Galian C Diduga Ilegal di Pesilam, APH Kemana Ya…

Metro Langkat

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Terlihat aktivitas galian C dengan antrian truck yang siap mengangkut material.(ist)

LANGKAT – metrolangkat.com

Aktivitas pengerukan tanah atau Galian C yang diduga beroperasi tanpa izin resmi di Dusun V Air Panas, Desa Pesilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, kian meresahkan masyarakat.

Kegiatan eksploitasi alam ini tidak hanya dituding merusak lingkungan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, puluhan truk pengangkut material tanah terlihat mengular di sepanjang jalan desa.

Material tanah yang diangkut kerap berjatuhan ke badan jalan, menimbulkan debu tebal saat panas dan licin saat hujan.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kondisi tersebut sangat membahayakan.

“Abunya sering kena mata pengendara, apalagi sepeda motor. Kalau hujan, jalannya jadi licin karena tanah berserakan. Ini rawan kecelakaan,” ujarnya.

Selain dampak terhadap pengguna jalan, aktivitas pengerukan di kawasan perbukitan Dusun Air Panas juga dikhawatirkan memicu kerusakan lingkungan lebih luas, mulai dari erosi, longsor, hingga rusaknya ekosistem jika tidak disertai reklamasi dan pengawasan ketat.

Baca Juga :  Puskesmas di Medan Tengah Berproses Terapkan PPK BLUD

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, usaha Galian C tersebut diduga dikelola oleh seorang warga berinisial JM.

Meski telah berlangsung cukup lama, aktivitas ini belum tersentuh tindakan tegas dari aparat berwenang.

Terancam Sanksi Pidana dan Denda Miliaran

Jika terbukti beroperasi tanpa izin dan merusak lingkungan, aktivitas Galian C ini berpotensi melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Pasal 98: Pelaku yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup dapat dipidana penjara 3 hingga 10 tahun serta denda Rp3 miliar hingga Rp10 miliar.

Pasal 99: Jika terjadi karena kelalaian, ancaman pidana 1 hingga 3 tahun penjara dan denda Rp1 miliar hingga Rp3 miliar.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Sidak! Tiorita Kawal Perubahan di RSUD Tanjung Pura

Pasal 109: Setiap usaha tanpa izin lingkungan dapat dikenai pidana penjara hingga 3 tahun dan denda hingga Rp3 miliar.

Tak hanya itu, dari sisi pertambangan, aktivitas tanpa izin juga dapat dijerat ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan ancaman pidana hingga 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp100 miliar bagi pelaku penambangan ilegal.

Masyarakat kini mempertanyakan keseriusan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menindak aktivitas yang diduga ilegal tersebut.

Warga berharap adanya langkah konkret untuk menghentikan operasional Galian C jika terbukti tidak mengantongi izin lengkap, sekaligus menindak tegas pihak yang bertanggung jawab.

Hingga berita ini diturunkan, pengelola berinisial JM belum memberikan keterangan resmi terkait legalitas usaha maupun dampak lingkungan yang dikeluhkan warga.

Terpisah Kapolres Langkat yang dikonfirmasi wartawan melalui Kanit Tipidter Ipda Sandrika belum juga memberikan klarifikasi hingga berita ini masuk kemeja redaksi.(Yong)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GEGER! 6.000 Nomor HP Diduga Disadap, Akbar Faizal Bongkar Daftar yang Seret Nama Listyo Sigit
Transformasi Medan di Tangan Rico Waas: Jalan Dibenahi, Pelayanan Publik Didorong Pakai AI
96 Dukungan di Tangan, Rizal Rudi Surya Bidik Kursi Ketua DKP PWI Sumut
Tiorita Dampingi Bobby Nasution ke Pesantren, 9 Ruang Kelas Butuh Perbaikan
Sekda Amril Sambut Kapolda Sumut, Pemkab Langkat Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Simpang Dobi-Titi Papan Langganan Macet, Pemko Medan Siapkan Pelebaran Jalan 2027
MBG Binjai Terganggu! Empat Dapur SPPG Tutup Sementara, Dua Belum Jelas Kapan Buka
Kunjungi Binjai, Kapolda Sumut Tegaskan Perang Narkoba dan Kejahatan Jalanan
Berita ini 138 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 06:27 WIB

GEGER! 6.000 Nomor HP Diduga Disadap, Akbar Faizal Bongkar Daftar yang Seret Nama Listyo Sigit

Kamis, 5 November 2026 - 21:02 WIB

Transformasi Medan di Tangan Rico Waas: Jalan Dibenahi, Pelayanan Publik Didorong Pakai AI

Kamis, 5 November 2026 - 19:55 WIB

96 Dukungan di Tangan, Rizal Rudi Surya Bidik Kursi Ketua DKP PWI Sumut

Kamis, 5 November 2026 - 19:22 WIB

Sekda Amril Sambut Kapolda Sumut, Pemkab Langkat Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Rabu, 4 November 2026 - 20:36 WIB

Simpang Dobi-Titi Papan Langganan Macet, Pemko Medan Siapkan Pelebaran Jalan 2027

Berita Terbaru