Foto : Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, S.H., bergerak cepat menangani longsor di Dusun Tambunan B, Desa Perkebunan Tambunan, Kecamatan Salapian.(ist)
Salapian – metrolangkat.com
Ketika akses jalan terputus, aktivitas masyarakat ikut terhambat. Menyadari pentingnya jalur tersebut bagi kehidupan warga, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, S.H., bergerak cepat menangani longsor di Dusun Tambunan B, Desa Perkebunan Tambunan, Kecamatan Salapian.
Selasa (29/9/2026) sore, Tiorita turun langsung meninjau proses perbaikan jalan yang sebelumnya terdampak longsor. Kedatangannya disambut ratusan warga yang berkumpul di Louse Desa Perkebunan Tambunan untuk menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah daerah.
Bagi masyarakat, pemulihan akses jalan tersebut bukan sekadar perbaikan infrastruktur. Jalan itu merupakan jalur penting yang menghubungkan Desa Pamah Tambunan, Desa Ujung Bandar, dan kawasan Perkebunan Tambunan, sekaligus menunjang aktivitas sehari-hari warga.

Longsor yang dilaporkan semakin melebar pada Sabtu (12/9/2026) sempat menyebabkan jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Kondisi tersebut mendorong perlunya penanganan segera agar mobilitas masyarakat kembali normal.
Pemerintah Kabupaten Langkat kemudian berkolaborasi dengan masyarakat, pemerintah desa, dan PT Kinar Lapiga dalam penanganan lokasi terdampak.
Alat Berat Diturunkan, Akses Masyarakat Dipulihkan
Camat Salapian, Ramlan Tarigan, menyampaikan apresiasi atas respons pemerintah daerah setelah laporan mengenai kondisi jalan disampaikan kepada Plt. Bupati Langkat.
“Alhamdulillah, begitu saya laporkan kepada Plt. Bupati Langkat, langsung diturunkan alat berat untuk segera diperbaiki. Sekarang jalan tersebut sudah lancar dan bisa digunakan kembali,” ujarnya.
Ia menegaskan, pulihnya akses jalan sangat berarti bagi masyarakat karena jalur tersebut menjadi bagian penting dalam menunjang kegiatan sehari-hari.
“Atas nama masyarakat Salapian, kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Ibu Tiorita Br. Surbakti. Atas gerak cepatnya, akses utama masyarakat kami bisa dipergunakan kembali,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Anggota DPRD Langkat Fraksi Golkar, Sedarita Ginting, S.H., M.H. Menurutnya, penanganan cepat terhadap persoalan infrastruktur yang berkaitan dengan keselamatan dan mobilitas warga merupakan hal penting bagi masyarakat.
“Masyarakat menjadi saksi nyata atas kerja dan tindakan tersebut. Untuk itu, mari kita terus dukung inovasi, program kerja dan pergerakan untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Menanggapi apresiasi tersebut, Tiorita menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan, laporan mengenai bencana dan persoalan yang menyangkut kepentingan warga perlu ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
“Ketika laporan itu datang, saya langsung instruksikan kepada kepala dinas terkait untuk langsung menurunkan alat berat dan memperbaiki. Saya tidak mau ada korban di situ,” tegas Tiorita.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan dan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat Kabupaten Langkat.
“Saya berjanji di depan semua masyarakat, saya akan berbuat lebih baik lagi untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Louse Desa Tambunan Jadi Perhatian
Di sela pertemuan yang berlangsung hangat, Tiorita turut menyoroti kondisi Louse Desa Perkebunan Tambunan yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat.
Ia menyampaikan ketertarikannya terhadap fasilitas tersebut dan menyatakan rencana perbaikan pada tahun mendatang.
“Pandangan pertama sampai ke desa ini, saya tertarik melihat Louse ini. Tahun 2027, kita perbaiki Louse ini,” katanya, disambut antusias warga.
Tiorita juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar amanah sebagai Plt. Bupati Langkat dapat dijalankan dengan baik.
Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Warga diberi kesempatan menyampaikan aspirasi secara langsung, termasuk mengenai kondisi infrastruktur jalan di sejumlah wilayah Kecamatan Salapian.
Rp4,2 Miliar Disiapkan untuk Perbaikan Jalan Lau Tepu

Salah satu aspirasi disampaikan Irwan, warga Desa Lau Tepu. Ia menyambut baik informasi mengenai rencana perbaikan jalan di desanya yang akan dilaksanakan secara bertahap.
“Jalan akan diaspal walau bertahap. Informasi ini menjadi air mengalir bagi kami. Terima kasih yang sebesar-besarnya, Bu. Kami akan bantu kawal, Bu,” ujarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Tiorita menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Langkat telah menyiapkan anggaran Rp1,2 miliar untuk penanganan jalan Desa Lau Tepu melalui P-APBD 2026.
Selain itu, Pemkab Langkat menyiapkan tambahan anggaran Rp3 miliar pada 2027 untuk melanjutkan perbaikan jalan tersebut.
Dengan demikian, total anggaran yang disiapkan untuk penanganan jalan Desa Lau Tepu mencapai Rp4,2 miliar dalam dua tahap anggaran, sesuai rencana yang disampaikan pemerintah daerah.
Rencana tersebut diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk meningkatkan kondisi infrastruktur sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Bagi warga, kepastian mengenai tahapan perbaikan menjadi hal penting agar penanganan jalan dapat terus dikawal hingga terealisasi.
Pastikan Penanganan di Lapangan
Usai berdialog dengan masyarakat, Tiorita bersama rombongan meninjau langsung lokasi jalan yang sebelumnya terdampak longsor. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi lapangan dan memastikan penanganan akses masyarakat berjalan.
Dalam kunjungan itu, Tiorita didampingi Anggota DPRD Langkat Fraksi Golkar Sedarita Ginting, Kepala BPKAD M. Iskandarsyah, Plt. Kepala Dinas PUTR Arie Ramadhany, Kepala BPBD M. Ansyari, Kepala Dinas Kominfo Wahyudiharto, Kepala Dinas PPKB PPA Indri Nugraheni, Kasatpol PP Dameka P. Singarimbun, Camat Salapian Ramlan Tarigan, serta Ketua MPC Pemuda Pancasila Dewa PA.
Penanganan longsor di Desa Perkebunan Tambunan dan rencana perbaikan jalan Desa Lau Tepu menjadi bagian dari upaya Pemkab Langkat merespons kebutuhan infrastruktur masyarakat.
Ke depan, koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait diharapkan terus diperkuat agar persoalan infrastruktur dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.
Bagi masyarakat Salapian, jalan yang kembali dapat digunakan serta adanya rencana perbaikan lanjutan menjadi harapan untuk mendukung aktivitas sehari-hari, memperlancar mobilitas, dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.(Red)

















