PHE Temukan Sumber Daya Gas Bumi 1.8 TCF di Sulawesi Tengah

- Jurnalis

Jumat, 20 Desember 2024 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – METROLANGKAT.COM

Dalam kurun tujuh tahun terakhir, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina mencatat sumber daya inplace gas bumi sebesar lebih dari 1.8 triliun kaki kubik (TCF) atau hampir setara 320 juta barel minyak (MMBOE) dari penemuan eksplorasi di wilayah Sulawesi Tengah.

Temuan eksplorasi tersebut berasal dari penemuan gas di struktur Wolai-East Wolai, Morea, dan terbaru dari struktur Tedong yang dibor tahun 2024.

Penemuan sumberdaya ini merupakan bukti komitmen Pertamina dalam meningkatkan cadangan dan upaya memenuhi kebutuhan gas bumi seiring dengan pertumbuhan ekonomi serta mendukung upaya pencapaian target produksi nasional di mana gas merupakan sumberdaya energi transisi yang ramah lingkungan.

Selain itu, Pertamina juga secara intensif mengimplementasikan upaya penemuan sumberdaya di area Indonesia Timur seperti survey seismic, joint study, pengeboran eksplorasi.

Baca Juga :  Afandin Dukung Legalitas Sumur Minyak Rakyat, Dorong Ketahanan Energi dan PAD Langkat

Melalui kerja keras eksplorasi, perusahaan energi milik negara ini berhasil menemukan sumberdaya gas alam baru yang signifikan dan berhasil divalidasi pada akhir tahun 2024 dari Struktur Tedong-001 sebesar 875.47 milyar kaki kubik gas (BCFG) atau setara 151.13 juta barel setara minyak (MMBOE) yang terakumulasi di dalam batuan (inplace).

Temuan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi gas, namun juga menjadi tonggak penting dalam upaya Pertamina untuk mendiversifikasi pasokan energi, mendukung transisi energi berkelanjutan, serta memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Penemuan sumberdaya ini tidak terlepas dari upaya PHE mengelola strategi utama dalam mengelola baseline produksi, meningkatkan production growth melalui rencana kerja yang masif serta meningkatkan reserve dan resource growth untuk menjaga ketahanan energi nasional.

“Keberhasilan PHE dalam menemukan sumber daya migas ini tidak terlepas dari dukungan dari Kementerian ESDM dan SKK Migas.

Baca Juga :  Syah Afandin Dukung Pengaktifan Kembali Sumur Minyak di Langkat

Dengan pengeboran eksplorasi ini PHE juga berupaya menjaga keberlanjutan energi dalam negeri,” ujar Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi, Chalid Said Salim.

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dilakukan dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan.

Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.

PHE terus mengembangkan pengelolaan operasi yang prudent dan excellent di dalam dan luar negeri secara profesional untuk mewujudkan pencapaian menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang Environmental Friendly, Social Responsible dan Good Governance.(yong/rel)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina EP Papua Field Jadi Destinasi Favorit Mahasiswa UNIPA
Dirut Patra Niaga Disorot: Isu B40 hingga Dugaan Kartel Transportir
PEPC ADK Tanam 14.727 Pohon di Rembang untuk Kurangi Emisi Karbon dan Pulihkan Lingkungan
Dipenutup Tahun 2025, PIEP Lepas Pengapalan 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair ke Indonesia
Lapangan Tua Minas Bangkit Kembali, Teknologi CEOR Jadi Senjata Baru Pertamina Jaga Produksi Migas
Polsek Bilah Hulu Pastikan Ketersediaan BBM Aman di Wilkumnya
Setelah 14 Tahun Tertidur, Anjungan EZB Bangkit Produksi 374 Barel Minyak per Hari
Pertamina Drilling Cetak Pemuda Papua Tersertifikasi untuk Dukung Energi Nasional
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:48 WIB

Pertamina EP Papua Field Jadi Destinasi Favorit Mahasiswa UNIPA

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:23 WIB

Dirut Patra Niaga Disorot: Isu B40 hingga Dugaan Kartel Transportir

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:14 WIB

PEPC ADK Tanam 14.727 Pohon di Rembang untuk Kurangi Emisi Karbon dan Pulihkan Lingkungan

Kamis, 25 Desember 2025 - 21:17 WIB

Dipenutup Tahun 2025, PIEP Lepas Pengapalan 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair ke Indonesia

Rabu, 24 Desember 2025 - 06:49 WIB

Lapangan Tua Minas Bangkit Kembali, Teknologi CEOR Jadi Senjata Baru Pertamina Jaga Produksi Migas

Berita Terbaru