Foto : Pemberian tali asih kepada 13 purna olahragawan berprestasi oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026.(ist)
MEDAN – metrolangkat.com
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan penghargaan kepada para mantan atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama Sumut dan Indonesia di kancah internasional.
Momentum tersebut ditandai dengan pemberian tali asih kepada 13 purna olahragawan berprestasi oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 Tahun 2026.
Pemberian tali asih berlangsung usai upacara Haornas di Lapangan Apel Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (14/9/2026).
Ke-13 penerima tali asih tersebut terdiri dari 7 mantan atlet disabilitas dan 6 mantan atlet yang memiliki catatan prestasi di berbagai kejuaraan internasional.
Sejumlah nama merupakan legenda olahraga Sumut yang pernah mengukir prestasi di tingkat Asia hingga dunia. Di antaranya Sutiyono, legenda balap sepeda yang mengoleksi tujuh medali emas SEA Games; Lidya S. Titaley dengan empat medali emas; Mardi Lestari, sprinter yang pernah dijuluki manusia tercepat Asia; serta Lamhot Simamora, petinju yang memiliki rekor tidak terkalahkan.
Dari kalangan atlet disabilitas, terdapat Azhar Panjaitan yang meraih empat medali emas catur ASEAN Para Games; Ismayuddin Simangunsong dengan satu medali emas catur ASEAN Para Games; dan Rosalina Manurung yang mengoleksi enam medali emas catur ASEAN Para Games serta satu medali emas Asian Para Games.
Selain itu, terdapat Yuddi Ana dengan satu medali emas tolak peluru ASEAN Para Games, Anto Boy dengan tiga medali emas ASEAN Para Games, serta Nasip Farta Simanja yang mengoleksi 10 medali emas catur ASEAN Para Games.
“Ini salah satu bentuk apresiasi dan penghormatan masyarakat Sumut karena telah mengharumkan nama Sumut dan Indonesia di dunia,
menorehkan prestasi yang luar biasa dan keaktifan bapak/ibu sekalian di dunia olahraga,” ujar Bobby Nasution.
Bangun Budaya Olahraga
Dalam kesempatan tersebut, Bobby menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak lahir secara instan.
Menurutnya, atlet-atlet juara harus lahir dari masyarakat yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Karena itu, pembangunan olahraga, prestasi atlet, hingga industri olahraga harus dikembangkan dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.
“Kita harus ingat, atlet-atlet juara lahir dari masyarakat yang gemar olahraga. Karena itu budaya olahraga, prestasi dan industrinya kita harus bangun sebagai satu kesatuan ekosistem,” katanya.
Bobby berharap ekosistem olahraga di Sumut terus diperkuat dengan melibatkan masyarakat, atlet, pembina, organisasi olahraga serta berbagai pemangku kepentingan.
Dengan demikian, olahraga tidak hanya menjadi sarana untuk mengejar prestasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi melalui tumbuhnya industri olahraga.
Upacara Haornas ke-43 tersebut turut dihadiri Pj Sekdaprov Sumut Timor Tumanggor, Ketua KONI Sumut Hatunggal Siregar,
Ketua NPCI Sumut Alan Sastra Ginting, Ketua Kormi Muhammad Daffasya Adnan, jajaran OPD Pemprov Sumut, atlet, serta para pegiat olahraga.(wis)

















