Kapal Besar dan Sampan Kecil di Tengah Lautan Politik

Darwis Sinulingga

- Jurnalis

Minggu, 22 September 2024 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini >> Yong Ganas..

Di sebuah lautan politik yang luas, dua kapal siap berlayar menuju pulau kemenangan.

Di satu sisi, ada Kapal Besar—megah, kokoh, dan didukung oleh berbagai partai besar.

Kapal ini membawa panji-panji kekuatan, dan awaknya percaya bahwa dengan ukuran dan dukungan mereka, perjalanan menuju kemenangan akan berjalan mulus.

Mereka yakin badai apa pun yang menghadang akan mampu mereka lalui.

Di sisi lain, ada Sampan Kecil . Sampan ini sederhana, didukung oleh hanya segelintir partai kecil.

Ukurannya yang mungil sering menjadi bahan olokan para awak Kapal Besar.

Mereka berkata, “Sekecil apa pun dukungan kepada Sampan Kecil, ia pasti akan tenggelam begitu badai datang. Tak akan mungkin mampu bertahan di tengah samudra politik yang ganas.”

Namun, laut politik tak pernah bisa ditebak. Gelombang yang tenang di awal perjalanan mulai berubah menjadi ombak yang tinggi.

Baca Juga :  Hadapi Debat, Paslon Iskandar Sugito-Adli Tama Hidayat Sembiring Siapkan Diri

“Angin badai” datang tiba-tiba, menghantam segala sesuatu di jalurnya. Kapal Besar yang mulanya tampak kuat dan tidak terkalahkan mulai goyah.

Terlalu banyak awak di dalam kapal, dan setiap orang mencoba memegang kemudi, menyebabkan Kapal Besar kehilangan arah.

Mereka bertengkar tentang haluan mana yang harus diambil, membuat kapal semakin miring.

Sementara itu, Sampan Kecil yang dipimpin oleh nahkoda yang bijak tetap melaju dengan tenang.

Ukurannya yang mungil justru membuatnya lebih lincah menghadapi gelombang. Tak ada pertikaian di atasnya, karena setiap orang tahu tugasnya masing-masing dan berlayar dengan satu tujuan yang jelas.

Sampan Kecil mungkin terlihat rapuh, namun di tengah badai, ia mampu bergerak lebih cepat dan tepat sasaran.

Gelombang besar menghantam kedua kapal. Kapal Besar, dengan segala keangkuhannya, mulai karam sedikit demi sedikit.

Baca Juga :  Pilkada Langkat 2024 : Iskandar- Adli No 2, Syah Afandin-Tiorita No 1

Banyak awak yang meninggalkan kapal, melompat ke laut karena tak ingin tenggelam bersama kapal yang kehilangan arah.

Namun Sampan Kecil terus bertahan, bergerak gesit menghindari gelombang besar dan akhirnya tiba di pelabuhan yang aman.

Saat badai mereda, semua orang terkejut. Mereka yang dulu meremehkan Sampan Kecil kini menyaksikannya tiba dengan selamat di pulau kemenangan.

Kapal Besar yang pernah dianggap tak terkalahkan, justru karam di tengah perjalanan.

Moral dari cerita ini jelas: Kemenangan bukanlah milik yang besar, tetapi milik yang bijak, yang bekerja keras, dan yang tahu bagaimana bertahan dalam situasi sulit.

Dalam lautan politik, kekuatan dan dukungan yang besar belum tentu menjamin keselamatan.

Kadang, justru yang kecil dan tak terduga—dengan keteguhan, persatuan, dan strategi yang matang—yang mampu melewati badai dan keluar sebagai pemenang. (yong)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NasDem Sumut Bela Ricky Anthony, Sebut Kritik ke Bobby Sikap Partai
PKB Binjai Optimistis Rebut Kursi DPRD pada Pileg 2029
“Patih Cekgu di Negeri Kelayau: Ketika Menjilat Lebih Berharga daripada Kompetensi”
Gubsu Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemprov Sumut Bukukan Surplus Rp521,494 Miliar
Kasus Korupsi MBG Meluas, Sony Sonjaya Sebut Banyak Pihak Terlibat
Kasus MBG Diusut Kejagung, KPK Pilih Mundur Sementara dari Penyelidikan
Bobby : Zulhas Banyak Ajarkan Saya Politik
Jalin Silaturahmi, PCNU Langkat Siap Bersinergi dengan Ricky Anthony
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:47 WIB

NasDem Sumut Bela Ricky Anthony, Sebut Kritik ke Bobby Sikap Partai

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:03 WIB

PKB Binjai Optimistis Rebut Kursi DPRD pada Pileg 2029

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:49 WIB

“Patih Cekgu di Negeri Kelayau: Ketika Menjilat Lebih Berharga daripada Kompetensi”

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:26 WIB

Gubsu Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemprov Sumut Bukukan Surplus Rp521,494 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:06 WIB

Kasus Korupsi MBG Meluas, Sony Sonjaya Sebut Banyak Pihak Terlibat

Berita Terbaru