Menghidupkan Sunnah Nabi di Bulan Puasa

- Jurnalis

Selasa, 4 Maret 2025 - 04:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Metrolangkat.com

Ada berbagai amalan sunah yang khas bulan puasa atau Ramadhan. Di antaranya adalah makan sahur. Rasulullah SAW juga menganggap penting makan pada dini hari bagi orang-orang yang akan menjalankan ibadah puasa. Inilah momen yang penuh keberkahan.

Dalam sebuah hadis riwayat Ahmad, Nabi SAW mengimbau umatnya ketika Ramadhan, “Bersahurlah. Sesungguhnya dalam sahur itu penuh dengan keberkahan.” Sahur merupakan santap hidangan yang dilakukan sebelum masuk waktu subuh sebagai persiapan menjalani puasa seharian.

Rasulullah SAW mengimbau umat Islam agar mencukupi sajian sahur. Dengan begitu, mereka insya Allah kuat untuk menjalani puasa. Beliau bersabda, “Sahur itu makanan yang berkah, janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya meneguk setengah air.”

Berkaitan dengan sahur, ada pula tradisi yang hidup di tengah kaum Muslimin perbagai negeri. Kebiasaan yang dimaksud adalah membangunkan orang-orang pada dini hari agar mereka bisa sahur. Di masyarakat Makkah, misalnya, ada budaya demikian.

Seperti disebutkan dalam Ensiklopedia Peradaban Islam Makkah, penduduk kota kelahiran Rasulullah SAW itu memiliki kelompok-kelompok yang bertugas membangunkan orang-orang untuk sahur. Caranya dengan keliling kampung-kampung dan membawa lentara khas Arab (fanus) serta menabuh gendang (duf al-bazah) secara berirama. Mereka juga meneriakkan yel-yel untuk menyemarakkan suasana.

Baca Juga :  Baca Surat Al Kahfi Ayat 1-10 Agar Terhindar dari Fitnah Dajjal

Akan halnya zaman Rasulullah SAW, upaya membangunkan warga untuk menunaikan sahur lebih terpusat. Dalam arti, suara azan digunakan sebagai tanda dimulainya waktu bersahur. Nabi SAW memerintahkan seorang sahabatnya, Bilal bin Rabah, untuk mengumandangkan azan sebagai tanda waktu santap sahur.

Adapun Abdullah bin Ummi Maktum ditugaskan oleh beliau untuk melakukan azan sebagai tanda masuknya waktu subuh atau usainya sahur.

“Sesungguhnya, Bilal azan pada waktu malam, maka makan dan minumlah kalian sampai terdengar azan Ibnu Ummi Maktum,” demikian sabda Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari.

Sunah lainnya kala bulan suci Ramadhan ialah berbuka puasa. Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah SAW bersabda:

“Bagi orang yang berpuasa, ada dua kebahagiaan, (pertama) ketika berbuka. Ia berbahagia karena bukanya. Dan kemudian (kedua) ketika ia bertemu dengan Tuhannya. Ia berbahagia karena puasanya.”

Nabi SAW diketahui gemar berbuka puasa dengan sajian kurma muda (ruthab). Bila hidangan itu tidak tersedia, Rasulullah SAW berbuka dengan kurma yang matang (tamr). Jika keduanya tidak ada, beliau membatalkan puasanya minimal dengan beberapa teguk air.

Baca Juga :  Kapolres Langkat Bersama Ribuan Jamaah Peringati Haul ke–102 Syekh Abdul Wahab Rokan di Babussalam

Momentum berbuka puasa juga menjadi saat-saat menggiatkan sedekah. Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Barangsiapa memberi (makanan atau minuman) untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu.”

Nabi SAW juga menjelaskan, para malaikat Allah pun mendoakan orang-orang yang berbuka puasa.

“Telah berbuka di tempatmu orang-orang yang puasa. Orang-orang baik memakan makanan kalian, dan para malaikat mendoakan kalian,” demikian pesan Rasulullah.

Sunah berikutnya yang khas Ramadhan adalah shalat tarawih, yang digelar—biasanya secara berjamaah—usai shalat isya. Secara kebahasaan, tarawih atau arohah berarti ‘bersantai-santai’ atau ‘beristirahat.’ Hal ini sejalan dengan pesan Rasulullah kepada Bilal bin Rabah mengenai shalat malam pada bulan Ramadhan. Beliau bersabda, “Wahai Bilal, dirikanlah shalat dan kita istirahat dengannya.”

Dalam sebuah riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda mengenai kebaikan shalat tarawih bagi kaum Muslimin.

“Barangsiapa menunaikan qiyamul-lail pada bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.”

Editor : Rhm

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tepung Tawar Iringi Pelepasan 1.883 Calhaj Medan, Pesan Haru Rico Waas Bikin Jemaah Terharu
Angelina Sondakh Dijadwalkan Dakwah di Masjid Agung Binjai, Sabtu Pagi
Haru dan Penuh Doa! 398 Calon Haji Langkat Ditepungtawari Bupati Syah Afandin, Pesan Kesehatan dan Keikhlasan Menggema
Bupati Syah Afandin Hadiri Halal Bihalal IKAPTK, Lepas Tiga Calon Jemaah Haji
Masjid Aisyah Resmi Berdiri di Binjai Barat, Jadi Pusat Ibadah dan Ukhuwah Warga
Semarak Malam Takbiran Sergai, Pj Sekdaprov Sumut Lepas Pawai Obor dan 150 Mobil Hias
Polres Langkat Bahagiakan 40 Anak Yatim dengan Belanja Baju Lebaran
Buka Puasa Bersama Golkar dan Pemuda Pancasila, Rico Waas Serukan Persatuan Jaga Stabilitas Medan
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:29 WIB

Tepung Tawar Iringi Pelepasan 1.883 Calhaj Medan, Pesan Haru Rico Waas Bikin Jemaah Terharu

Kamis, 16 April 2026 - 11:38 WIB

Angelina Sondakh Dijadwalkan Dakwah di Masjid Agung Binjai, Sabtu Pagi

Rabu, 15 April 2026 - 21:41 WIB

Haru dan Penuh Doa! 398 Calon Haji Langkat Ditepungtawari Bupati Syah Afandin, Pesan Kesehatan dan Keikhlasan Menggema

Rabu, 15 April 2026 - 19:18 WIB

Bupati Syah Afandin Hadiri Halal Bihalal IKAPTK, Lepas Tiga Calon Jemaah Haji

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:17 WIB

Masjid Aisyah Resmi Berdiri di Binjai Barat, Jadi Pusat Ibadah dan Ukhuwah Warga

Berita Terbaru

Budaya

Rico Waas: Budaya Jangan Kalah oleh Teknologi

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:27 WIB