Dongeng Negeri Kelayau: Panglima Botak dan Kue Istana

- Kontributor

Rabu, 24 September 2025 - 08:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkat – METROLANGKAT.COM

Alkisah di Negeri Kelayau, berdirilah seorang raja yang saleh. Pagi ia di surau, siang di balairung, malam berdoa panjang. Rakyat pun mencintainya karena tutur katanya lembut dan senyumnya menyejukkan.

Namun, sebagaimana cerita di negeri dongeng, di balik raja yang baik, selalu ada panglima talam yang lihai mencari celah. Dan dari sekian panglima, muncullah satu nama yang paling mencolok—panglima botak.

Panglima botak ini bukan sembarangan. Dulu ia pernah menjadi ketua partai politik, sekarang ia juga memimpin sebuah lembaga perdagangan.

Ia pandai mengatur, bukan mengatur rakyat, melainkan mengatur kue proyek pembangunan.

Kue itu dibagi-bagi sesuka hatinya, dan siapa pun yang ingin mencicipinya harus rela membayar “uang gula” ilegal.

Panglima lain menggerutu. Mereka sudah jungkir balik membantu raja memenangkan pemilihan, tapi kini hanya dapat remah.

Baca Juga :  Sunnah Tidur Siang Sejenak dan Manfaatnya

Sementara si botak tersenyum puas dengan piring penuh di depannya.

Tak cukup sampai di situ, raja yang sangat percaya padanya lalu menyerahkan mandat besar: mendirikan badan usaha milik negeri dan menjadikan panglima botak sebagai pemimpinnya. Uang kerajaan pun diguyurkan bagai hujan emas.

Rakyat melongo.

“Lha, warung kopinya saja tak pernah ramai, kok sekarang ngurus perusahaan negeri?” celetuk seorang warga sambil geleng-geleng kepala.

Kecemasan rakyat bukanlah bualan. Jejak panglima botak di lembaga yang ia pimpin sebelumnya tak meninggalkan harum, justru tercium anyir.

Usaha pribadinya pun seret seperti perahu tanpa layar. Kini, ia diberi tanggung jawab raksasa yang bahkan orang cerdas dan visioner pun akan berpikir dua kali.

Warga khawatir perusahaan itu akan jadi beban, bukan berkah. Sebab alih-alih membawa keuntungan, yang ada hanya membocorkan lumbung keuangan negeri.

Baca Juga :  "Gugurnya Dukungan di Negeri Kelayau"

Raja tetap tersenyum ramah, tetap rajin beribadah, seolah semua baik-baik saja. Padahal, doa dan senyum saja tidak cukup untuk menutupi kerakusan panglima botak.

Dan di jalan-jalan Kelayau, rakyat makin sering turun berdemo. Ada yang tulus menjerit karena perut lapar, ada pula yang sekadar ikut-ikutan demi jatah kue.

Satu hal pasti: semua jari telunjuk rakyat kini mengarah ke satu nama—panglima botak.

Begitulah kisah di Negeri Kelayau. Raja saleh, rakyat resah, dan panglima botak terus berpesta pora. Entah bagaimana akhir cerita ini.

Tapi satu pelajaran lama selalu berlaku: kerajaan bisa runtuh bukan karena serangan musuh, melainkan karena kerakusan orang dalam istana.(Upek london)

 

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Langkat Bahagiakan 40 Anak Yatim dengan Belanja Baju Lebaran
Buka Puasa Bersama Golkar dan Pemuda Pancasila, Rico Waas Serukan Persatuan Jaga Stabilitas Medan
Buka Puasa Bersama Warga Binaan, Lapas Binjai Perkuat Silaturahmi dan Pembinaan Humanis
STMIK Kaputama Binjai Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim
Sambut Ramadan, Lapas Binjai Bersihkan Masjid dan Gelar Makan Bersama
Pantau Hilal di OIF UMSU, Rico Waas: Perbedaan Awal Puasa Jangan Jadi Sumber Perpecahan
Syah Afandin Dorong Standarisasi Metode Tsaqifa, 147 Pengajar Al-Qur’an Ikuti Bimtek di Langkat
Syah Afandin Buka MTQ ke-58 Langkat di Sawit Seberang
Berita ini 122 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 15:09 WIB

Polres Langkat Bahagiakan 40 Anak Yatim dengan Belanja Baju Lebaran

Minggu, 15 Maret 2026 - 08:57 WIB

Buka Puasa Bersama Golkar dan Pemuda Pancasila, Rico Waas Serukan Persatuan Jaga Stabilitas Medan

Selasa, 10 Maret 2026 - 18:08 WIB

Buka Puasa Bersama Warga Binaan, Lapas Binjai Perkuat Silaturahmi dan Pembinaan Humanis

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:25 WIB

STMIK Kaputama Binjai Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:12 WIB

Sambut Ramadan, Lapas Binjai Bersihkan Masjid dan Gelar Makan Bersama

Berita Terbaru