“Belajar dari Banjir Dua Tahun, Zakiyuddin Harahap Dorong Kesiapsiagaan Nyata hingga ke Kepling”

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan — metrolangkat.com

Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, memimpin Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Lapangan Avros, Kecamatan Medan Maimun, Minggu (26/4/2026).

Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa Kota Medan harus belajar serius dari dua tahun banjir berturut-turut dan menjadikan kesiapsiagaan sebagai gerakan nyata, bukan sekadar seremonial.

Apel yang dihadiri Kepala BPBD Kota Medan Yunita Sari, jajaran OPD, unsur TNI-Polri, Pramuka, Kelurahan Tangguh Bencana (Katana),

serta relawan dari STIKes Mitra Husada dan Palang Merah Indonesia (PMI) ini menjadi momentum konsolidasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana.

Dalam sambutannya, Zakiyuddin menyinggung banjir besar November 2025 sebagai peristiwa terparah yang ia saksikan.

Ia juga mengingatkan pola kejadian serupa pada 2024 menjadi sinyal kuat bahwa ancaman banjir berpotensi kembali terjadi pada November 2026.

“Kita harus merenungkan kenapa ini terjadi. Dari tiga provinsi yang terdampak, hanya kota besar di Sumatera Utara, yakni Medan, yang terendam. Artinya ada yang salah pada sistem aliran sungai kita,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan utama terletak pada aliran sungai yang terganggu, drainase tersumbat, serta parit yang tidak berfungsi optimal.

Baca Juga :  Dirumahkan Tanpa Kepastian, dokter dan Perawat di Binjai Telan Pil Pahit

Ia juga menduga faktor wilayah hulu turut memengaruhi kondisi di Kota Medan.

Zakiyuddin memberi penekanan khusus pada peran Kepala Lingkungan (Kepling) sebagai ujung tombak di masyarakat.

Ia meminta para Kepling aktif mengedukasi warga terkait mitigasi bencana, mengingat mereka paling memahami kondisi riil di lapangan.

“Masih banyak parit tersumbat. Bagaimana air mengalir ke sungai jika salurannya tidak beres. Kepling yang paling tahu kondisi itu,” tegasnya.

Ia juga menyoroti minimnya kesadaran warga saat banjir besar terjadi, di mana banyak yang tidak percaya air akan naik drastis sehingga proses evakuasi terhambat.

Untuk itu, ia mendorong penggunaan sistem peringatan dini sederhana seperti kentongan atau sirene di setiap lingkungan.

Tepat pukul 10.00 WIB dalam apel tersebut dilakukan pemukulan kentongan sebagai simbol kesiapsiagaan.

Zakiyuddin berharap alat sederhana itu dapat menjadi penanda bahaya yang efektif di tengah masyarakat.

Selain itu, ia kembali menyinggung persoalan klasik yang memperparah banjir, yakni kebiasaan membuang sampah ke sungai dan parit serta keberadaan bangunan liar di bantaran sungai yang bahkan menutup jalan inspeksi.

Baca Juga :  Distribusi BBM Terganggu, Bobby Nasution Minta Pertamina Tuntaskan dalam Dua Hari

“Jangankan sungai, jalan inspeksi saja sudah tertutup rumah. Tidak mungkin tidak ada aktivitas pembuangan sampah ke sungai,” ungkapnya.

Di akhir amanatnya, Zakiyuddin menegaskan bahwa peringatan HKB harus menjadi titik awal pembenahan serius dan edukasi masif kepada masyarakat agar banjir tidak lagi dianggap sebagai kejadian tahunan yang lumrah.

“Saya mengimbau masyarakat menjaga kebersihan, minimal tidak membuang sampah ke parit atau sungai. Itu sudah sangat membantu menghadapi bencana ke depan,” ucapnya.

Ia juga kembali menginstruksikan agar Kepling aktif menyebarkan informasi mitigasi dengan berkolaborasi bersama BPBD hingga ke tingkat lingkungan.

“Kita harapkan kentongan ada di setiap lingkungan. Selain itu, bisa melalui pengeras suara masjid.

Dengan begitu masyarakat tahu ketika bencana akan datang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, melaporkan bahwa HKB 2026 mengusung tema “Siap Untuk Selamat” dengan subtema “Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”.

Peringatan tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diisi aksi nyata berupa gotong royong pembersihan Sungai Deli guna membangun kesadaran kolektif dan kewaspadaan dini masyarakat.

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Plt. Bupati Tiorita Minta MPI Langkat Hadir dengan Aksi Nyata, Sribana Menangis Haru Saat Dikukuhkan
Rute Penerbangan Baru Kualanamu–Mandailing Natal,Diresmikan Gubernur
Kasasi Akuang Kandas di MA, Vonis 10 Tahun dan Uang Pengganti Rp856,8 Miliar Berkekuatan Hukum
Staf Khusus Menteri IMIPAS Apresiasi Transformasi Lapas Binjai
Siswi Peraih Emas Olimpiade Asia Dapat Beasiswa hingga Rumah dari Bobby
Cuaca Ekstrem Terjang Binjai, Pohon Tumbang Timpa Pedagang Bakso
Festival Bunga dan Buah Karo 2026 Tampilkan Mobil Hias hingga Ritual Erpangir Ku-Lau
APMPEMUS Apresiasi Ketegasan Ricky Anthony Soal Etika Paripurna
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:56 WIB

Plt. Bupati Tiorita Minta MPI Langkat Hadir dengan Aksi Nyata, Sribana Menangis Haru Saat Dikukuhkan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:39 WIB

Rute Penerbangan Baru Kualanamu–Mandailing Natal,Diresmikan Gubernur

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Kasasi Akuang Kandas di MA, Vonis 10 Tahun dan Uang Pengganti Rp856,8 Miliar Berkekuatan Hukum

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:54 WIB

Siswi Peraih Emas Olimpiade Asia Dapat Beasiswa hingga Rumah dari Bobby

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:41 WIB

Cuaca Ekstrem Terjang Binjai, Pohon Tumbang Timpa Pedagang Bakso

Berita Terbaru