Cipayung Plus Sumatera Utara Tolak dan Desak Presiden Cabut Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

- Kontributor

Selasa, 11 November 2025 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MedanMETROLANGKAT.COM

Koalisi organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Cipayung Plus Sumatera Utara—yang terdiri dari PMII, IMM, HIMMAH, KAMMI, dan GMKI—menyatakan penolakan tegas dan mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk mencabut gelar Pahlawan Nasional yang diberikan kepada Presiden kedua RI, Soeharto.

Pernyataan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjaga objektivitas sejarah serta menghormati martabat korban pelanggaran HAM dan represi politik yang terjadi selama rezim Orde Baru. Menurut mereka, pemberian gelar tersebut mengkhianati semangat Reformasi 1998 dan melukai ingatan kolektif bangsa Indonesia.

Menurut Cipayung Plus, Soeharto memiliki rekam jejak yang buruk, termasuk:

  • Pelanggaran HAM berat dan represi politik

  • Pembubaran kebebasan sipil dan pembungkaman demokrasi

  • Korupsi dan kolusi yang terstruktur

  • Kriminalisasi terhadap gerakan rakyat dan mahasiswa

Muhammad Agung Prabowo, Ketua PMII Sumut, menyatakan:
“Keputusan ini adalah tamparan terhadap nilai-nilai Reformasi. Soeharto adalah simbol otoritarianisme, dan memberikan gelar pahlawan sama saja mengkhianati perjuangan mahasiswa dan rakyat yang telah berjuang untuk kebebasan.”

Rahmat Taufiq Pardede, Ketua IMM Sumut, menyampaikan,“Kami tidak menafikan pembangunan yang dilakukan pada masa Orde Baru, namun luka yang ditinggalkan oleh korban pelanggaran HAM belum dipulihkan.

Mengangkat Soeharto sebagai pahlawan tanpa menyelesaikan masalah pelanggaran HAM adalah pengkhianatan moral terhadap mereka yang menderita.”

Sedangkan Kamaluddin Nazuli Siregar, Ketua Umum HIMMAH Sumut, menegaskan
“UU No. 20 Tahun 2009 jelas mengatur syarat moral penerima gelar pahlawan. Pemberian gelar ini bertentangan dengan prinsip objektivitas hukum dan keadilan yang harus dijunjung tinggi.”

Irham Sadani Rambe, Ketua KAMMI Sumut, menambahkan “Negara tidak boleh menghapus sejarah kelam demi rekonsiliasi semu. Kepahlawanan harus berpijak pada kebenaran sejarah, bukan agenda politik sesaat.”

Chrisye Sitorus, Ketua GMKI Sumut, menutup pernyataan dengan “Sejarah tidak boleh dipelintir demi kepentingan kekuasaan. Mengangkat figur yang terkait pelanggaran HAM sebagai pahlawan sama saja dengan menutup mata terhadap jeritan korban dan penderitaan mereka.”

Tuntutan Cipayung Plus Sumatera Utara:

  1. Mendesak Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk segera mencabut gelar Pahlawan Nasional terhadap Soeharto.

  2. Menuntut Dewan Gelar dan Pemerintah untuk menegakkan kriteria kepahlawanan yang objektif, transparan, dan akuntabel sesuai dengan amanat Undang-Undang.

  3. Mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengawal pelurusan sejarah dan penegakan keadilan bagi korban pelanggaran HAM.

  4. Cipayung Plus Sumatera Utara siap turun ke jalan dan melakukan aksi demonstrasi terbuka jika tuntutan ini tidak segera dipenuhi.

Cipayung Plus Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk tetap berdiri sebagai penjaga nurani bangsa, menolak segala bentuk pemutihan sejarah yang merendahkan martabat korban dan mengkhianati semangat Reformasi.(Arif)

Baca Juga :  Timnas Indonesia Kalahkan Arab Saudi 2-0 di GBK, Mitos Jersey Putih 'Makan Korban' Terus Berlanjut
Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Kembali Tinjau Banjir dan Longsor di Sumut dan Aceh
Rob Menghantam Ancol hingga Bekasi: Warga Panik Selamatkan Barang
Warga Berebut Sembako di Tengah Banjir: Bantuan Dilempar dari Atas Truk, Martabat Rakyat Ikut Terendam
“Kematian Mengintai di Tengah Banjir: 11 Warga Tewas, Ribuan Terisolasi—Langkat Siaga Penuh!”
Krisis Banjir Langkat Memuncak: Bantuan BNPB Diterbangkan, Tim Darurat Kaget Soal Pembajakan Logistik
Presiden Prabowo Tinjau Banjir Tapteng: Penanganan Infrastruktur dan BBM Jadi Prioritas
Netanyahu Kembali Tolak Negara Palestina Jelang Voting Penting di PBB
Tak Ditahan! Ros Suryo CS Melenggang Keluar dari Polda Metro Jaya
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 12:01 WIB

Presiden Prabowo Kembali Tinjau Banjir dan Longsor di Sumut dan Aceh

Jumat, 5 Desember 2025 - 08:18 WIB

Rob Menghantam Ancol hingga Bekasi: Warga Panik Selamatkan Barang

Rabu, 3 Desember 2025 - 23:25 WIB

Warga Berebut Sembako di Tengah Banjir: Bantuan Dilempar dari Atas Truk, Martabat Rakyat Ikut Terendam

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:26 WIB

“Kematian Mengintai di Tengah Banjir: 11 Warga Tewas, Ribuan Terisolasi—Langkat Siaga Penuh!”

Selasa, 2 Desember 2025 - 14:01 WIB

Krisis Banjir Langkat Memuncak: Bantuan BNPB Diterbangkan, Tim Darurat Kaget Soal Pembajakan Logistik

Berita Terbaru

Kabar Desa

Zakiyuddin: Bantuan Mesin Pertanian, Investasi Ketahanan Pangan

Minggu, 1 Feb 2026 - 14:21 WIB

Inspiratif

Mentor Muda Mengajar, Mahasiswa ULB Tebar Harapan di Mentawai

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:03 WIB