Pemko Binjai Klarifikasi Status Bus Perintis: Bukan Aset, Kini Jadi Barang Rongsokan

- Kontributor

Senin, 16 September 2024 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Binjai – METROLANGKAT.COM

Pemerintah Kota (Pemko) Binjai melalui Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) buka suara menanggapi Bus Perintis yang menjadi barang rongsokan. Kabid Aset, Umrizal Ginting memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan.

“Kalau Bus Perintis itu bukan masuk ranah aset Pemko Binjai. Pencatatannya terpisah karena masuk BUMD, yang mengelolanya di mereka dan juga pengawasan ada di bagian perekonomian dan Asisten II,” kata Umrizal, akhir pekan lalu.

Jadi barang rongsokan : Bus perintis yang dulu dikelola BUMD Pemko Binjai kini menjadi barang rongsokan,padahal entah berapa banyak uang rakyat yang dihabiskan untuk pengadaanya kala itu.(kusmulia)

Pernyataan Umrizal tersebut pun menegaskan bahwa Bus Perintis tidak tercatat sebagai aset pada bidang yang dipimpinnya.

“Kalau pun kita catat sebagai aset Pemko Binjai, harus melalui mekanisme, ya minimal dicabut Perda terkait pembubaran BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) tersebut dan diaudit KJPP (Kantor Jasa Penilai Publik) serta Inspektorat Binjai,” tambahnya.

Baca Juga :  H. Iskandar Sugito Blusukan ke Pasar Baru Stabat, Terima Aspirasi Pedagang

Dirinya juga menegaskan, hingga kini Bus Perintis tidak tercatat sebagai aset. “Kalau memang itu aset, harus ada dasarnya pencatatannya.

Kalau pun itu kita jadikan aset, kita minta petunjuk sama pak Walikota atau sekda selaku pengelola, barang itu masuk aset OPD mana,” tanyanya.

Disoal apakah barang rongsokan tersebut tidak dapat dijual saja, dirinya pun enggan menanggapinya. “Itu bukan ranah saya untuk menjawabnya,” katanya.

“Gak bisa kita akui pencatatannya (aset) kalau tidak dasar sama kami di BPKPAD, karena nanti itu diminta sama BPK RI selaku pemeriksa keuangan.

Setiap pencatatan pada aset di OPD manapun, harus ada dasarnya, karena itu nanti diminta sama BPK RI.

Jadi kesimpulannya bahwa aset untuk bus belum tercatat sampai sekarang,” pungkasnya.

Baca Juga :  Wakapolda Sumut Sambangi Polres Langkat

Diketahui, sebanyak 14 unit Bus Perintis menjadi barang rongsokan dan tampak terduduk/rontok di Pasar Modern Rambung, Kecamatan Binjai Selatan.

Kondisinya pun sangat memprihatinkan, mulai dari kaca, bangku, mesin hingga roda Bus Perintis dipretelin oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Bus Perintis dikelola oleh Perusahaan Daerah Angkutan yang merupakan BUMD Pemko Binjai. Informasi diperoleh, dana penyertaan modal terus dikucurkan Pemko Binjai sejak 4 tahun belakangan.

Meski sudah tidak efesien dalam pengelolaan dan pengoperasiannya, dana penyertaan modal dikucurkan Pemko Binjai senilai Rp. 362.177.548.

Bus Perintis tersebut mulanya mangkrak menjadi barang rongsokan di pelataran parkir Gedung Olahraga Kota Binjai.

Namun, Bus Perintis digeser ke Pasar Modern Rambung tahun lalu. Alasannya, GOR Binjai jadi lokasi nikah anak Wali Kota Binjai. (Kus/yong)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LBH Medan Desak Indonesia Keluar dari BoP dan Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS
AKAM-SU Desak Investigasi Transparan Dugaan Peredaran Narkotika Terkait Warga Binaan Lapas Kelas I Medan
Satpam Bank Sumut Cabang Stabat Dikritik, Pelayanan Dinilai Tak Profesional dan Mengecewakan Nasabah
“Iran Klaim Hancurkan Mata dan Telinga AS di Timur Tengah, Radar Miliaran Dolar Tumbang”
Sekda Amril Pimpin Tim II Safari Ramadhan di Stabat, Serahkan Hibah Rp20 Juta untuk Masjid Halimah Abdul Hamid
Ny. Endang Syah Afandin Salurkan 50 Paket Sembako untuk Dhuafa dan Anak Yatim
Pesta Kembang Api di Kelenteng Thai Seng Hut Co Binjai Tuai Sorotan 
Amir Hamzah: Infrastruktur Jalan Binjai Diperbaiki 2026, UKW PWI Didukung
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:31 WIB

LBH Medan Desak Indonesia Keluar dari BoP dan Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS

Selasa, 3 Maret 2026 - 09:33 WIB

AKAM-SU Desak Investigasi Transparan Dugaan Peredaran Narkotika Terkait Warga Binaan Lapas Kelas I Medan

Senin, 2 Maret 2026 - 15:39 WIB

Satpam Bank Sumut Cabang Stabat Dikritik, Pelayanan Dinilai Tak Profesional dan Mengecewakan Nasabah

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:32 WIB

“Iran Klaim Hancurkan Mata dan Telinga AS di Timur Tengah, Radar Miliaran Dolar Tumbang”

Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:39 WIB

Sekda Amril Pimpin Tim II Safari Ramadhan di Stabat, Serahkan Hibah Rp20 Juta untuk Masjid Halimah Abdul Hamid

Berita Terbaru

Peristiwa

Kena OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dibawa ke Jakarta

Selasa, 3 Mar 2026 - 11:12 WIB