Bobby Luncurkan BRT Mebidang: 30 Bus Listrik, Sekali Bayar untuk Antar-Koridor

Metro Langkat

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution resmi meluncurkan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang di Terminal Lubukpakam, Rabu (19/8/2026).(ist)

DELISERDANG – metrolangkat.com

Transportasi publik di kawasan Medan, Binjai dan Deli Serdang (Mebidang) memasuki babak baru.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution resmi meluncurkan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang di Terminal Lubukpakam, Rabu (19/8/2026).

Peluncuran ini menjadi tahap awal pengoperasian BRT Mebidang yang ditargetkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus memperkuat konektivitas transportasi di kawasan metropolitan.

Tak sekadar menambah armada, Bobby ingin BRT Mebidang ke depan terintegrasi dengan seluruh moda dan koridor transportasi.

Bahkan, masyarakat ditargetkan cukup membayar satu kali meski harus berpindah bus dalam satu perjalanan.

“Jadi kita inginnya mau ke Binjai, mau ke Deli Serdang maupun ke mana pun, bayarnya sekali saja,” kata Bobby.

Menurut Bobby, persoalan transportasi tidak cukup diselesaikan hanya dengan menghadirkan bus.

Pemerintah harus memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang nyaman, aman, tepat waktu dan mudah digunakan.

“Pemerintah sebenarnya menyiapkan transportasi umum. Jangan digeser perannya,” tegasnya.

Karena itu, Bobby meminta integrasi layanan tersebut mulai terlihat pada 2027.

Dengan sistem tersebut, penumpang yang harus turun dan berpindah bus tidak perlu kembali membayar sepanjang perjalanan.

“Walaupun harus turun bus, tapi enggak perlu bayar lagi. Sama seperti Busway,” ujarnya.

30 Bus Listrik Mengaspal Bertahap

BRT Mebidang saat ini memasuki tahap uji coba dengan dua unit bus listrik. Jumlah armada akan ditambah secara bertahap hingga mencapai 30 bus listrik pada 8 Desember 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yudha P Setiawan mengatakan, dari 30 armada tersebut, sebanyak 13 bus akan melayani Koridor 1 rute Teladan-Terminal Lubukpakam.

Sementara 14 bus disiapkan untuk Koridor 2 rute Simpang Barat-Binjai dan tiga unit lainnya menjadi armada cadangan.

Layanan BRT Mebidang menggunakan skema Buy The Service (BTS). Melalui skema tersebut, pemerintah membayar biaya operasional berdasarkan jarak tempuh dan standar pelayanan minimum.

Dengan pola itu, pengemudi tidak dibebani target mengejar jumlah penumpang, sehingga dapat lebih fokus pada ketepatan waktu, keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.

Selama masa uji coba, masyarakat dapat menggunakan BRT Mebidang secara gratis.

Setelah beroperasi penuh, tarif ditetapkan Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 bagi kategori khusus, seperti pelajar, penyandang disabilitas dan lanjut usia.

121 Titik Pemberhentian Dibangun

Untuk mendukung layanan tersebut, sebanyak 121 titik pemberhentian baru akan dibangun.

Sebanyak 68 titik berada di lintasan Teladan-Terminal Lubukpakam, sedangkan 53 titik lainnya berada di lintasan Simpang Barat-Binjai.

Pemprov Sumut juga meluncurkan aplikasi Trans-Sumut. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat mengetahui rute perjalanan,

memantau posisi bus secara real-time serta melakukan pendaftaran tarif khusus.

Baca Juga :  Kampanye di Binjai Timur, Ratusan Masyarakat Keluhkan Adanya Tekanan dari Oknum Kepling Nakal kepada Pak Uda

Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Muiz Thohir mengatakan,

BRT Mebidang merupakan salah satu proyek percontohan pengembangan transportasi publik di Indonesia bersama kawasan Bandung Raya.

Menurutnya, kemacetan menjadi salah satu alasan utama pengembangan transportasi publik harus dipercepat

Berdasarkan data TomTom Traffic Index yang disampaikannya, tingkat kemacetan di Kota Medan mencapai 54,02 persen.

“Pembangunan BRT bukan semata proyek infrastruktur, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat, produktivitas ekonomi, serta masa depan perkotaan yang lebih hijau,” kata Muiz.

Disiapkan Jadi BUMD Bersama

Ke depan, pengelolaan BRT Mebidang juga diarahkan menuju pembentukan badan usaha milik daerah (BUMD) bersama.

BUMD tersebut direncanakan melibatkan Pemprov Sumut, Pemko Medan, Pemko Binjai dan Pemkab Deli Serdang.

Bobby berharap kolaborasi lintas pemerintah daerah tersebut tidak hanya membuat BRT Mebidang menjadi proyek transportasi baru,

Tetapi benar-benar mengubah kebiasaan masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum.

Jika sistem terintegrasi dan pembayaran sekali jalan benar-benar terealisasi, BRT Mebidang diharapkan menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat sekaligus penanda bahwa Medan, Binjai dan Deli Serdang mulai bergerak sebagai satu kawasan metropolitan.

Bukan sekadar bus listrik yang mengaspal, Bobby ingin membangun sistem transportasi yang membuat warga bisa bergerak lebih mudah, murah dan terintegrasi dari satu daerah ke daerah lainnya.(Rel)

 

 

 

Menulis

Bobby Luncurkan BRT Mebidang, 30 Bus Listrik Disiapkan dan Target Sekali Bayar

DELISERDANG – Transportasi publik di kawasan Medan, Binjai dan Deli Serdang (Mebidang) memasuki babak baru. Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution resmi meluncurkan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang di Terminal Lubukpakam, Rabu (19/8/2026).

Peluncuran ini menjadi tahap awal pengoperasian BRT Mebidang yang ditargetkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus memperkuat konektivitas transportasi di kawasan metropolitan.

Tak sekadar menambah armada, Bobby ingin BRT Mebidang ke depan terintegrasi dengan seluruh moda dan koridor transportasi. Bahkan, masyarakat ditargetkan cukup membayar satu kali meski harus berpindah bus dalam satu perjalanan.

“Jadi kita inginnya mau ke Binjai, mau ke Deli Serdang maupun ke mana pun, bayarnya sekali saja,” kata Bobby.

Menurut Bobby, persoalan transportasi tidak cukup diselesaikan hanya dengan menghadirkan bus. Pemerintah harus memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang nyaman, aman, tepat waktu dan mudah digunakan.

“Pemerintah sebenarnya menyiapkan transportasi umum. Jangan digeser perannya,” tegasnya.

Karena itu, Bobby meminta integrasi layanan tersebut mulai terlihat pada 2027. Dengan sistem tersebut, penumpang yang harus turun dan berpindah bus tidak perlu kembali membayar sepanjang perjalanan.

“Walaupun harus turun bus, tapi enggak perlu bayar lagi. Sama seperti Busway,” ujarnya.

Baca Juga :  Kunjungi Langkat, Gibran Sampaikan Pesan Presiden Soal Swasembada Pangan

30 Bus Listrik Mengaspal Bertahap

BRT Mebidang saat ini memasuki tahap uji coba dengan dua unit bus listrik. Jumlah armada akan ditambah secara bertahap hingga mencapai 30 bus listrik pada 8 Desember 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yudha P Setiawan mengatakan, dari 30 armada tersebut, sebanyak 13 bus akan melayani Koridor 1 rute Teladan-Terminal Lubukpakam.

Sementara 14 bus disiapkan untuk Koridor 2 rute Simpang Barat-Binjai dan tiga unit lainnya menjadi armada cadangan.

Layanan BRT Mebidang menggunakan skema Buy The Service (BTS). Melalui skema tersebut, pemerintah membayar biaya operasional berdasarkan jarak tempuh dan standar pelayanan minimum.

Dengan pola itu, pengemudi tidak dibebani target mengejar jumlah penumpang, sehingga dapat lebih fokus pada ketepatan waktu, keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.

Selama masa uji coba, masyarakat dapat menggunakan BRT Mebidang secara gratis.

Setelah beroperasi penuh, tarif ditetapkan Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 bagi kategori khusus, seperti pelajar, penyandang disabilitas dan lanjut usia.

121 Titik Pemberhentian Dibangun

Untuk mendukung layanan tersebut, sebanyak 121 titik pemberhentian baru akan dibangun.

Sebanyak 68 titik berada di lintasan Teladan-Terminal Lubukpakam, sedangkan 53 titik lainnya berada di lintasan Simpang Barat-Binjai.

Pemprov Sumut juga meluncurkan aplikasi Trans-Sumut. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat mengetahui rute perjalanan, memantau posisi bus secara real-time serta melakukan pendaftaran tarif khusus.

Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Muiz Thohir mengatakan, BRT Mebidang merupakan salah satu proyek percontohan pengembangan transportasi publik di Indonesia bersama kawasan Bandung Raya.

Menurutnya, kemacetan menjadi salah satu alasan utama pengembangan transportasi publik harus dipercepat.

Berdasarkan data TomTom Traffic Index yang disampaikannya, tingkat kemacetan di Kota Medan mencapai 54,02 persen.

“Pembangunan BRT bukan semata proyek infrastruktur, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat, produktivitas ekonomi, serta masa depan perkotaan yang lebih hijau,” kata Muiz.

Disiapkan Jadi BUMD Bersama

Ke depan, pengelolaan BRT Mebidang juga diarahkan menuju pembentukan badan usaha milik daerah (BUMD) bersama.

BUMD tersebut direncanakan melibatkan Pemprov Sumut, Pemko Medan, Pemko Binjai dan Pemkab Deli Serdang.

Bobby berharap kolaborasi lintas pemerintah daerah tersebut tidak hanya membuat BRT Mebidang menjadi proyek transportasi baru, tetapi benar-benar mengubah kebiasaan masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum.

Jika sistem terintegrasi dan pembayaran sekali jalan benar-benar terealisasi, BRT Mebidang diharapkan menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat sekaligus penanda bahwa Medan, Binjai dan Deli Serdang mulai bergerak sebagai satu kawasan metropolitan.

Bukan sekadar bus listrik yang mengaspal, Bobby ingin membangun sistem transportasi yang membuat warga bisa bergerak lebih mudah, murah dan terintegrasi dari satu daerah ke daerah lainnya.(rel)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Transformasi Medan di Tangan Rico Waas: Jalan Dibenahi, Pelayanan Publik Didorong Pakai AI
96 Dukungan di Tangan, Rizal Rudi Surya Bidik Kursi Ketua DKP PWI Sumut
Tiorita Dampingi Bobby Nasution ke Pesantren, 9 Ruang Kelas Butuh Perbaikan
Sekda Amril Sambut Kapolda Sumut, Pemkab Langkat Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Simpang Dobi-Titi Papan Langganan Macet, Pemko Medan Siapkan Pelebaran Jalan 2027
MBG Binjai Terganggu! Empat Dapur SPPG Tutup Sementara, Dua Belum Jelas Kapan Buka
Kunjungi Binjai, Kapolda Sumut Tegaskan Perang Narkoba dan Kejahatan Jalanan
Panen Raya di Secanggang, Langkat Siapkan Ekspansi 500 Hektare Sawah
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:02 WIB

Transformasi Medan di Tangan Rico Waas: Jalan Dibenahi, Pelayanan Publik Didorong Pakai AI

Kamis, 5 November 2026 - 19:55 WIB

96 Dukungan di Tangan, Rizal Rudi Surya Bidik Kursi Ketua DKP PWI Sumut

Kamis, 5 November 2026 - 19:30 WIB

Tiorita Dampingi Bobby Nasution ke Pesantren, 9 Ruang Kelas Butuh Perbaikan

Kamis, 5 November 2026 - 19:22 WIB

Sekda Amril Sambut Kapolda Sumut, Pemkab Langkat Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Rabu, 4 November 2026 - 20:36 WIB

Simpang Dobi-Titi Papan Langganan Macet, Pemko Medan Siapkan Pelebaran Jalan 2027

Berita Terbaru