Foto : Akbar (25), warga Pasar V Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan. Pria yang bekerja memotong batang dan ranting pohon itu terjatuh dari ketinggian sekitar 15 meter saat melakukan pemangkasan pohon di kawasan Lapangan Merdeka Binjai, Selasa (22/9/2026).(ist)
BINJAI – metrolangkat.com
Nasib nahas dialami Akbar (25), warga Pasar V Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan. Pria yang bekerja memotong batang dan ranting pohon itu terjatuh dari ketinggian sekitar 15 meter saat melakukan pemangkasan pohon di kawasan Lapangan Merdeka Binjai, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 13.15 WIB.
Akibat kejadian tersebut, Akbar mengalami sejumlah luka dan harus menjalani perawatan di RSUD Dr. Djoelham Binjai. Bahkan, salah satu tangannya diduga mengalami patah tulang.
Menurut Sugeng, orangtua korban yang saat kejadian turut bekerja bersama anaknya, kecelakaan bermula ketika Akbar tengah memotong dahan pohon menggunakan mesin chainsaw.
Saat proses pemotongan berlangsung, dahan yang hendak dijatuhkan tiba-tiba menghantam tubuh korban. Benturan tersebut membuat Akbar kehilangan keseimbangan hingga terpental dan jatuh ke tanah dari ketinggian sekitar 15 meter.
“Saat itu anak saya sedang memotong cabang pohon. Namun tiba-tiba ujung dahan tersebut mengenai anak saya dan langsung terjatuh ke tanah,” ujar Sugeng saat ditemui di RSUD Dr. Djoelham Binjai.
Bukan Lagi Pekerja DLH
Sugeng menjelaskan, Akbar sebelumnya memang pernah bekerja di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai. Namun, sekitar lima bulan lalu, anaknya telah berhenti bekerja dari instansi tersebut.
“Sudah sekitar lima bulan resign dari DLH Binjai. Jadi saat ini kami hanya mengambil jasa saja. Tapi untuk kayunya memang kami buat kami,” katanya.
Sebagai orangtua, Sugeng berharap Pemerintah Kota Binjai memberikan perhatian terhadap kondisi anaknya, terutama terkait biaya pengobatan hingga Akbar benar-benar pulih.
“Kami berharap Pemko Binjai dapat membantu biaya pengobatan sampai anak saya sembuh sehingga dapat beraktivitas kembali seperti biasa,” harapnya.
Sementara itu, seorang ASN yang bertugas di DLH Kota Binjai berinisial KB tampak mendampingi korban bersama keluarganya di RSUD Dr. Djoelham.
Menurut KB, Akbar memang pernah menjadi pekerja di DLH Binjai dengan status outsourcing. Namun, saat ini yang bersangkutan sudah tidak lagi bekerja di instansi tersebut.
“Dulu pernah menjadi anggota di DLH. Tapi sekarang sudah tidak lagi karena dulu statusnya outsourcing, makanya sudah berhenti. Begitu pun pengerjaan di Lapangan Merdeka Binjai dalam pengawasan DLH,” jelasnya.
Soal Alat Keselamatan Kerja
Kecelakaan tersebut juga menimbulkan pertanyaan mengenai penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi pekerja yang melakukan pemangkasan pohon di lokasi tersebut.
Ketika ditanya mengenai hal itu, KB mengatakan para pekerja selama ini mengaku tidak nyaman menggunakan perlengkapan keselamatan.
“Mereka mengaku tidak nyaman jika memakai safety,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian mengingat pekerjaan pemotongan pohon dilakukan pada ketinggian dan memiliki risiko kecelakaan yang cukup besar.
RSUD Djoelham Masih Tangani Korban
Terpisah, Direktur RSUD Dr. Djoelham Binjai, drg. Doni Asrin, mengatakan pihak rumah sakit masih melakukan pemeriksaan terhadap korban.
“Masih menunggu proses foto dan menunggu hasilnya. Kalau sanggup kita tangani, maka akan kita tangani segera. Tapi kalau tidak sanggup, akan kami rujuk ke Rumah Sakit Adam Malik, Medan,” ungkapnya.
Pantauan di RSUD Dr. Djoelham Binjai, Akbar masih menjalani perawatan dengan didampingi keluarga. Sejumlah luka tampak pada bagian wajah dan tangan korban.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi medis lengkap korban masih menunggu hasil pemeriksaan dan foto rontgen dari pihak rumah sakit.(kus)

















