Dipenutup Tahun 2025, PIEP Lepas Pengapalan 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair ke Indonesia

- Kontributor

Kamis, 25 Desember 2025 - 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Komisaris Utama PIEP, Dharmawan H. Samsu, menambahkan bahwa keberhasilan pengapalan perdana ini merupakan hasil dari proses diplomasi dan negosiasi yang panjang.(Ist)

Aljazair – METROLANGKAT.COM

PT Pertamina Internasional EP (PIEP), Regional Internasional anak usaha Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream, menorehkan tonggak penting dalam ekspansi globalnya dengan melaksanakan pengapalan perdana (first lifting) minyak mentah sebesar 1 juta barel menuju Indonesia dari Port Arzew, Oran, Aljazair, pada 24 Desember 2025.

Pengapalan ini merupakan produksi pertama di bawah perpanjangan Production Sharing Contract (PSC) Blok 405A, yang memastikan keberlanjutan operasional Pertamina di Aljazair selama 25 tahun ke depan.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi wujud nyata semangat “Bring the Barrel Home” dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Hubungan komersial antara SONATRACH dan PERTAMINA telah terjalin lebih dari 25 tahun, mencerminkan kemitraan strategis yang kuat, berkelanjutan, dan berorientasi pada penciptaan nilai bersama.

Kerja sama ini dimulai pada periode 2002–2003 melalui kontrak tahunan, berlanjut dengan fleksibilitas transaksi spot pada 2006–2013, hingga memasuki fase ekspansi signifikan sejak 2014 melalui akuisisi hak pengelolaan Menzel Lejmat (MLN).


Menjelang pelaksanaan lifting, kedua perusahaan telah menandatangani Lifting Service Contract, 22 Desember 2025 di Kantor Pusat Sonatrach.

Baca Juga :  Pertamina Hulu Mahakam Kenalkan Teknologi Revolusioner untuk Optimasi Produksi Lapangan Tua di Brunei

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Algeria EP (PAEP), Jon Erwin, dan Mr. Mayouf Belgacem, VP Commercialization Sonatrach.

Acara ini disaksikan langsung oleh President & CEO Sonatrach Noureddine Daoudi, Duta Besar RI untuk Aljazair Chalief Akbar, serta Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha.

Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat posisi Pertamina sebagai pemain migas internasional.

“Kami menjalankan amanah untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui praktik operasional yang unggul dan berkelanjutan di Aljazair,” ujarnya. Ia juga berharap kerja sama dengan Sonatrach ke depan semakin kuat dan berkelanjutan.

Komisaris Utama PIEP, Dharmawan H. Samsu, menambahkan bahwa keberhasilan pengapalan perdana ini merupakan hasil dari proses diplomasi dan negosiasi yang panjang.

“Pengapalan kargo pertama sebesar 1 juta barel ke Indonesia ini menegaskan nilai strategis perpanjangan Blok 405A untuk 25 tahun ke depan. Ini merupakan pencapaian besar setelah melalui proses negosiasi kontrak yang intens,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PAEP Jon Erwin menekankan bahwa kolaborasi solid dengan Sonatrach telah memberikan landasan hukum dan operasional yang kuat untuk mengoptimalkan potensi Blok 405A, sekaligus memberikan manfaat bagi kedua negara.

Baca Juga :  PHE ONWJ Tuntaskan Instalasi Anjungan OOA di Laut Utara Jawa Barat

Duta Besar RI untuk Aljazair, Chalief Akbar, yang turut menyaksikan langsung proses lifting di Port Arzew, menyampaikan apresiasinya.

“Kegiatan ini bukan sekadar kerja sama bisnis migas, melainkan simbol kuat hubungan bilateral Indonesia dan Aljazair. Pemerintah Indonesia akan terus mendukung langkah Pertamina dalam mempererat kerja sama energi di masa mendatang dan tentunya mendukung kebijakan ketahanan energi pemerintah Indonesia,” tegasnya.

Proses pengapalan ini merupakan hasil sinergi terintegrasi Subholding Pertamina, yang melibatkan:
• Subholding Upstream PHE melalui PIEP dan PAEP sebagai produsen hidrokarbon di luar negeri;

• Subholding Shipping PT Pertamina International Shipping (PIS) sebagai pelaksana pengapalan internasional yang andal; serta

• Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) sebagai pembeli dan operator kilang di dalam negeri.

Melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan ini, PIEP berkomitmen untuk terus mengoptimalkan potensi Blok 405A demi mendukung ketahanan energi nasional dan memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Aljazair.(Wis/ril)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dirut Patra Niaga Disorot: Isu B40 hingga Dugaan Kartel Transportir
PEPC ADK Tanam 14.727 Pohon di Rembang untuk Kurangi Emisi Karbon dan Pulihkan Lingkungan
Lapangan Tua Minas Bangkit Kembali, Teknologi CEOR Jadi Senjata Baru Pertamina Jaga Produksi Migas
Polsek Bilah Hulu Pastikan Ketersediaan BBM Aman di Wilkumnya
Setelah 14 Tahun Tertidur, Anjungan EZB Bangkit Produksi 374 Barel Minyak per Hari
Pertamina Drilling Cetak Pemuda Papua Tersertifikasi untuk Dukung Energi Nasional
Pertamina Hulu Sanga Sanga Dorong Ekonomi Sirkuler, Latih Kelompok Wanita Tani Kembangkan Pertanian Terpadu
PHE ONWJ Tuntaskan Instalasi Anjungan OOA di Laut Utara Jawa Barat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:23 WIB

Dirut Patra Niaga Disorot: Isu B40 hingga Dugaan Kartel Transportir

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:14 WIB

PEPC ADK Tanam 14.727 Pohon di Rembang untuk Kurangi Emisi Karbon dan Pulihkan Lingkungan

Kamis, 25 Desember 2025 - 21:17 WIB

Dipenutup Tahun 2025, PIEP Lepas Pengapalan 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair ke Indonesia

Rabu, 24 Desember 2025 - 06:49 WIB

Lapangan Tua Minas Bangkit Kembali, Teknologi CEOR Jadi Senjata Baru Pertamina Jaga Produksi Migas

Minggu, 30 November 2025 - 21:14 WIB

Polsek Bilah Hulu Pastikan Ketersediaan BBM Aman di Wilkumnya

Berita Terbaru