Pilkada Langkat Memanas: Dugaan Kecurangan Mulai Terkuak, Kepala Desa dan Warga Miskin Jadi Korban Tekanan

- Jurnalis

Minggu, 13 Oktober 2024 - 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkat – METROLANGKAT.COM

Menjelang puncak Pilkada Langkat 2024, tensi politik kian memanas dengan munculnya dugaan kecurangan yang mulai menghantui jalannya proses demokrasi.

Sejumlah laporan dari berbagai pihak menyebutkan adanya tekanan terhadap kepala desa serta warga miskin yang menjadi sasaran intimidasi politik.

Dalam beberapa pekan terakhir, kepala desa di berbagai kecamatan dilaporkan mendapat tekanan dari pihak tertentu agar mendukung salah satu pasangan calon.

Beberapa di antaranya mengaku dipaksa berpihak dengan ancaman akan dicopot dari jabatannya jika tidak menuruti perintah.

“Kami diminta untuk mengarahkan warga agar memilih calon tertentu. Kalau menolak, ada ancaman jabatan kami akan dicabut.

Ini sangat berat bagi kami, apalagi sebagai pemimpin di desa, kami harus netral,” ungkap seorang kepala desa yang enggan disebutkan namanya.

Tidak hanya itu, tekanan politik juga merambah ke masyarakat miskin yang bergantung pada bantuan sosial dari pemerintah.

Baca Juga :  Uang Rp150 Juta Raib di Mobil Bendahara KPU Langkat

Sejumlah warga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan dikabarkan diminta untuk menunjukkan dukungan mereka kepada salah satu pasangan calon.

Jika tidak, mereka diancam akan dicabut dari daftar penerima bantuan.

“Waktu kami mengambil bantuan, ada yang datang dan bilang kalau kami tidak pilih calon tertentu, bantuan ini bisa dihentikan.

Kami jadi takut, karena hidup kami bergantung pada bantuan itu,” kata seorang ibu rumah tangga dari Kecamatan Hinai.

Dugaan kecurangan ini telah memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat.

Beberapa aktivis demokrasi dan tokoh masyarakat Langkat menyerukan perlunya pengawasan ketat oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) agar Pilkada berjalan dengan adil dan demokratis.

“Sangat disayangkan jika Pilkada ini diwarnai kecurangan. Kepala desa seharusnya netral, tidak boleh dipaksa berpihak.

Program bantuan sosial juga tidak boleh digunakan sebagai alat politik untuk menekan warga,” ujar Rahman, salah satu tokoh masyarakat Langkat.

Baca Juga :  Sorotan Tajam pada Bawaslu Langkat: Minim Transparansi dan Diduga Abaikan Media dalam Pengawasan Pilkada

Pasangan calon yang merasa dirugikan dengan situasi ini pun mulai bersuara. Mereka mengingatkan bahwa penggunaan aparat pemerintah desa dan bantuan sosial untuk kepentingan politik adalah pelanggaran berat yang bisa merusak integritas Pilkada.

“Kami mengutuk keras segala bentuk intimidasi yang dilakukan kepada kepala desa dan masyarakat.

Ini jelas mencederai demokrasi kita. Pilkada harus berjalan secara adil, tanpa kecurangan atau tekanan dari pihak manapun,” tegas seorang juru bicara dari tim pasangan calon nomor urut 2.

Dengan meningkatnya tensi politik dan dugaan kecurangan yang kian marak, perhatian publik kini tertuju pada tindakan apa yang akan diambil oleh pihak berwenang untuk memastikan Pilkada Langkat 2024 berjalan sesuai prinsip-prinsip demokrasi yang jujur dan adil.(Red)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NasDem Sumut Bela Ricky Anthony, Sebut Kritik ke Bobby Sikap Partai
PKB Binjai Optimistis Rebut Kursi DPRD pada Pileg 2029
Gubsu Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemprov Sumut Bukukan Surplus Rp521,494 Miliar
Kasus Korupsi MBG Meluas, Sony Sonjaya Sebut Banyak Pihak Terlibat
Kasus MBG Diusut Kejagung, KPK Pilih Mundur Sementara dari Penyelidikan
Bobby : Zulhas Banyak Ajarkan Saya Politik
Jalin Silaturahmi, PCNU Langkat Siap Bersinergi dengan Ricky Anthony
Milad Berdaya ke-24, PKS Binjai Ajak Kader Perkuat Kontribusi Nyata untuk Negeri
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:03 WIB

PKB Binjai Optimistis Rebut Kursi DPRD pada Pileg 2029

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:26 WIB

Gubsu Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemprov Sumut Bukukan Surplus Rp521,494 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:06 WIB

Kasus Korupsi MBG Meluas, Sony Sonjaya Sebut Banyak Pihak Terlibat

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:32 WIB

Kasus MBG Diusut Kejagung, KPK Pilih Mundur Sementara dari Penyelidikan

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:35 WIB

Bobby : Zulhas Banyak Ajarkan Saya Politik

Berita Terbaru