolangkat.com

Senat Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) menyatakan dukungan terhadap DPRD Sumatera Utara dalam menjalankan fungsi konstitusionalnya sebagai lembaga representasi rakyat.

Sikap itu disampaikan menyusul polemik yang muncul usai Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meninggalkan rapat (walkout) saat Paripurna DPRD Sumut yang belakangan menjadi sorotan publik.

Mahasiswa menilai dinamika dalam rapat paripurna merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses demokrasi. Interupsi, perbedaan pendapat,

hingga kritik merupakan mekanisme yang sah dan harus dihormati seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah.

Dukungan tersebut juga disampaikan kepada Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony agar tetap menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran secara profesional sesuai amanat konstitusi.

Kepala Bidang Advokasi Senat Mahasiswa Unimed, Adetiyo, mengatakan perbedaan pandangan dalam persidangan merupakan hal yang lumrah dalam sistem demokrasi.

“Dalam lembaga legislatif, dinamika persidangan seperti interupsi, perbedaan pandangan, dan penyampaian aspirasi merupakan hal yang wajar.

Baca Juga :  AKSADAYA 2026 Dimulai, Amir Hamzah Dorong Paskibra Binjai Jadi Generasi Disiplin

Itu adalah bagian dari proses demokrasi untuk memastikan setiap suara dapat disampaikan,” ujarnya.

Menurut Adetiyo, semua pihak harus menyikapi dinamika tersebut secara dewasa dan tetap menghormati mekanisme yang berlaku di DPRD.

Ia menegaskan, sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan terhadap pemerintah daerah,

DPRD harus diberikan ruang menjalankan tugas konstitusionalnya tanpa intervensi maupun sikap yang dapat mengurangi kewibawaan lembaga.

“Sebaliknya, pemerintah daerah sebagai pihak yang menjadi objek pengawasan DPRD seharusnya dapat memahami dinamika yang terjadi dalam lembaga legislatif.

Perbedaan pandangan dalam persidangan adalah sesuatu yang biasa dalam demokrasi, bukan alasan untuk meninggalkan forum paripurna,” tegasnya.

Adetiyo menambahkan, rapat paripurna merupakan forum resmi untuk membangun komunikasi antara eksekutif dan legislatif.

Karena itu, setiap perbedaan pendapat seharusnya diselesaikan melalui dialog dan penghormatan terhadap tata tertib persidangan.

Baca Juga :  Kunjungi Kampung Leluhur, Iskandar-Adli Siap Perbaiki Pendidikan di Langkat

“Kami berharap semua pihak dapat menjaga marwah masing-masing lembaga. DPRD harus menjalankan fungsi kontrolnya

, sementara pemerintah daerah juga harus menghargai proses demokrasi yang berlangsung di lembaga legislatif,” katanya.

Ia menegaskan, dukungan mahasiswa kepada DPRD bukan berarti berpihak kepada salah satu kekuatan politik

melainkan sebagai bentuk komitmen menjaga keseimbangan antara fungsi eksekutif dan legislatif agar pemerintahan tetap berjalan secara transparan dan akuntabel.

“Tujuan akhirnya bukan memenangkan satu pihak, tetapi memastikan kepentingan masyarakat Sumatera Utara tetap menjadi prioritas utama,” ungkapnya.

Senat Mahasiswa Unimed berharap polemik yang terjadi dapat menjadi momentum memperkuat komunikasi antara DPRD Sumut

Dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, sekaligus menunjukkan kedewasaan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Demokrasi bukan berarti tanpa perbedaan. Demokrasi adalah kemampuan semua pihak mengelola perbedaan dengan sikap saling menghormati dan tetap berada dalam koridor konstitusi,” tutup Adetiyo.(wis)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Setelah Ditolak, Kini 12 Kepling Binjai Timur Dapat Dukungan Warga
104.426 Siswa Sumut Nikmati Program Bersekolah Gratis, Rp49,5 Miliar Sudah Disalurkan
Ricky Anthony Minta KPK Awasi DPRD Sumut: “Pokir Jangan Jadi Alat Kepentingan Pribadi”
Kerja Sama PWI Sumut-BPJS Ketenagakerjaan Diperpanjang, 900 Anggota Dapat Perlindungan
Wagub Surya Saksikan SKB RBI, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Demo di Pemko Binjai, Massa Soroti Pemberhentian Kepling dan Dugaan Jual Beli Jabatan
Haornas ke-43, Bobby Nasution Beri Tali Asih untuk 13 Legenda Olahraga Sumut
Kumpul Kebo Mulai Merebak di Indonesia, Perempuan dan Anak Disebut Paling Rentan
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 22:12 WIB

Setelah Ditolak, Kini 12 Kepling Binjai Timur Dapat Dukungan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 19:48 WIB

104.426 Siswa Sumut Nikmati Program Bersekolah Gratis, Rp49,5 Miliar Sudah Disalurkan

Rabu, 16 September 2026 - 10:09 WIB

Ricky Anthony Minta KPK Awasi DPRD Sumut: “Pokir Jangan Jadi Alat Kepentingan Pribadi”

Senin, 14 September 2026 - 18:56 WIB

Wagub Surya Saksikan SKB RBI, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Senin, 14 September 2026 - 16:29 WIB

Demo di Pemko Binjai, Massa Soroti Pemberhentian Kepling dan Dugaan Jual Beli Jabatan

Berita Terbaru

Kabar Parlemen

Wak Leman Resmi Duduki Kursi DPRD Binjai Gantikan Edy

Rabu, 16 Sep 2026 - 22:24 WIB