Foto : Vihara Setia Buddha Binjai akan mengelar Festival Lampion.(ist)
BINJAI – metrolangkat.com
Vihara Setia Buddha Binjai kembali menghadirkan tradisi budaya Tionghoa di tengah masyarakat Kota Binjai.
Festival Lampion atau Lantern Festival akan digelar pada Jumat (25/9) malam, dirangkai dengan pawai lampion keliling sejumlah ruas jalan di Kota Binjai.
Kegiatan yang dipusatkan di Vihara Setia Buddha, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota,
tersebut digelar dalam rangka menyambut Zhongqiu Jie, yang lebih populer dikenal sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival.
Salah seorang pengurus Vihara Setia Buddha Binjai, Min Wie, mengatakan kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat umum tanpa memandang latar belakang.
“Kegiatan ini terbuka untuk umum. Kami dari pengurus Vihara Setia Buddha Binjai juga menyediakan lucky draw bagi peserta pawai lampion dengan berbagai hadiah menarik,
Seperti sepeda listrik, lemari es, mesin cuci serta sejumlah hadiah hiburan lainnya,” ujar Min Wie saat dikonfirmasi wartawan, Senin (14/9).
Menurutnya, peserta nantinya akan mengikuti pawai dengan titik keberangkatan dari Vihara Setia Buddha.
Rute yang dilalui yakni Jalan Jenderal Sudirman, putar jembatan, Sky Cross, Jalan Irian, Jalan Pahlawan, Jalan Sutomo, kemudian kembali dan finis di Vihara Setia Buddha.
Min Wie mengajak masyarakat Kota Binjai untuk ikut meramaikan festival tersebut.
“Silakan bergabung dalam kegiatan ini. Siapa pun boleh mengikuti kegiatan ini. Untuk anak-anak wajib didampingi orangtuanya,” katanya.
Ia menambahkan, setiap peserta hanya diperbolehkan membawa atau menggunakan satu lampion selama mengikuti pawai.
Dalam kegiatan tersebut, pihak Vihara Setia Buddha juga akan mengundang unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Binjai serta berbagai elemen masyarakat.
Vihara Tertua di Kota Binjai
Vihara Setia Buddha merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kota Binjai.
Vihara yang dikenal masyarakat dengan sebutan Kelenteng Titi Kembar tersebut merupakan vihara tertua di Kota Binjai dan telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Pemerintah Kota Binjai.
Selain menjalankan aktivitas keagamaan dan kebudayaan, vihara tersebut juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sejumlah kegiatan sosial yang pernah dilakukan antara lain pemberian bantuan bagi korban bencana, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis hingga pembagian sembako kepada masyarakat.
Festival Lampion tahun ini pun diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk menikmati suasana Kota Binjai dalam balutan cahaya lampion dan semangat kebersamaan.(kus)

















