Dugaan Proyek Fiktif, Kontrak Bodong, hingga PPTK Tak Layak, Menguak Potret Buram Pengelolaan Pendidikan Langkat

- Jurnalis

Senin, 17 Maret 2025 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ini ilustrasi yang menggambarkan kondisi Disdik Langkat sebagai sarang korupsi. Suasana gelap, penuh simbol kehancuran, dengan figur bayangan yang menggambarkan praktik kotor di dalam kantor.(ilustrasi)

Langkat – metrolangkat.com

Praktik korupsi di sektor pendidikan Langkat diduga kian merajalela. Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat kini dicap sebagai “ladang bancakan” proyek ratusan miliar yang dikelola oleh oknum tak kompeten.

Proyek fisik mangkrak, pengadaan fiktif, hingga kontrak bodong bermunculan, mengindikasikan ada pola penyelewengan sistematis.

M.Nuh alias MN, staf non-job golongan IV/a yang seharusnya menyusun kurikulum SMP, kini menjadi sosok kunci.

Ia diangkat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) yang bertanggung jawab mengelola paket proyek di Disdik Langkat senilai lebih dari Rp 190 miliar.

Penunjukan MN dinilai cacat hukum, bertentangan dengan regulasi keuangan daerah, dan memperbesar dugaan skandal pengelolaan anggaran pendidikan.

MN diangkat melalui SK Kepala Disdik Langkat Nomor: 990-3282.Sekr/K/2024 sejak 13 September 2024, menggantikan Alek Sander.

Sejak itu, berbagai program strategis pendidikan seperti Pengelolaan Pendidikan Dasar (Rp 85,4 miliar) dan Pendidikan Menengah Pertama (Rp 96 miliar), hingga Program Penunjang Urusan Pemerintahan (Rp 8,8 miliar) berada di bawah tanggung jawabnya.

Baca Juga :  Gembira Ginting Diangkat Plt Kadis Pendidikan Langkat, Harapan Baru Usai Gejolak Kepemimpinan Robert

Namun, MN tak memenuhi kualifikasi sebagai PPTK. Ia bukan pejabat struktural, tidak membidangi sub-kegiatan yang ditanganinya, dan tidak memiliki dasar hukum yang sah untuk mengelola proyek sebesar itu.

Bahkan, dalam dokumen pelaksanaan anggaran, tak satu pun Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) ditunjuk oleh Kepala Disdik Langkat.

Syahrial Sulung, Direktur Lembaga Studi Pengadaan Indonesia (LSPI), mengecam keras kondisi ini.

“Ini pelanggaran berat. PPTK diatur jelas dalam Permendagri 77/2020 dan Perpres 12/2021.

Seorang PPTK minimal pejabat struktural satu tingkat di bawah KPA. Kalau tidak ada, fungsional pun harus punya kriteria khusus.

Ini kok malah dipegang orang yang tidak punya kewenangan?” ujarnya saat diwawancarai, Senin (17/3/2025).

Syahrial menilai kondisi di Disdik Langkat sudah gawat. Ia menuding ada pembiaran oleh Kepala Disdik hingga pejabat Pemkab Langkat.

Ia bahkan menyebut, “Ada dugaan kuat pola bancakan anggaran secara sistematis. Ratusan miliar mengalir tanpa kontrol jelas.

Baca Juga :  Dukung Pendidikan Berkualitas, Badak LNG Bersama Yayasan OGFICE Berikan Beasiswa Kepada Generasi Muda Bontang

Indikasi Pelanggaran dan Proyek Bermasalah:

Pekerjaan fisik wanprestasi dibayar penuh (100%) Kontrak bodong tanpa alokasi anggaran

Pengadaan barang seperti mebel sekolah, alat peraga, dan perlengkapan siswa tengah diusut Kejaksaan Tinggi Sumut Proyek fiktif dan dugaan mark-up anggaran

Potensi Kerugian Negara:

Diperkirakan kerugian negara akibat dugaan praktik korupsi ini mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah, jika proses penyelidikan mendalam terbukti.

Sikap Aparat Penegak Hukum:

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sudah menerima laporan masyarakat dan tengah mendalami sejumlah temuan awal.

Penyelidikan terhadap proyek-proyek bermasalah di Disdik Langkat kini dalam tahap pengumpulan data dan klarifikasi.

Hingga berita ini dimuat, Muhammad Nuh tidak merespons panggilan dan pesan konfirmasi wartawan.

Pihak Dinas Pendidikan Langkat juga belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Akhir Laporan (Opsional):

Jika pola ini dibiarkan, bukan hanya anggaran pendidikan yang dirampok, tapi juga masa depan anak-anak Langkat yang dipertaruhkan.(red/yong)

 

 

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stop Mengejar Sertifikat Saja! LPK Adamssein Institute Buktikan Keterampilan Praktis Jauh Lebih Bernilai daripada Gelar Non Akademik
Bobby Nasution Buka MPLS SMA/SMK/SLB Negeri se-Sumut di SMAN 1 Binjai
Tutup Jamdasu XI, Tiorita Kobarkan Semangat Kontingen Pramuka Langkat
Anak Medan Borong Medali Internasional Bidang IPTEK, Rico Waas: Kalian Calon Pemimpin Masa Depan
DPRD Binjai Soroti Kekosongan Kadisdik Definitif, Dinilai Ganggu Tata Kelola Pendidikan
Rico Waas Ajak Pelajar Lawan Predator Seksual: Jangan Takut Bersuara
Dosen STAI UISU Pematangsiantar Raih Hibah Riset Kompetitif Nasional Kemenag-LPDP, Torehkan Sejarah Pertama
Syah Afandin Buka Pekan Kesiapsiagaan Pelajar Nusantara di Stabat
Berita ini 145 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:45 WIB

Stop Mengejar Sertifikat Saja! LPK Adamssein Institute Buktikan Keterampilan Praktis Jauh Lebih Bernilai daripada Gelar Non Akademik

Senin, 13 Juli 2026 - 14:30 WIB

Bobby Nasution Buka MPLS SMA/SMK/SLB Negeri se-Sumut di SMAN 1 Binjai

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:17 WIB

Tutup Jamdasu XI, Tiorita Kobarkan Semangat Kontingen Pramuka Langkat

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:32 WIB

Anak Medan Borong Medali Internasional Bidang IPTEK, Rico Waas: Kalian Calon Pemimpin Masa Depan

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:55 WIB

DPRD Binjai Soroti Kekosongan Kadisdik Definitif, Dinilai Ganggu Tata Kelola Pendidikan

Berita Terbaru